Mas Hesthi Raharja ysh, Kakek aby mengucapkan selamat atas sukses yang dicapai….. Mendoakan semoga perjuangan anda membela kepentingan bangsa dan negara dapat lebih memiliki ruang geraknya yang luas dan leluasa serta memiliki landasan konstitusionalnya yang semakin kokoh diranah legislatif…… Milisters referensi pasti akan turut bersukacita bila seorang atau makin banyak planolognya terpilih menjadi wakil rakyat yang resmi disana……. Komentar dan saran baik ditunggu dari milister referensi yang mulia... yang tentu mau menitipkan aspirasinya. Dengan berbekal aqidah sebagai tuntunan hidup … semoga anda juga dapat lebih banyak memberi suri tauladan cara hidup anggota legislatif yang terpuji dilingkungan baru anda nanti…….. dan semoga anda selalu menjadi pelita dikala lingkungan legislatif anda cenderung kumat menjadi suram dan lupa memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara…. NB: Kalau sesekali nanti dapat amplop dan dipastikan KPK tidak tahu.... ehm.. boleh juga kalau mau nraktir kite... paling kurang saya dan pak Eka sanggup menemani..... Salam, aby
--- On Sun, 11/2/08, Behesthi Zahra Mardiah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Behesthi Zahra Mardiah <[EMAIL PROTECTED]> Subject: mohon doa restu, komentar dan saran materi kampanye Caleg To: "hengky abiyoso" <[EMAIL PROTECTED]> Cc: "PL85" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Sunday, November 2, 2008, 11:23 PM Salam hormat Semoga eyang Begawan Abiyasa selalu tuhu rahayu slamet Eyang, Cucunda Hesthi Raharja telah masuk DCT CALEG DPRRI PARTAI MATAHARI BANGSA no 18 DAPIL JABAR IX SUMEDANG MAJALENGKA SUBANG. cucunda akan memperjuangkan kebijakan seperti berikut ----- Pesan Diteruskan ---- Dari: Hesthi Raharja <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: Behesthi zahra <[EMAIL PROTECTED]> Terkirim: Senin, 3 November, 2008 14:02:57 Topik: Trs: Bls: [indonesia] Re: 75% Uang Nasional Berputar di Sekeliling Monas, Solusi? ----- Pesan Diteruskan ---- Dari: Hesthi Raharja <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [EMAIL PROTECTED] Terkirim: Senin, 3 November, 2008 14:02:11 Topik: Bls: [indonesia] Re: 75% Uang Nasional Berputar di Sekeliling Monas, Solusi? Salam. Dalam UU 32 tahun 2004 TENTANG PEMERINTAH DAERAH, Bagian Kelima,Keuangan Desa,Pasal 212 ayat (3) Sumber pendapatan desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terdiri atas: a. pendapatan asli desa; b. bagi hasil pajak daerah dan retribusi daerah kabupaten/kota; c. bagian dari dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh kabupaten/kota; d. bantuan dari Pemerintah, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota; e. hibah dan sumbangan dari pihak ketiga. (4) Belanja desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) digunakan untuk mendanai penyelenggaraan pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat desa. (5) Pengelolaan keuangan desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan oleh kepala desa yang dituangkan dalam peraturan desa tentang anggaran pendapatan dan belanja desa. (6) Pedoman pengelolaan keuangan desa sebagaimana dimaksud pada ayat (5) ditetapkan oleh Bupati/Walikota dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan. sampai saat ini pasal 212 ayat (3) huruf c banyak diabaikan. Banyak kegiatan yang hanya memberi manfaat bagi sebuah desa namun dianggarkan di Dinas terkait. Sebagai contoh untuk rehab SD kepala sekolah dan kepala desa pontang-panting mengajukan proposal, pada saat proposal