Mas Catur, saya sudah menduga deh....penamaan "planner muda"...kayaknya ada  
kaitan atau inspirasi  dengan AMI (arsitek muda Indonesia)...yang  pada sisi 
tertentu bagus karena mendobrak  kemacetan pada hal-hal tertentu tetapi pada 
sisi yang lain terkesan  kosmetik....sebab  pada waktu lahir  tampak sangat 
progresif dan meledak-ledak...nah waktu berjalan....menjadi tidak tampak lagi 
kemudaan atau progresivitasnya yang positif...mungkin karena mereka telah juga 
menjadi tua.....but sudah terlanjur melejitkan nama-nama CELEBRITIES.....Apakah 
nasib planner muda juga akan begitu sama ???? 

Salam,



Djarot Purbadi



http://arsitekturnusantara.wordpress.com

http://fenonemologiarsitektur.wordpress.com

--- On Sun, 10/5/08, Elkana Catur Hardiansah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Elkana Catur Hardiansah <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [referensi] Re: Mental Block Kaum Muda Penataan Ruang (1)
To: [email protected]
Date: Sunday, October 5, 2008, 4:01 PM










    
            Sekedar klarifikasi pak.
dua postingan itu pada dasarnya berbeda konteks. 
kalau yang mental block itu opini pribadi sebagai pelaku penataan ruang. 
kalau yang progresivitas dunia perencanaan itu lebih ke reportase kumpul2 
bebebrapa planner muda. 

apakah dua tulisan itu salng mempengaruhi? ? mungkin saja. karena yang nulis 
itu sama orangnya. 
tapi apakah itu berhubungan. saya pikir tidak semudah itu dihubungkan. karena 
tujuan tulisan itu pun berbeda. yang satu melaporkan dan yang satu berteriak. 
Tulisan mental block penataan ruang itu tidak ada kaitannya dengan tua dan 
muda. saya pikir itu disimpulkan pak abi karena yang nulis masih muda, jadi 
mungkin penerimaannya agak sinis. mungkin yang nulis sekaliber pa wawo, Pa 
bambang tata, Pa bambang SP, Pa abis sendiri, atau pak eka itu dinamakan lahir 
dari pengalaman dilapangan bertahun-tahun. 

Kalau postingan saya beberapa bulan sebelumnya soal progresivitas dunia 
perencanaan, memang itu menujukkan eksistensi ide-ide progresif dunia tata 
ruang yang akan berkembang 10 tahun ke depan. 
Apabila memang ini hanya keresahan mengenai Jatah proyek atau apapun itu. itu 
tentunya persepsi orang masing-masing. tapi apabila boleh saya klarifikasi, 
hampir 60 % orang yang concern pada masalah ini bukan orang yang hidup dari 
proyek APBN atau APBD tata ruang. mereka rata2 bekerja di luar dunia 
perencanaan, jadi tidak ada signifikansi keberadaan what so called orang tua 
terhadap penghidupan 

Kawan-kawan yang pernah berdiskusi bersama saya adalah orang yang merasa ada 
yang tidak beres dengan perencanaan kota. Kami belajar, kami bekerja, tapi kami 
tidak melihat pencapaian yang siginifikan terhadap apa anf kami kerjakan,, 
itulah frustasi kami.Kegelisahan sebagian kecil perencana muda ( gak semua dan 
tidak mengklaim semua) atas kondisi pembangunan dikaitkan dengan penataan 
ruang(sori pa risman bukan bermaksud mengkecilkan lapangan pertandingan tapi 
memilij jenis pertandingan)

jadi mengkerdilkan niat perubahan karena masalah senior junior.. maaf pak abi, 
tapi saya harus meminjam istilah Pak Marko " itu sangat orde baru". 
Kenapa harus terbatas anak muda?? karena saya gak tau pikiran2 orang2 yang 
lebih senior dibanding saya. interaksi dengan teman2 saya sendiri lah yang 
menimbulkan sebuah kesadaran bahwa penataan ruang itu bukan hanya kepentingan 
profesi semata. Ini sebuah kesadaran, ini sebuah idealisme, ini sebuah gerakan. 

Kami tidak berpikir langkah besar revolusi yang mengubah dunia. kami berpikir 
sebuah langkah kecil yang mudah2an menular ke rekan2 yang lain sehingga menjadi 
langkah bersama. "kepedulian menular" mungkin lebih tepat dalam menyebutnya 
dibanding gerakan revolusi 

Saya juga kuran sreg dengan istilah insider dan outsider.. ini dikotomi seperti 
tua-muda, ITB non ITB, Planner non planner. ini sangat orde baru juga 
kayanya..mengkotak2 an orang untuk kepentingan penyerdehanaan. 
Mohon maaf apabila  tidak berkenan. 

