Kang Deden & rekan milister semua,
 
Saya sependapat dengan apa yang dikemukakan oleh Kang Deden dalam posting di 
bawah. Namun saya ingin mengajak kepada Kang Deden & rekan milister semua untuk 
berpikir lebih kritis dalam mencari relasi antara (kemungkinan dari) kebijakan 
Obama dengan praktek-praktek pengembangan dan pembangunan wilayah. 
 
Saya ingin berangkat dari tiga buah gagasan green atau environmental friendly 
program, yang mungkin akan menjadi kebijakan Obama dalam mengantisipasi krisis 
ekonomi di USA sekarang ini, yaitu di antaranya:

proyek energi utk mengurangi dependence on oil
investasi in mass transit
inovasi utk memproduksi kendaraan hybrids atau battery teknology
 
Ketika bicara tentang proyek energi untuk mengurangi ketergantungan terhadap 
minyak, saya berpikir energi nuklir bukan merupakan pilihan utama bagi Obama 
(mengingat proyek energi nuklir yang dikembangkan di TVA di tahun 1970'an 
sebagai respon pertumbuhan ekonomi besar-besaran di kawasan tsb di tahun 1960an 
mendapat tentangan hebat dan akhirnya TVA harus melakukan investasi besar untuk 
pemulihan kualitas lingkungan di sana). Jadi, pilihan sumber energi yang lain 
adalah bio-fule, air, angin, dan arus/gelombang. 
 
Pilihan-pilihan (atau kombinasi dari pilihan) tersebut merupakan 
pilihan-pilihan yang bersifat region-based, artinya pilihan-pilihan tsb bukan 
pilihan-pilihan yang bisa dilakukan di sembarang tempat kecuali tempat-tempat 
tertentu yang memiliki sumber-sumber daya yang sesuai (atau mendukung) untuk 
pengembangannya. Bahkan wilayah tersebut (jumlahnya) harus cukup luas agar 
mampu mensubstitusi dari ketergantungan minya yang selama ini masih mendominasi 
penyediaan kebutuhan energi nasional USA (atau bahkan dunia). 
 
Oleh karena itu, pengembangan kebijakan dari pilihan tsb, harus diikuti oleh 
kebijakan pelestarian potensi sumber daya (atau sumber daya pendukung) -nya. 
Misalnya, ketika Obama ingin melakukan pilihan terhadap sumber daya angin untuk 
non-oil energy alternative, dan bukan dengan bio-fuel karena tidak ingin 
mempengaruhi food security-nya, maka beberapa kawasan di wilayah Mid-West 
(mohon Kang Deden koreksi, kalau contoh wilayah ini tidak terlalu tepat) perlu 
di-proteksi agar ketersediaan sumber daya angin bagi pengembangan energi bisa 
dipastikan. Karena ini menyangkut suatu wilayah yang sangat luas (untuk 
pembangunan ratusan bahkan ribuan kincir angin, jaringan infrastruktur 
pengumpul maupun distribusi, dll), maka strategi pengembangan wilayah di 
kawasan-kawasan tersebut perlu dilakukan. Tanpa strategi yang tepat, maka 
investasi jutaan/miliaran dolar AS yang ditanamkan, bisa jadi, akan tidak 
optimal karena pada beberapa waktu berikutnya sumber daya angin
 yang ada (yang hanya tersedia di beberapa kawasan tertentu) tidak lagi 
tersedia karena rusaknya bentang alam dan morfologi wilayah yang berubah. 
Kondisi ini mirip seperti kebijakan pengembangan daerah penyangga yang 
menetapkan Bekasi, Tangerang dan Bogor sebagai penyangga Jakarta di tahun 
1980an (mohon koreksi kalau tidak terlalu tepat), yang "menghasilkan kebutuhan" 
penyangga berikutnya bagi Bekasi, tangerang dan Bogor di era 2000an. 
 