ditetapkan dalam APBD telah banyak dana telah digunakan untuk menyelesaikan administrasi pengajuan proposal akibatnya dana rehab SD dilaksanakan tidak sesuai isi proposal. dipotong biaya awal pengajuan proposal plus biaya administrasi pada saat pencairan dana dari dinas berwenang. Memang banyak dana yang masuk ke desa/kelurahan atau nama lainnya. Namun dana tersebut tetap dikendalikan oleh Pemerintah Kabupaten. Bahkan kegiatan PNPM yang wilayah kegiatannya di desa pun dikelola langsung oleh MENKOKESRA, kegiatan Pembangunan prasarana desa tertinggal dikendalikan oleh kementrian PDT, BLT dan lain-lain. berapa biaya administrai yang digunakan untuk itu? berapa peluangya terjadi kebocoroan? saya Hesthi Raharja, ST. IAP akan memperjuangkan agar : minimal 20% dari DANA PEMBANGUNAN APBD Kabupaten dan minimal 10 % dana pembangunan APBD Propinsi dialokasikan menjadi pendapatan desa. DANA TERSEBUT DIGUNAKAN BERDASARKAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH (RPJM) KEL/DESA dan RENCANA TATA RUANG WILAYAH.. DANA TERSEBUT DIGUNAKAN UNTUK MEMBANGUN : A. INFRASTRUKTUR YANG HANYA MEMBERI MANFAAT BAGI KELURAHAN/DESA SEPERTI JALAN DESA DAN SEKOLAH DASAR. B. PENGELOLAAN DAN PENGOLAHAN DATABASE KELURAHAN/DESA SEPERTI INFRASTRUKTUR, KEPENDUDUKAN, PERUMAHAN, DAN EKONOMI. C. PENINGKATAN KUALITAS SDM SEPERTI PELATIHAN KUALITAS GURU SD, PELATIHAN KETRAMPILAN BAGI IBU-IBU, PELATIHAN KETRAMPILAN BAGI PARA PEMUDA/PEMUDI D. modal bagi BUMDES E. Kegiatan lain yang direncanakan dan disepakati oleh Stake holder desa Sedang Pemerintah Kabupaten dan Propinsi menjalankan fungsinya sebagai pembina dan pengawas. yang secara teknis dapat menugaskan para sarjana yang komit pada pembangunan desa untuk bekerja di desa. Apa yang saya perjuangkan ini saya jadikan bahan kampanye saya selaku CALEG no 2. PMB no 18 di Daerah pemilihan Jabar IX SUMEDANG MAJALENGKA SUBANG. MOHON MASUKAN DAN KRITIKANNYA. SALAM Repeh Rapih Tata Tengtrem Kerta RAHARJA HESTHI RAHARJA, ST. IAP PL 85 Bumi pertiwi dipenuhi lumut-lumut korupsi/kerusakan Jadilah MATAHARI BANGSA agar lumut-lumut korupsi punah. Dari: Noor SDK Devi <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [EMAIL PROTECTED] Terkirim: Rabu, 22 Oktober, 2008 16:41:02 Topik: [indonesia] Re: 75% Uang Nasional Berputar di Sekeliling Monas, Solusi? Txs Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: "Mohammad Andri Budiman" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Wed, 22 Oct 2008 16:28:38 Subject: [indonesia] 75% Uang Nasional Berputar di Sekeliling Monas, Solusi? Rekan-rekan yth., Maaf OOT, namun saya kira ada baiknya diskusi di milis IA-ITB diteruskan juga di milis ini agar bisa dicarikan solusinya oleh para ahli, pejabat pemerintah, calon legislatif, ataupun stakeholders lainnya. Ini suatu paparan saja karena dikhawatirkan bila ketidakadilan ini berlarut-larut maka maximum effect berupa disintegrasi bangsa boleh jadi bisa terjadi. Selama ini ada kesan (yang memang ada benarnya) bahwa hanya Jakarta dan sekitarnya yang selalu menjadi anak emas pembangunan nasional, yang dibuktikan dengan banyaknya infrastruktur yang dibangun, perputaran uang nasional yang terlalu besar bahkan bila dibanding dengan kumulatif provinsi lain, pusat perekonomian, pusat pemerintahan, ibukota, dan sebagainya. Alasan klasik yang tidak populer namun selalu didengungkan adalah: bukankah itu kebanyakan investasi swasta? Daerah-daerah lain (apalagi yang menyumbang banyak untuk anggaran belanja nasional) tentu menginginkan pembangunan