Kulo Nuwun...Nderek Langkung Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu yang saya hormati,


Saya tertarik dengan lontaran pak Abiyoso tentang "Arch dan Plano Merusak." 
Saya sepakat dengan lontaran pak Abi bahwa  Arsitektur dan Plano tetap harus 
berdampingan, saling pengaruh mempengaruhi dalam proses. Umumnya kedua ilmu 
tersebut yang mengobok-obok masalah yang berkaitan dengan bangun membangun. Nah 
kalau menurut saya yang membuat kedua ilmu tersebut menjadi semakin merusak 
adalah pelaku-pelaku yang mengimplementasikan teori-teori yang nota bene 
diadopsi dari Moconegoro alias dari Eropah dan Amerika tanpa memperhatikan 
konteks wilayah, sosial budaya dan arsitektur setempat. 
Terus terang banyak sekali pikiran-pikiran kita (minimal pikiranku dewe) pada 
saat merancang bangunan atau merencanakan wilayah yang dipengaruhi atau bisa 
juga dikatakan sudah diracuni oleh teori-teori yang diajarkan oleh bapak dan 
ibu dosen pada saat kuliah di program S1. Teori-teori concentris, multi-nuclei, 
image of the city, graden city, dll. yang dicetuskan oleh pada ahli seperti 
Ebenhaezer Howard, Burges, Christaler, Kevin Lynch , Le Corbusier, dll.pada 
umumnya berbasis pada kawasan, sosial - budaya dan keadaan iklim dinegara atau 
di benua sekitar tempat tinggal mereka. Tidak heran apabila kita melihat 
implementasi dari perencanaan kota yang menghancurkan kehidupan sosial-budaya 
masyarakat golongan bawah di kota hanya untuk mengekspresikan keindahan kota 
dengan membuat green belt dan taman kota yang hanya bisa dinikmati oleh mereka 
dari golongan menengah ke atas. 
Para perencanan kota dengan mudah menggaris-garsi kawasan untuk membuat peta 
landsuse yang sophisticated. Padahal setelah diimplementasikan berapa ratus 
rumah harus digusur untuk mewujudkan keindahan kota seperti imajinasi perencana 
yang sering melihat kota-kota di eropah atau amerika. Lebih-lebih apabila 
kawasan pemukiman yang tergusur adalah kawasan squatter settlements yang sudah 
berkembang belasan bahkan sudah puluhan tahun. Dengan Polsus PP dan dibantu 
aparat kepolisan mereka dengan garang menghancurkan pemukiman masyarakat miskin 
tersebut. Proyek penggusuran tersebut bisa dikatakan sebagai proyek TUTUP 
LOBANG - GALI LOBANG, karena satu sisi pemerintah daerah berusaha memperindah 
kawasan yang tadinya berupa squatter settlements, pada sisi lain secara tidak 
langsung pemda menstimulan munculnya squatter settlements baru pada wilayah 
lain. Masyarakat miskin yang rumahnya tergusur bisa dipastikan akan mencari 
lahan lain untuk mereka tempati dan
 membangun rumah-rumah informal yang baru.
Welah-welah kok jadinya kakean cangkem toh ya.......Mohon maaf bapak-bapak dan 
ibu-ibu kalau obrolan saya diatas ngelantur kemana-mana. Pada prinsipnya saya 
setuju dengan lontar pak Abi bahwa Arch dan Plano bisa merusak, terutama 
apabila pelaku-pelakunya seperti kita orang ini hanya memperhatikan 
konsep-konsep keindahan yang diadopsi secara mentah-mentah dari teori-teori 
barat tanpa memperhatikan kearifan arsitektur lokal, kesahajaan sosial budaya 
masyarakat dan potensi kawasan lokal yang sudah mendarah daging di tengah 
masyarakat. Semoga kita sebagai Arsitek dan Perencana dapat menghargai kekayaan 
dan potensi yang kita miliki bersama.

Salam hormat saya,
Bawole


--- On Tue, 10/21/08, hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [referensi] Re: Arch dan Plano Merusak
To: [email protected]
Date: Tuesday, October 21, 2008, 12:50 AM










    
             

Rekan2  Djarot, Abimanyu, Hot Asi, Reny, Risfan, Rofiq, Nuzul  dan milisters 
ysh, 
  
Kalau ada yang mengatakan arsitektur merusak (jiwa)…. Atau ada yang 
mengkhawatirkan jangan-jangan planologi juga merusak (jiwa) pula …. (atau malah 
ada yang bilang juga planologi tuh malu-maluin. . kagak jelas karyanya...…. 
Bagi saya arsitektur dan planologi adalah merasuk jiwa… sampai saya jadi sakit 
jiwa’ karenanya…..hehe. . 
Planologi akan lebih tajam,  lebih menggigit, lebih impresif dan imajinatif 
bila ia terus didampingi dan dilandasi oleh arsitektur dsb. (planology coupling 
with architecture etc.) …dimana ide job creation maupun regional development 
serta agglomeration scenario trus mengalir deras  tanpa pernah henti…. 
Dan sebaliknya kalau misalnya saya belajar arsitektur tanpa pernah belajar 
planologi (enggak… cuma dipinggir dibawah pohon diluar pagar istana kiblat 
pendidikan plano saja sih..)…. Saya pikir saya tidak akan pernah bisa memiliki 
visi architecture  for the poor…. Architecture for entrepreneurship… 
architecture for  depressed region… architecture for tourism development… 
architecture for job creation… architecture for migration.…. dsb… lan 
sakpiturutipun… . 
Maka… ooh sungguh… arsitektur dan planologi adalah benar telah merasuk dan 
merusak jiwa saya… karena bisa lupa dan gagal menafkahi anak istri (tapi dengan 
kasihNya… istri dan anak toh mencari nafkahnya sendiri-sendiri… .. tapi saya 
tidak pernah menyesal.... hehe..
 
Salam,  
 
____________ _________ _________ _________ _________ __
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail. yahoo.com 
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke