Pak Aby dan rekans ysh, Dari awal, dalam menanggapi soal 'kota tandingan' Makassar (tahun lalu), saya menyarankan untuk melihatnya dari sudut pandang 'daerah'. Maksudnya, selama ini konsep 'kota tandingan' itu memang pemikiran 'pusat' dalam rangka menyebarkan pertumbuhan ke luar Jabodetabek (Jawa).
Kalau dari kacamata 'pusat' memang kita bisa berpolemik, setuju atau tidak, befikir layak atau tidak. Tapi kalau berfikir dari kacamata warga dan pemda di Sulawesi dan sekitarnya, tentu masih sangat relevan 'menumbuhkan' Makassar menjadi 'pusat tandingan'. Soal policy 'pusat' ke situ atau tidak, bagi mereka sebagai konsideran saja. Yang pasti menguatkan, dan pasti tidak melarang. Kalu kita ke Makassar saat ini tentu melihat gairah yang besar dalam membangun. Dan itu tampak nyata secara fisik, setelah terbangunnya kawasan Global Trade Center (yang menymbung pulau itu), lalu beberapa kawasan CBD yang baru (Panakukang?), airport modern(Sultan Hasanudin Makassar), serta jalan tol ke hinterland yang sebagian sudah mulai terbangun. Semua menunjukkan bahwa pertumbuhan dan pembangunan (fisik) skala besar besar itu sudah terjadi. Dengan demikian, Pak Aby, saran saya diskusinya sudah bukan soal oke/tidaknya konsep 'counter-magnet'. Apapun konsep yang melatar belakanginya, Makassar sudah bergairah. Ini Otonomi Daerah Bung !!! Sehingga tinggal bagaimana manajemen-nya, supaya pembangunan fisik yang terjadi tidak mengulang 'salah kaprah' yang terjadi di megapolitan Jakarta, Surabaya dan lainnya. Saran saya lagi, Pak Aby menjelaskan 'konsep'nya. Kalau Makassar sudah bergairah begitu mau disarankan bagaimana? Jadi jangan mundur lagi ke Sistem Kota-kota, Planologi, NKRI dan sebagainya. Pertumbuhan Makassar adalah realita, bukan wacana. Jadi diskusinya fokus bahas Makassar saja dan sekitarnya, apa konsepnya (atau provokasinya) yang disarankan Pak Aby: dari segi penataan ruang, menumbuhkan ekonomi/investasi, dst. Salam, Risfan Munir --- In [email protected], "abimanyu takdir alamsyah" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Pak Aby ysh, > > Dari tulisan Pak Aby, terbukti bahwa eyang saya ini memang sudah jatuh cinta > betul sama konsep kota tandingan dengan idola Mks. >