nasional yang lebih adil. Lalu muncullah wacana otonomi daerah, percepatan pembangunan daerah tertinggal, dan sebagainya. Terakhir, di milis IA, diskusi berkembang kepada mana yang harus didahulukan infrastruktur atau distribusi uang. Berikut ini ada quote dari milis planolog mengenai uang versus infrastruktur: > "China mempunyai peraturan yang sangat ketat terhadap kepindahan > penduduk antar provinsi, namun kota besar seperti Beijing, Shanghai > maupun Hong kong masih menjadi tujuan dari urbanisasi dan pusat > segalanya termasuk keuangan. Keinginan pemerintah China membangun > daerah Yunan dan Guangxi melalui investasi infrastruktur besar-besaran > tetap tidak bisa menarik investasi swasta ke sana, karena uang tetap > ada di Shanghai, Beijing dan Hongkong." (Rofiq 2008) Jadi, saya kira ayam (infrastruktur) dan telur (uang) bersama-sama harus terdistribusi dengan adil di daerah-daerah non-Jabodetabek. Again for your reference: "Seorang bankir terkemuka pernah mengatakan, 75 persen dari seluruh uang yang beredar di Indonesia terpusat di dalam suatu lingkaran kecil, beradius 100 km dan berpusat di Monas, yang kita semua kenal sebagai Jakarta." (James Castle, http://www.pu.go.id/itjen/ggi/otdadagang.htm) Any ideas, or counter-examples, are equally welcome. Salam, Andri SI93 http://www.facebook.com/profile.php?id=1005337317 On 10/22/08, Gamal Afghani <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Infrastruktur dan tempat hiburan mesti dibangun juga dong biar ekonomi > setempat ikut berkembang. > > Lihat aja Houston, kota ini dibangun sejak jaman demam minyak di Texas. Para > oil company itu membangun kantornya di Houston, bukan di New York atau > Washington. > > > > Gamal > > > > From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of > Feizal Karim > Sent: 22 October 2008 00:39 > To: [EMAIL PROTECTED] > Subject: Re: [IA-ITB] Arisan Ibukota > > > > Pak Lilik mantan Rektor ITB pernah punya pendapat kurang lebih gini: itu > karena tempat earning dan spendingnya berbeda. Sumber duitnya di > Kalimantan, sekolah dan infrastruktur yang bagus serta hiburan ada di > Jakarta, Bandung, Yogya, dsb. > > > > ----- Original Message ---- > From: Gamal Afghani <[EMAIL PROTECTED]> > To: [EMAIL PROTECTED] > Sent: Tuesday, October 21, 2008 9:52:32 PM > Subject: RE: [IA-ITB] Arisan Ibukota > > Kalo ibukota RI dipindah dari Jakarta tapi pusat bisnis masih di Jakarta, ya > tetap aja semut-semut akan berdatangan terus ke gula-gula Jakarta. > > Jadi yang benar ya itu tadi, gulanya mesti ditebar merata.. > > Di daerah banyak sumber daya alam yang kalau dikelola dg baik bisa > menciptakan banyak lapangan pekerjaan. > > Mestinya seluruh aktivitas bisnis yg terkait dg pengelolaan SDA dilakukan di > tempat, bukan di Jakarta. > > Misalnya oil company ato mining company, minyaknya di Kalimantan kenapa > kantornya di Jakarta? > > Bikin lah kantornya di sana, semua aktivitas kantor ada di sana, dari mulai > finance, hrd, sampe engineering. > > Dengan demikian akan ada banyak orang punya uang di situ, dan akan ada > banyak kegiatan ekonomi. > > Ada kegitan ekonomi berarti ada uang mengalir. > > > > Gamal > > M96 -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt Jatuh cinta itu seperti apa ya rasanya? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! Dapatkan nama yang Anda sukai! Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com. Nama baru untuk Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. Cepat sebelum diambil orang lain!

