Dear all 

Sebenarnya apa yang diprihatinkan Planner Muda
saudara Catur bahwa banyak Planner yang melulu sebagai penata ruang itu
ada benarnya. Kemudian tanggapan Bung Risfan sebagai Senior Planner juga
benar dan memberi gambaran kepada kita bahwa planning itu sangat luas dan
tidak senaif hanya sebagai penataan ruang saja. Tapi kita juga harus
menengok mekanisme perprofesian para Planner kita, khususnya dunia
konsultansi di bidang tata ruang. Dalam hal ini arus utamanya ada di
Ditjen Penataan Ruang -Dept PU dan Pemda di satu pihak dan IAP di pihak
lain sebagai wadah profesi Planner. 

Seperti kita ketahui bahwa
formalitas kompetensi seorang Planner yang diakui adalah mereka yang
bersertifikat, sementara itu sertifikat yang diterbitkan oleh IAP sebagai
pengakuan kompetensi Planner adalah Sertfikat Penataan Ruang, bukan
Sertifikat "Strategic Planning and Program Development" (SP-PD)
sebagaimana yang dimaksud Bung Risfan. Jadi Bung Risfan, kalau ada seorang
konsultan yang punya profesi dan kompetensi di bidang SP-PD, itu nggak
laku di pasaran penataan ruang. Begitulah, jadi selama ini pasar itu
(Ditjen Penataan Ruang dan pemda) telah menyempitkan profesi Planner
sebagai penata ruang dan IAP sendiri hanya menerbitkan Sertifikat Ahli
Penataan Ruang (tapi namanya Sertifikat Ahli Perencanaan). Mungkin itu
fenomena yang dimaksud saudara Catur soal Mental Block Penata Ruang dan
saya yakin bahwa saudara Catur menulis soal ini karena tahu bahwa dunia
planning itu luas seperti yang telah diuraikan Bung Risfan. Jadi saya
memandang bahwa saudara Catur tidak terjebak dalam mental block planolog
yang membatasi diri sebagai "perencana tata ruang" saja. 

SELAMAT IDUL FITRI. MAAF LAHIR BATHIN. 

Thanks. CU.
BTS. 

----- Original Message ----- 
From: Risfan M 
To: [EMAIL PROTECTED] ; , 
Sent: Saturday, September
27, 2008 9:14 PM 
Subject: [referensi] RE: iap-indonesia . Re: Mental
Block Penata Ruang 




Kirim email ke