-Catur-
NB : Ijinkan saya ikut mengomentari komentar bapak dari tulisan saya

>>:  Saya kira semua orang baik planners atau rakyat akan setuju bahwa dengan 
>>'penataan ruang yang baik' maka akan dihasilkan  perkembangan
kota yang baik….. atau dengan 'sistem nasional penataan ruang yang
baik' tentu akan dihasilkan 'perkembangan kota2 secara nasional yang
baik' pula…..
Pertanyaannya khan adalah …. 'penataan ruang yang baik'
itu adalah yang bagaimana… dan atau 'yang baik' itu yang menurut kata
siapa?.....
Defini penataan ruang yang baik atau perkmbangan kota yang baik adalah satu hal 
yang menjadi concern bersama kita, dan saya memprediksi debat ini akan 
berlanjut sampai 10 tahun atau lebih ke depan


>>>: Sebenarnya ini secara tak langsung kurang lebih sedang dibicarakan  tentang
azas 'demokratisme' dalam perencanaan ruang….. tapi pada saat yang sama
tak jelas juga… apakah yang bersangkutan sebenarnya juga berminat dengan  
'demokratisme dalam PR' beneran atau tidak……

Saya kurang mudeng dengan pernyataan bapak yang ini. Sebenernya yang saya ingin 
bicarakan dalam pernyataan saya yang dikomentari oleh bapak adalah selalu ada 
isitilah insider dan putsider. perencana dan masyarakat. Perencana datang 
dengan data2 yang extraordinary (entah itu datanya dari mana) istilah dan 
perumpamaan yang canggih. tapi tidakpernah mengkomunikasikan dengan masyarakat 
apa ang sebenernya mereka kerjakan dengan baik. akhirnya?? kemacetan informasi.


>>>: Kalo planner yang sebagai 'insiders' saja gak tega membukanya… lha apalagi 
>>>yang outsiders macem saya gini……….
Bukan gak tega pak. cuma masih diragukan tingkat kevalidan kasus yang ada, Wah 
ini hanya gaya penulisan saja pak. karena butuh penelitian atau FGD yang 
bersifat seri untuk membongkar persoalan di dunia penataan ruang


2008/10/5 hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED] com>

















    
            


Selamat Idul Fitri 1429 H maaf lahir batin………
 
Milisters semuanya ysh,
 
Maaf... baru usai lebaran sudah mulai dengan kritik-ktirik lagi.....
Setelah membaca posting kedua mas Catur : 'Progresivitas Dunia Perencanaan' 
setelah sebelumnya yang pertama : 'Mental Block Penataan Ruang' …. saya seperti 
merasa ada perubahan dalam pendapat saya ….
Kalau semula saya senang karena mengira rakyat akan merasakan 'perubahan' 
(kemajuan)…. Karena mengira ini adalah masalah 'kesadaran sekelompok planner 
muda akan perbaikan masa depan (hasil) perencanaan (bagi maslahat perbaikan 
nasib rakyat)'…. Tapi setelahnya…. Kok saya pikir ini setengahnya seperti tak 
lebih dari sekedar  'keresahan' sekelompok planner muda akan 'terhalangnya' 
peluang 'perbaikan masa depan kelompok-mudanya' dengan numpang memakai 
atas-nama  kepentingan 'dunia  perencanaan'… .. karena memang yang namanya 
dunia perencanaan' tentu lebih merupakan 'dunianya kaum perencana'…. Lebih 
daripada 'dunianya hasil
 perencanaan bagi maslahat rakyat'….
 
Jadi ini sepertinya setengahnya atau kurang sedikit  lebih merupakan sikap 
tidak puas dari sekelompok kaum muda planners atas kemapanan 'kaum tua'nya 
karena seperti tak jelas   'kaum tuanya' itu kapan mau turunnya …. baik 
dibirokrasi ataupun diorganisasi propesi … (padahal kalo di birokerasi khan 
jelas… setelah usia 55th, dan diorganisasi propesi bukankah memakai cara 
voting)  … atau setidaknya bagaimana mau 'berbagi kemapanan' kepada yang muda……
 
