-----Original Message-----
From: Risfan M <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, November 18, 2008 4:40 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [plbpm] Re: Morotai Lagi (8)

Rekans ysh,

Mencoba memahami yang disampaikan Pak Aby:
1. Ada Rencana Tata Ruang, ada Rencana Pengembangan Wilayah - yang merinci dari 
program jangka panjang, menengah, hingga kegiatan tahunan. Serta Action Plan - 
yang bisa dilakukan hari ini

2. Soal posisi Morotai dalam konstelasi transportasi regional, mungkin perlu 
dilihat pula Rencana skala provinsi dan wilayah lebih luas, termasuk rencana 
sektor perhubungannya.

3. Mas Dwiagus menambahkan,"APA yang di trade kan? Wisata apa yang ditawarkan?
Ini mengundang pertanyaan berikutnya: "Kepada siapa itu akan (sesuai) di jual?" 
misal kepada negaranya Nakamura, yang semasa PD2 terdampar disitu. Atau siapa? 
Adakah mereka sudah berwisata di sekitar situ? Berapa length-of-stay rerata 
mereka? Bisa nambah ke Morotai? Apa gimmick promo yang bisa ditawarkan?

4. Dalam action plan, perlu juga diidentifikasi, di approach SIAPA aktor utama 
ekonomi disana. Mitos investor biasanya adalah "dari luar". Tapi prakteknya 
yang jalan adalah pelaku setempat, atau di wilayah itu. Tanya mereka apa bisnis 
mereka, dan apa bisnis yang potensial disitu? Pebisnis lah yang tahu bisnis, 
bukan planner atau ekonom. Tanya juga kalau tak ada kendala, ada modal, mau 
ngembangin apa mereka disana.

5. Maaf pertanyaan nakal: Bapak-bapak sekalian ke Morotai itu proyek apa? Misi 
utamanya apa? Menjaga perbatasan supay pulau tak diduduki bangsa lain? 
Mengamankan hutan lindung? Menata-ruang? Peduli ekonomi warga disana?
Kalau masih sepi kan tak ada kerusakan lingkungan, jangan-jangan karena 
direncanakan ekonomi dan fisiknya - malah mengundang perusakan lingkungan. 
Kalau mayoritas hutan lindung ya dihutankan saja, biar kehutanan saja yang 
jaga. Biar tetap utuh.

Kalau tujuannya pengamanan, ya bangun saja pos atau pelabuhan/ pangkalan 
militer.
Saya kuatir ada kontradiksi dari tujuan-tujuan "orang Jakarta" yang kesana. 
Sudahkah ditanya mereka sendiri mau apa? Maaf he he he

Salam,
Risfan Munir



From: hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, November 17, 2008 8:38 AM
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [plbpm] Re: Morotai Lagi (8)

Milisters semuanya ysh,
 
Masih dlm koridor kepercayaan “transportation established first… then 
development surely growing later”….
Kalau dlm “perencanaan” (saja) brgkali kita masih  boleh merencana apa saja…..  
en Morotai itu harus a.l. dgn cara “Galela mengalah”…... atau dpl…. posisi 
tawar bandara Morotai sebenarnya agak ‘lemah’ dibanding Galela….. tapi kedepan 
Morotai dgn banyak runway serta keunikan lokal sebagai ‘pulau bibir pasifik’ 
masih akan lebih menantang jadi bandara int’l… sehingga kalau berpikir 
“nasional”  dan “kedepan” (dan bukan “lokal” serta “hari ini”)… maka Galela 
memang patut “mengalah” pada Morotai….
Singkat kata… potensi passengers (pemerintah,  swasta, masyarakat) dari Tobelo, 
Galela dan Morotai sendiri saat  ini akan cukup untuk memulai keekonomian 
penerbangan reguler pesawat kecil…. Dan memang perlu terdapat hubungan udara 
Morotai-Manado utk “layanan perbekalan kebutuhan sehari2 regional” terdekat…. 
Atau Morotai-Ternate khususnya  bagi “hub pemerintahan oleh aparat pemda”…….
 
Salah satu cara memulai  ‘soft opening’ bandara Morotai  dengan “kelayakan 
ekonomi bisnis penerbangan” adalah dengan pertama.. utk rute “inter-regional” 
Manado-Sorong (3x seminggu) … Lion Air diminta  bersedia transit dan 
mencadangkan 4-6 seat utk Morotai….  Kemudian bila jumlah passengers 
meningkat…. Jadwalnya bisa ditingkatkan menjadi 5x seminggu sampai akhirnya 7x 
seminggu… dst.…  
Sementara itu utk  rute ‘intra-regional’ Morotai-Ternate (250km)…. Nampaknya 
pesawat kecil 8 seat  4x seminggu dapat menjadi satu awalan…. Atau cara lain 
’extension’ dari “rute existing yang ada Manado-Ternate” 2x sehari Wings/Lion 
Air pesawat dgn 30 prenumpang….diperpanjang menjadi 
rute”Manado-Ternate-Morotai” 3x seminggu sebagai awalan misalnya……
Bila itu dapat dikonkritkan…. Tak ada alasan utk tak mulai bicara ttg 
pengembangan pembangunan/ pariwisata khususnya di Morotai…..
 
Salam,
aby
 
 

Kirim email ke