Trims Mas Agus, 1. Ya, jangan perencanaan saja, tapi bagaimana aspek pelaksanaan/pemanfaatan. Ini masuk aspek manajemen pelayanan (penataan ruang)
2. Sadar ruang, oke. Tapi 'ruang' bukan tujuan, hanya sarana untuk meningkatkan akses warga atas pelayanan publik, pemerataan, pendaya gunaan sumber daya bagi kesejahteraan dan sustainable development. 3. Peluangnya planolog bisa memfasilitasi penyusunan strategic planning daerah dan sektor, itu kompetensi planner. Sektor kebanykan ahli dibidangnya, kurang bisa merencana. Jadi jangan "ngemis" spy orang bicara tata ruang gitu. Sekali lagi tata ruang bukan tujuan. 4. Soal tools, teknik ANFAK dst., itu kan statistik biasa, generik, ilmu apapun ya pakai. Justru tools itu menunjukkan bahwa ilmu "strategic planning & program development" itu universal, bisa diterapkan luas. Bisa dipakai untuk nerobos "mental block" 5. Mas Catur dkk, seperti insinyur sipil yang kerja jadi konstruksi gedung, bidang pengairan, bidang jalan raya, kelautan, dst. Planolog sebagai perencana kota, perencana daerah, strategic regional planner bidang2 specific/sektoral, termasuk antara lain bidang/urusan tata ruang. 6. Sekali lagi - Maaf Lahir Batin. Salam, Risfan Munir -----Original Message----- From: Benedictus Dwiagus S. <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Saturday, September 27, 2008 7:08 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: iap-indonesia . Re: Mental Block Penata Ruang Dear Pak Risfan, Catur dan rekan lainnya,.. 1. Bukankah penataan ruang mestinya juga jangan disempitkan dengan merencanakan saja,. 2. Kalau saya malah merasa yang digaris bawahi mungkin adalah "pembangunan yang sadar akan ruang" .. Jadi kalau pak Risfan menegaskan strategic planning dan program development, mungkin ditambah lagi "strategic planning dan program development yang sadar akan ruang". Kalau menurut saya sih, Gak perlu pusing-pusing dengan apa itu yang namanya perencanaan tata ruang . tapi gemanah sih kita caranya bisa membawa gerakan sadar akan ruang dalam mainstream pembangunan Negara kita.. (kita khan sering mendengar Gender Mainstreaming, atau HIVand AIDS Mainstreaming). Mungkin perlu juga ada "Spatial Wise- Mainstreaming" Begitupun proses penyelenggaraan pembangunan negara ini,.. Harus sadar ruang,... istilah penataan ruang (yang didalamnya tidak cuman merencanakan) hanya alat saja. Kalau tidak ada peta RTR,.. bisa saja pembangunan dilakukan dengan lebih sadar ruang,... pakai peta-peta lain,... 3. Saya pernah baca ada seorang kepala puskesmas di sebuah kabutaen di pulau jawa yang bisa sadar akan ruang, jadi ketika menyusun program dan perencanaan kerjanya, ia melihat masalah, tapi gak sekedar melihat masalah tapi memetakan masalah nya dalam sebuah peta. Jadi tahu kenapa ada epidemic muntaber, dan ketika ia melakukan menyusun program puskesmasnya, ia seara tak sadar telah melakuka [The entire original message is not included]

