Pak Aunur ysh., Saya kira yang Pak Aunur kemukakan sangat masuk akal. Saya ingin menyampaikan lagi berita "Paduan Suara Duit Kurang" sbb. sementara menanti masukan dari rekan-rekan planolog apa yang bisa dikerjakan untuk mengatasinya.
http://kompas.com/kompas-cetak/0105/01/DAERAH/padu20.htm "KALAU semua provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia ini dikumpulkan, mereka bisa membentuk kelompok paduan suara yang pantas diberi nama Paduan Suara "Duit Kurang". Sebab hanya itu yang mereka "nyanyikan" hari-hari ini di tengah krisis ekonomi dan di tengah penerapan otonomi daerah. "Lagu" mereka tidak ada kaitannya dengan soal cinta atau kisah muda-mudi yang berpacaran, walaupun nadanya sedih dan mengeluh. Kecuali barangkali Pemda DKI Jakarta dengan lima kotanya yang tidak terdengar banyak mengeluh. Maklum, ekonomi Indonesia artinya adalah ekonomi Jakarta dan 70-80 persen uang beredar di Jakarta." Salam, Andri --- In [email protected], Aunur rofiq <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > China mempunyai peraturan yang sangat ketat terhadap kepindahan penduduk antar provinsi, namun kota besar seperti Beijing, Shanghai maupun Hong kong masih menjadi tujuan dari urbanisasi dan pusat segalanya termasuk keuangan. Keinginan pemerintah China membangun daerah Yunan dan Guangxi melalui investasi infrastruktur besar-besaran tetap tidak bisa menarik investasi swasta ke sana, karena uang tetap ada di Shanghai, Beijing dan Hongkong. > > Salam > Aunur Rofiq > > > > ----- Original Message ---- > From: Mohammad Andri Budiman <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Monday, October 13, 2008 4:23:30 PM > Subject: [referensi] Jakarta, Pusat Segalanya (money included:-) > > On 10/13/08, ... wrote: > > Rekan-rekan, > > Jumlah penduduk Jakarta yang kian membludak merupakan salah satu > > faktor kerumitan yang mempersulit pembangunan infrastruktur dan > > ekonomi ibukota. Mulai pasca Lebaran pekan ini, Pemda DKI Jakarta > > menerapkan razia penduduk, Operasi Yustisi. > > Akar masalahnya ada di sini: > > "Dalam kasus Indonesia, fakta yang ada sekitar 70-80 persen uang > beredar secara nasional, masih berputar-putar di Jakarta. Jakarta > bukan hanya pusat pemerintahan, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi, > pusat perdagangan, pusat jasa, pusat pendidikan, pusat industri, pusat > investasi, dan segalanya." > > [ref: http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0506/18/Fokus/1823142.htm ] > > Tidak heran jika Aceh dan Papua minta merdeka. Apalagi Hasan Tiro > sudah datang. :-) > > Salam, > Andri > > ------------------------------------ > > Komunitas Referensi > http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links >

