rekan Djarot, Jawaban langsung saya jelas belum ada analisa yang telah menggunakan karangan-karangan RatuLangie, Thamrin, Soetardjo K. dan mungkin John Rahasia juga. dalam kebijakan Tata Ruang secara nasional. Beberapa tahun lalu ada suatu gagasan untuk memperingati Deklarasi Djuanda tentang Wawasan Nusantara, dengan suatu sintesa dari Wawasan Indonesia di Pasifiknya Ratu Langie, peringatan itu sediakala mau diselenggarakan pada tahun 2007, yaitu pada waktu 50 tahun Wawasan Nusantara, kalau tidak salah prakarsa ini datang dari LIPI, tetapi sekarang sudah tahun 2008, and the idea might have fallen between the chairs. Saya kira kita semuanya tahu bahwa banyak sekali issue tentang masalah-masalah maritim yang kini dibahas atau diurus, seperti masalah hukum laut, masalah keamanan atau pencurian ikan dan banyak lagi, tapi suatu pendekatan integral saya kira masih juga belum ada. Well apakah mungkin 50 tahun lagi kita perlu tunggu, atau kita susun saja kebijakan-kebijakan yang terlepas tanpa integrasi. Memang mungkin Indonesia satu-satunya negara yang dapat menyusun suatu kebijakan tata ruang maritim yang integral, walaupun negara arsipel lainnya sperti Jepang, Filipina, dan mungkin Yunani dan pulau-pulau di West Indies bisa mengembangkan suatu maritime policy, tapi pasti tidak akan selengkap Indonesia. Djarot gagasan URBAHARI yang memang berfokus pada pemukiman pantai atau coastal settlements diseluruh Indonesia, semestinya juga merupakan salah satu unsur dari tata ruang maritim ini, apalagi saya coba kembangkan dari analogi ARLINDO secara oseanografis, but I am afraid that this oceanographic analogue also is falling between the chairs, para pengamat atau ahli pemukiman tidak bisa menafsirkan aspek maritim, dan para oseanograf atau pakar maritim tidak bisa menafsirkan fenomena pemukiman manusia. Nanti bulan Nopember ada konperensi tentang ecotourism dengan focus terumbu karang atau coral reef initiative , di manado. Pada bulan Mei 2009 akan diselenggarakan WOC yang memang sangat low profile, tapi tetap punya pretensi Ocean Conference, nah sampai sekarang belum ada yang berani mengangkat aspek pemukiman pantai itu, yah rasanya mungkin WOCpun akan lewat tanpa reprentasi Tata Ruang . Well is this indeed a mental block? Yah mungkin memang begitu. Saya sekarang memang rada kecewa, tapi tidak ada yang dapat saya salahkan . So I better stay quiet (lebih baik saya diam saja) barangkali 8 bulan lagi saya akan coba pada masa pasca WOC. usw saya keluar dari milis ini. Salam Pak Wawo.