Dalam pengembangan mass transit, saya yakin hal tsb tidak bisa dilakukan di 
seluruh kota USA karena menyangkut skala ekonomi yang dibutuhkan. Misalnya 
kebijakan tsb hanya akan dilakukan pada kota-kota USA yang berpenduduk 500ribu 
jiwa lebih. Berapa banyak kota-kota spt itu yang belum punya mass-transit di 
USA? Ini juga menjadi pertanyaan. Selanjutnya, apakah seluruh kota tersebut 
akan "serempak" dibangun mass-transit? Saya agak menyangsikan. Hal yang lebih 
mungkin adalah memberikan prioritas kepada beberapa kota tertentu, dengan 
memberikan "bantuan" kepada pemerintah kota (lokal) dan atau negara bagian yang 
mendapat prioritas pengembangannya. Apabila hal itu yang dilakukan nanti, 
kota-kota USA mana sajakah yang diprioritaskan? Dan kenapa kota-kota tersebut 
diprioritaskan lebih dulu? Hal ini juga merupakan suatu kebijakan pengembangan 
wilayah dalam upaya mengantisipasi krisis yang terjadi. 
 
Beberapa pabrik mobil di Detroit aja akan Obama bantu milyaran dollar. Masak 
pemerintah lokal atau pemerintah negara bagiannya nggak dibantu, demikian 
premis saya dalam hal ini. 
 
Tentang mobil hybrid atau yg berbahan bakar listrik dengan menggunakan baterai, 
saya kurang bisa berandai-andai kecuali (mungkin) akan muncul kebutuhan 
fasilitas parkir yang dilengkapi oleh "charger" sehingga ketika mobil tsb 
diparkir maka sekalian untuk diisi baterainya.
 
Mohon tanggapan dari Om Deden dan rekan-rekan milister semua. Your opinion is 
very welcome so then we can develop our perspectives for the best of Indonesia, 
untuk menuju INDONESIA MULIA.... MULIA BANGSANYA.... MULIA RAKYATNYA....
 
Salam,
 
Fadjar Undip


--- On Sat, 11/22/08, Deden Rukmana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Deden Rukmana <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [referensi] Re: Apa yg akan Obama lakukan? (was: G20 Declaration - on 
global financial crisis)
To: [email protected]
Date: Saturday, November 22, 2008, 10:24 AM







Mas Fadjar dan milister semua,
Sy ikut nimbrung dikit. TVA adalah salah satu program yg dikembangkan oleh 
pemerintahan FDR utk mengatasi Great Depression, masih banyak yg lainnya, yg 
pada prinsipnya adalah intervensi pemerintah pada free market. Utk profesi 
planning, program2 yg dikembangkan oleh FDR adalah menjadi titik awal planning 
tradition in US. Dg mengimplementasikan nasihatnya Keynes yg interventionist 
government policy, apa yg dilakukan oleh FDR utk mengatasi Great Depression 
terbukti hasilnya. 
Bila dibandingkan dg Great Depression, crisis saat ini di US belumlah seberapa, 
minimal dilihat dari sisi unemloyment. Jaman Great Depression, a third of US 
workers got laid off. Saat ini unemployment masih dibawah 10%, meskipun angka 
masih bisa bertambah misalnya bilamana krisis di three automakers tidak 
diatasi. Krisis saat ini memang bikin ekonom dan politisi berpikir keras utk 
menghindari edisi kedua of Great Depression. 
Obama, spt halnya FDR yg berasal dari partai Democrat yg platformnya adalah 
liberal dlm konteks intervensi pemerintah dalam free market, akan membuat 
kebijakan utk menyediakan lapangan pekerjaan. Tapi saat ini adalah berbeda 
dg era Great Depression. Setahu saya, program pengembangan wilayah spt TVA 
tidak atau belum digagaskan. Yg sekarang digagaskan adalah green 
atau environmental friendly program, diantaranya:

proyek energi utk mengurangi dependence on oil
investasi in mass transit
inovasi utk memproduksi kendaraan hybrids atau battery teknology
Terus apa yg bisa kita pelajari buat Indonesia, yg juga menerima imbasnya dari 
krisis di US ini? Menerapkan nasihatnya Keynes dan belajar dari Great 
Depression, sy bisa sampaikan diantara serap dana APBN utk pembangunan sektor 
riil, khususnya di daerah. Bangun proyek infrastruktur yg padat karya, yg juga 
mengembangkan permanent employment di daerah2. Distribusikan anggaran yg besar 
dari APBN ini jauh dari Jakarta, utk menggembosi peran Jakarta yg terlalu 
dominan dalam ekonomi Indonesia. Kalau mau mencontoh yg digagaskan Obama, yg 
kita juga mesti bangun green projects. 
Sekian dulu.

Salam dari Savannah,
Deden Rukmana
 

--- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, efha_mardiansjah@ ... wrote:
>
> Mbak Nita dan rekans referensiers ysh,
>  
> Saya ngajak diskusi ttg apa yg Obama akan lakukan dalam mengantisipasi 
> "krisis ekonomi dunia 2008" karena setidaknya krisis ini adalah krisis 
> ekonomi besar kedua yang dialami oleh USA. Yang pertama, yaitu di tahun 1930, 
> merupakan krisis ekonomi yang melahirkan pendekatan pengembangan wilayah 
> secara mendunia. Itu diawali oleh Franklin D. Roosevelt dengan membangun 
> Tennessee Valley Authority (TVA). TVA dibangun sebagai suatu otoritas 
> pembangunan ekonomi wilayah di Tenessee, sebagai salah satu respon beliau 
> terhadap Great Depression di tahun 1930 (GD30), selain pembangunan 
> infrastruktur interstate highways. 
>  
> Menariknya, bahkan sebelum sebelum GD30 pun Tennessee merupakan salah satu 
> state yang "tertinggal" di USA. Penduduknya miskin, banyak yang terserang 
> malaria, pertaniannya rapuh dan banyak hal buruk yang terjadi di Tennessee. 
> Tapi, setelah TVA dibangun di tahun 1933, dengan salah satu proyek besarnya 
> adalah pembangunan bendungan raksasa (hydropower) , banyak kemajuan yang 
> terjadi. Bahkan karena dibangunnya bendungan dan pengaturan navigasi serta 
> pembangunan pabrik-pabrik pupuk di TVA, kemajuan ekonomi Tenneessee menjadi 
> sangat tinggi di tahun 60an. 
>  
> Hal yang menarik lain adalah, TVA merupakan wilayah studinya Friedmann, yang 
> kita tahu beliau adalah "bapak"-nya regional development, dalam menyelesaikan 
> tesis PhD-nya. Walaupun kemudian buku-bukunya Friedmann banyak bercerita 
> tentang regional development dan urbanisasi di negara berkembang, sebagai 
> hasil dari pengalaman beliau di Chile dan beberapa negara Amerika Latin 
> lainnya , saya yakin pengalamannya di TVA (Friedman juga sempat bekerja 
> beberapa lama di TVA ) banyak menyumbangkan dasar pemikiran-pemikiran nya 
> dalam regional development. 
>  
> Dari pemikiran ini, saya yakin Obama (USA) akan sangat memperhatikan 
> pengalamannya mengatasi GD30 dalam mengantisipasi krisis ekonomi dunia yg 
> sekarang sedang berada di ambang pintunya. Bisa jadi, pendekatan regional 
> development juga akan banyak dilakukan selain pendekatan-pendekat an moneter 
> dan fiskal. 
>  
> Kalau kita bisa diskusikan hal itu, saya yakin akan banyak manfaat yang bisa 
> kita ambil untuk Indonesia. 
>  
> Terima kasih.
>  
> Salam,
>  
> Fadjar Undip
>  

 














      

Kirim email ke