Pak Bawole Paulus, saya nggak tahu anda juga ngendon di ruang milis ini....sekarang ada dimana kok aku nggak mendengar kabar anda lagi....hehehe anda juga termasuk aliran yang sayang nenek-moyang ya !!!!
Salam, Djarot Purbadi http://arsitekturnusantara.wordpress.com http://fenonemologiarsitektur.wordpress.com --- On Tue, 10/21/08, paulus bawole <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: paulus bawole <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [referensi] Re: Arch dan Plano Merusak To: [email protected] Date: Tuesday, October 21, 2008, 9:34 AM Kulo Nuwun...Nderek Langkung Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu yang saya hormati, Saya tertarik dengan lontaran pak Abiyoso tentang "Arch dan Plano Merusak." Saya sepakat dengan lontaran pak Abi bahwa Arsitektur dan Plano tetap harus berdampingan, saling pengaruh mempengaruhi dalam proses. Umumnya kedua ilmu tersebut yang mengobok-obok masalah yang berkaitan dengan bangun membangun. Nah kalau menurut saya yang membuat kedua ilmu tersebut menjadi semakin merusak adalah pelaku-pelaku yang mengimplementasikan teori-teori yang nota bene diadopsi dari Moconegoro alias dari Eropah dan Amerika tanpa memperhatikan konteks wilayah, sosial budaya dan arsitektur setempat. Terus terang banyak sekali pikiran-pikiran kita (minimal pikiranku dewe) pada saat merancang bangunan atau merencanakan wilayah yang dipengaruhi atau bisa juga dikatakan sudah diracuni oleh teori-teori yang diajarkan oleh bapak dan ibu dosen pada saat kuliah di program S1. Teori-teori concentris, multi-nuclei, image of the city, graden city, dll. yang dicetuskan oleh pada ahli seperti Ebenhaezer Howard, Burges, Christaler, Kevin Lynch , Le Corbusier, dll.pada umumnya berbasis pada kawasan, sosial - budaya dan keadaan iklim dinegara atau di benua sekitar tempat tinggal mereka. Tidak heran apabila kita melihat implementasi dari perencanaan kota yang menghancurkan kehidupan sosial-budaya masyarakat golongan bawah di kota hanya untuk mengekspresikan keindahan kota dengan membuat green belt dan taman kota yang hanya bisa dinikmati oleh mereka dari golongan menengah ke atas. Para perencanan kota dengan mudah menggaris-garsi kawasan untuk membuat peta landsuse yang sophisticated. Padahal setelah diimplementasikan berapa ratus rumah harus digusur untuk mewujudkan keindahan kota seperti imajinasi perencana yang sering melihat kota-kota di eropah atau amerika. Lebih-lebih apabila kawasan pemukiman yang tergusur adalah kawasan squatter settlements yang sudah berkembang belasan bahkan sudah puluhan tahun. Dengan Polsus PP dan dibantu aparat kepolisan mereka dengan garang menghancurkan pemukiman masyarakat miskin tersebut. Proyek penggusuran tersebut bisa dikatakan sebagai proyek TUTUP LOBANG - GALI LOBANG, karena satu sisi pemerintah daerah berusaha memperindah kawasan yang tadinya berupa squatter settlements, pada sisi lain secara tidak langsung pemda menstimulan munculnya squatter settlements baru pada wilayah lain. Masyarakat miskin yang rumahnya tergusur bisa dipastikan akan mencari lahan lain untuk mereka tempati dan membangun rumah-rumah informal yang baru. Welah-welah kok jadinya kakean cangkem toh ya.......Mohon maaf bapak-bapak dan ibu-ibu kalau obrolan saya diatas ngelantur kemana-mana. Pada prinsipnya saya setuju dengan lontar pak Abi bahwa Arch dan Plano bisa merusak, terutama apabila pelaku-pelakunya seperti kita orang ini hanya memperhatikan konsep-konsep keindahan yang diadopsi secara mentah-mentah dari teori-teori barat tanpa memperhatikan kearifan arsitektur lokal, kesahajaan sosial budaya masyarakat dan potensi kawasan lokal yang sudah mendarah daging di tengah masyarakat. Semoga kita sebagai Arsitek dan Perencana dapat menghargai kekayaan dan potensi yang kita miliki bersama. Salam hormat saya, Bawole --- On Tue, 10/21/08, hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: From: hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED] com> Subject: [referensi] Re: Arch dan Plano Merusak To: [EMAIL PROTECTED] ps.com Date: Tuesday, October 21, 2008, 12:50 AM Rekan2 Djarot, Abimanyu, Hot Asi, Reny, Risfan, Rofiq, Nuzul dan milisters ysh, Kalau ada yang mengatakan arsitektur merusak (jiwa)…. Atau ada yang mengkhawatirkan jangan-jangan planologi juga merusak (jiwa) pula …. (atau malah ada yang bilang juga planologi tuh malu-maluin. . kagak jelas karyanya...…. Bagi saya arsitektur dan planologi adalah merasuk jiwa… sampai saya jadi sakit jiwa’ karenanya…..hehe. . Planologi akan lebih tajam, lebih menggigit, lebih impresif dan imajinatif bila ia terus didampingi dan dilandasi oleh arsitektur dsb. (planology coupling with architecture etc.) …dimana ide job creation maupun regional development serta agglomeration scenario trus mengalir deras tanpa pernah henti…. Dan sebaliknya kalau misalnya saya belajar arsitektur tanpa pernah belajar planologi (enggak… cuma dipinggir dibawah pohon diluar pagar istana kiblat pendidikan plano saja sih..)…. Saya pikir saya tidak akan pernah bisa memiliki visi architecture for the poor…. Architecture for entrepreneurship… architecture for depressed region… architecture for tourism development… architecture for job creation… architecture for migration.…. dsb… lan sakpiturutipun… . Maka… ooh sungguh… arsitektur dan planologi adalah benar telah merasuk dan merusak jiwa saya… karena bisa lupa dan gagal menafkahi anak istri (tapi dengan kasihNya… istri dan anak toh mencari nafkahnya sendiri-sendiri… .. tapi saya tidak pernah menyesal.... hehe.. Salam, ____________ _________ _________ _________ _________ __ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail. yahoo.com ____________ _________ _________ _________ _________ __ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail. yahoo.com __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com

