China mempunyai peraturan yang sangat ketat terhadap kepindahan penduduk antar provinsi, namun kota besar seperti Beijing, Shanghai maupun Hong kong masih menjadi tujuan dari urbanisasi dan pusat segalanya termasuk keuangan. Keinginan pemerintah China membangun daerah Yunan dan Guangxi melalui investasi infrastruktur besar-besaran tetap tidak bisa menarik investasi swasta ke sana, karena uang tetap ada di Shanghai, Beijing dan Hongkong.
Salam Aunur Rofiq ----- Original Message ---- From: Mohammad Andri Budiman <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, October 13, 2008 4:23:30 PM Subject: [referensi] Jakarta, Pusat Segalanya (money included:-) On 10/13/08, ... wrote: > Rekan-rekan, > Jumlah penduduk Jakarta yang kian membludak merupakan salah satu > faktor kerumitan yang mempersulit pembangunan infrastruktur dan > ekonomi ibukota. Mulai pasca Lebaran pekan ini, Pemda DKI Jakarta > menerapkan razia penduduk, Operasi Yustisi. Akar masalahnya ada di sini: "Dalam kasus Indonesia, fakta yang ada sekitar 70-80 persen uang beredar secara nasional, masih berputar-putar di Jakarta. Jakarta bukan hanya pusat pemerintahan, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi, pusat perdagangan, pusat jasa, pusat pendidikan, pusat industri, pusat investasi, dan segalanya." [ref: http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0506/18/Fokus/1823142.htm ] Tidak heran jika Aceh dan Papua minta merdeka. Apalagi Hasan Tiro sudah datang. :-) Salam, Andri ------------------------------------ Komunitas Referensi http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links