Jadi bagi para outsiders yang mengharapkan datangnya 'perubahan nyata bagi 
perbaikan kehidupan rakyat melalui teknologi penataan ruang oleh para 
mudanya'….. harap jangan lekas bergembira…. Karena 'berita gembira' itu bisa 
benar 'datang'sebentar lagi… tapi bisa juga masih amat lama lagi lho entah 
kapan….. karena belum tentu yang utamanya akan diperjuangkan adalah 
kemaslahatan ruang bagi rakyat dan negara………..
Berikut adalah beberapa tanggapan saya tentang beberapa paragraf dari kedua 
postings tsb……
 
Dari posting (1) : ……
 
+++: Fatsoen nya apabila pembangunan kota berjalan sesuai
 dengan penataan ruang maka sebuah kota akan berjalan dengan baik. Bener  
gitu?????? Ini bukan pertanyaan sinis. Ini sebuah pertanyaan serius yang  harus 
kita ajukan kembali ke diri kita masing-masing. Apa benar kalo  penataan ruang 
berjalan dengan baik maka sebuah kota akan sejahtera dan  baik.. For those of 
you who work on this field, it must be 100% correct..

 tapi apa yang ada di kepala masyarakat kita. Masyarakat di sini tidak
 identik dengan masyarakat (what so called) kecil, termasuk di dalamnya  
investor dan lain sebagainya.
>>>:  Saya kira semua orang baik planners atau rakyat akan setuju bahwa dengan 
>>>'penataan ruang yang baik' maka akan dihasilkan  perkembangan kota yang 
>>>baik….. atau dengan 'sistem nasional penataan ruang yang baik' tentu akan 
>>>dihasilkan 'perkembangan kota2 secara nasional yang baik' pula…..
Pertanyaannya khan adalah …. 'penataan ruang yang baik' itu adalah yang 
bagaimana… dan atau 'yang baik' itu yang menurut kata siapa?.....
 

+++:  Mungkin fatsoen tersebut benar adanya dan secara teoretik sudah 
dibuktikan  oleh para perencana kota di berbagai belahan dunia (note; eropa dan 
 amerika). Tapi kemudian kita lihat apa yang terjadi kemudian di lapangan  
tidak seindah yang dibayangkan bukan. Pembangunan kota berjalan dengan atau  
tanpa sebuah penataan ruang yang baik. 
Tapi yang jelas satu hal, ternyata  penataan ruang di Indonesia lebih banyak 
kondisi negatifnya dibanding  positifnya.

>>>: Pertama… sisi positip dari apa yang diharapkan dari penataan ruang saya 
>>>kira adalah 'arahannya'…. . kedua… PR saya kira adalah sesuatu yang 'tak 
>>>akan pernah kenal lelah' dan tak akan pernah kenal 'selesai'…….. maka kalau 
>>>pada suatu waktu arahan yang diharapkan masih meleset hasilnya….. saya kira 
>>>kita masih boleh berharap hasil yang baik pada stage ke-2 atau ke-3nya kelak
 dst……
 
+++: 3. Tidak membuminya penataan ruang sebagai wacana publik
 Penataan ruang itu hanya milik lulusan sekolah perencanaan? ? Mungkin  
harusnya tidak. Kenyataannya? ? Terminology- terminologi yang melangit dengan  
dokumen rencana yang kompleks ternyata mengakibatkan ketidakpahaman terhadap   
penataan ruang. Yang kemudian terjadi tidak pernah ada diskusi di ranah  public 
mengenai penataan ruang yang tuntas. Implikasinya proses check and   balance 
terhadap penataan ruang sebuah wilayah hanya wacana sesaat dan  "anget2 tai 
ayam", yang tidak pernah tuntas.

>>>: Sebenarnya ini secara tak langsung kurang lebih sedang dibicarakan  
>>>tentang azas 'demokratisme' dalam perencanaan ruang….. tapi pada saat yang 
>>>sama tak jelas juga… apakah yang bersangkutan sebenarnya juga berminat 
>>>dengan  'demokratisme dalam PR' beneran atau tidak……
 
+++:Sebenernya lebih banyak lagi persoalan di penataan ruang.tapi gak tega  
membukanya secara detil karena takut menambah pesimisme kalangan pelaku  penata 
ruang (terutama generasi muda dan mahasiswa).

>>>: Kalo planner yang sebagai 'insiders' saja gak tega membukanya… lha apalagi 
>>>yang outsiders macem saya gini……….
 
Salam, 
aby
 




      
      

    
    
        
        
        
        


        


        
        
        
        
        




-- 
Elkana Catur Hardiansah
CPMU USDRP-Planning Officer
Directorate Programme Development
Directorate General Human Settlements
Ministry of Public Works
http://catuy. blogspot. com

http://perencanamud a.wordpress. com/




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke