Bung Aunur, kalau pertanyaannya bagaimana pemda menghadapi krisis ini? Maka 
jawabannya...ya tidak melakukan apa2. Alasannya pertama bahwa soal moneter dan 
fiskal itu urusan Pemerintah (lihat pasal 10 UU 32/2004) dan alasan kedua bahwa 
semua pemda sudah menyiapkan RAPBD (yang sulit untuk diubah-ubah) dan 
selanjutnya sibuk mempersiapkan pengesahan RAPBD tahun anggaran 2009 menjadi 
APBD tahun anggaran 2009. 
 
Thanks. CU. BTS.

--- On Sun, 11/23/08, Aunur rofiq <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Aunur rofiq <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [referensi] Re: Apa yg akan Obama lakukan? ke reaksi Malaysia
To: [email protected]
Date: Sunday, November 23, 2008, 2:54 PM







Mas eko,
Karena ini krisis global yang berawal dari negara-negara tujuan ekpor banyak 
produk kita, maka pemerintah harus memberi insentif untuk menciptakan pasar 
dalam negeri dan mendorong pembangunan yang "local content" nya tinggi seperti 
pembangunan infrastruktur dll, tapi jangan menciptakan ekonomi gelembung 
seperti harga tanah/rumah yang naik terus menerus (karena spekulan). Malaysia 
paling khawatir karena pasar dalam negerinya tidak cukup besar untuk menampung 
produk industrinya (hampir 90% untuk ekspor), Singapore apalagi karena 
mengandalkan jasa dan keuangan, kwartal ini ekonominya sudah konstraksi. Namun 
Indonesia perlu khawatir karena ekspor yang melemah mungkin dalam jangka waktu 
yang agak panjang, takutnya para petani/pekebun melakukan kekeliruan yakni 
menebangi tanamannya dan mengganti dengan tanaman lain yang mungkin laku dalam 
jangka pendek... Saya tidak tahu bagaimana para pemda menghadapi krisis 
ini....mudah- mudahan ada jalan keluar.

 Salam
Aunur Rofiq






From: Eko B K <[EMAIL PROTECTED] com>
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Sent: Sunday, November 23, 2008 6:20:10 PM
Subject: [referensi] Re: Apa yg akan Obama lakukan? ke reaksi Malaysia






Pak Aunur ysh,
 
Yg saya tidak mengerti pak, mengapa Obama mencoba membuat kebijakan2 utk 
menangani krisis saat ini yg benefitnya baru akan ditarik dlm jangka panjang 
ya? tentu di luar pembangunan roads dan bridges....seperti kebijakan energi, 
mass transit, dan more efficient cars, ini kan benefitnya masih jangka panjang, 
sementara krisisnya saat ini...
 
saya melihat pemerintah Malaysia bereaksi cukup cepat dgn melakukan berbagai 
insentif dan pemotongan pajak/cukai. .. saya tidak tahu kebijakan pemerintah 
kita apa saja, dan apakah cukup pemerintah kita cukup cepat bereaksi, tentu di 
samping menutup sementara pasar modal dan intervensi ke pasar uang.....berikut 
artikel ttg reaksi pemerintah Malaysia...mas Fadjar, sori kalau diskusinya jadi 
bergeser...
 

Friday, Nov. 14, 2008
Malaysia exempts manufacturers from import duties
The Associated Press

KUALA LUMPUR, Malaysia Malaysia will remove import duties on raw materials and 
intermediate goods for manufacturing and ease licensing requirements to help 
businesses cope with the global economic slowdown, the trade minister said 
Friday.
 
Muhyiddin Yassin said 438 products including iron and steel, petrochemicals, 
textile, food and machinery used in domestic manufacturing would be exempted 
from import duties ranging from 5 to 30 percent. He said the exemption is 
temporary but would remain in place for as long as needed.
 
To spur foreign investment, Muhyiddin said the government will abolish the 
requirement that manufacturing projects worth more than 2.5 million ringgit 
($714,286) be vetted by the ministry before a licence is issued. Instant 
approval will be granted to all projects except for those related to security, 
safety, health, environment and religion. 
 

"The objective is to reduce the cost of doing business for the manufacturing 
and construction sectors," he told reporters.
"There are projections that the (global economic) slowdown can stretch for up 
to a year. We are very concerned. We are taking these measures to help 
companies and businesses deal with a very difficult situation."
 
Muhyiddin said the government will unveil further plans to liberalize the 
services sector this month as well as more incentives for manufacturers to 
ensure they can weather the economic storm.
 
The Malaysian government recently cut its growth forecast for 2009 to 3.5 
percent, from 5.4 percent, and said it would inject 7 billion ringgit ($1.9 
billion) into the economy next year to boost spending.
 
The growth of the manufacturing sector, a mainstay of the economy, is expected 
to slide to 0.8 percent next year compared with the original forecast of 4.3 
percent. 
 


--- On Sun, 11/23/08, Aunur rofiq <aunurrofiqhadi@ yahoo.com> wrote:

From: Aunur rofiq <aunurrofiqhadi@ yahoo.com>
Subject: Re: [referensi] Re: Apa yg akan Obama lakukan?
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Date: Sunday, November 23, 2008, 1:22 AM





Mas eko,  
Setelah krisis memang Amerika harus memulai lagi dengan ekonomi produktif, 
bukan ekonomi gelembung, tetapi orang yang punya duit nggak mungkin tidak 
mencari celah untuk menciptakan ekonomi gelembung lagi, karena dengan cara itu 
mereka bisa kaya mendadak. Di Indonesia orang yang mempunyai uang masih 
sedikit, mereka tergantung pada ekonomi produktif, karena itu waktu pasar uang 
lagi baik-baiknya ekonomi riil masih terseok-seok. Sekarang komoditi ekspor 
kita terpukul dan minggu lalu saya bertemu dengan petani Vanili di NTT yang 
terpukul gara-gara harga vanili dari 1 juta/kg menjadi 40 ribu/kg meskipun 
dolar naik. Detroit sedang terpukul tapi partai republik enggan membail out, 
karena partai republik partainya orang punya duit, jadi impian obama harus 
disimpan dulu sampai tanggal 20 januari 2009.

 Salam
Aunur Rofiq 






From: Eko B K <[EMAIL PROTECTED] com>
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Sent: Sunday, November 23, 2008 3:28:01 AM
Subject: Re: [referensi] Re: Apa yg akan Obama lakukan?






Milisters ysh, turut nimbrung sedikit, nampaknya ini lah yg Obama lakukan:
 
Obama economic plan aims for 2.5M new jobs by 2011 
By WILL LESTER 
The Associated Press 
November 22, 2008 
 
President-elect Barack Obama promoted an economic plan Saturday he said would 
create 2.5 million jobs by rebuilding roads and bridges and modernizing schools 
while developing alternative energy sources and more efficient cars..
 
'These aren't just steps to pull ourselves out of this immediate crisis. These 
are the long-term investments in our economic future that have been ignored for 
far too long,' Obama said in the weekly Democratic radio address.
 
The goal is to get the plan quickly through Congress, with help from both 
parties, after Obama takes office Jan. 20. The plan, which envisions those new 
jobs by January 2011, is 'big enough to meet the challenges we face,' he said.
 
Obama noted the growing evidence the country is 'facing an economic crisis of 
historic proportions' and said he was pleased Congress passed an extension of 
unemployment benefits this past week. But, he added, `We must do more to put 
people back to work and get our economy moving again.'
 
Nonetheless, he said, 'There are no quick or easy fixes to this crisis, which 
has been many years in the making, and it's likely to get worse before it gets 
better.'
 
It will take support from Democrats and Republicans to pass the economic plan, 
Obama said. 'I'll be welcome to ideas and suggestions from both sides of the 
aisle,' he said. 'But what is not negotiable is the need for immediate action.'
 
People 'are lying awake at night wondering if next week's paycheck will cover 
next month's bills,' if their jobs will remain, if their retirement savings 
will disappear, he added.
 
The Labor Department reported that claims for unemployment benefits jumped last 
week to the highest level since July 1992, providing fresh evidence of the 
weakening job market.
 
'We'll put people back to work rebuilding our crumbling roads and bridges, 
modernizing schools that are failing our children, and building wind farms and 
solar panels,' Obama said. He also made a commitment to fuel-efficient cars and 
alternative energy technologies 'that can free us from our dependence on 
foreign oil and keep our economy competitive in the years ahead.'
 
Obama pointed to the past, saying that Americans in this country's darkest 
hours have risen above their divisions to solve their problems, as a hope for 
the future.
'We have acted boldly, bravely, and above all, together,' Obama said. 'That is 
the chance our new beginning now offers us, and that is the challenge we must 
rise to in the days to come. It is time to act. As the next president of the 
United States, I will.'
 
------------ --------- --------- --------- --------- --------- --
 
menurut hemat saya, intervensi thd market yg dilakukan melalui kebijakan2 di 
atas pasti memiliki dampak thd pengembangan wilayah...hanya seperti apa 
bentuknya kita pasti memerlukan detail kebijakan yg lebih dalam...
 
salam..
 


--- On Sat, 11/22/08, efha_mardiansjah@ yahoo.com <efha_mardiansjah@ yahoo.com> 
wrote:

From: efha_mardiansjah@ yahoo.com <efha_mardiansjah@ yahoo.com>
Subject: Re: [referensi] Re: Apa yg akan Obama lakukan?
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Date: Saturday, November 22, 2008, 2:38 PM









Kang Deden & rekan milister semua,
 
Saya sependapat dengan apa yang dikemukakan oleh Kang Deden dalam posting di 
bawah. Namun saya ingin mengajak kepada Kang Deden & rekan milister semua untuk 
berpikir lebih kritis dalam mencari relasi antara (kemungkinan dari) kebijakan 
Obama dengan praktek-praktek pengembangan dan pembangunan wilayah. 
 
Saya ingin berangkat dari tiga buah gagasan green atau environmental friendly 
program, yang mungkin akan menjadi kebijakan Obama dalam mengantisipasi krisis 
ekonomi di USA sekarang ini, yaitu di antaranya:

proyek energi utk mengurangi dependence on oil
investasi in mass transit
inovasi utk memproduksi kendaraan hybrids atau battery teknology
 
Ketika bicara tentang proyek energi untuk mengurangi ketergantungan terhadap 
minyak, saya berpikir energi nuklir bukan merupakan pilihan utama bagi Obama 
(mengingat proyek energi nuklir yang dikembangkan di TVA di tahun 1970'an 
sebagai respon pertumbuhan ekonomi besar-besaran di kawasan tsb di tahun 1960an 
mendapat tentangan hebat dan akhirnya TVA harus melakukan investasi besar untuk 
pemulihan kualitas lingkungan di sana). Jadi, pilihan sumber energi yang lain 
adalah bio-fule, air, angin, dan arus/gelombang. 
 
Pilihan-pilihan (atau kombinasi dari pilihan) tersebut merupakan 
pilihan-pilihan yang bersifat region-based, artinya pilihan-pilihan tsb bukan 
pilihan-pilihan yang bisa dilakukan di sembarang tempat kecuali tempat-tempat 
tertentu yang memiliki sumber-sumber daya yang sesuai (atau mendukung) untuk 
pengembangannya. Bahkan wilayah tersebut (jumlahnya) harus cukup luas agar 
mampu mensubstitusi dari ketergantungan minya yang selama ini masih mendominasi 
penyediaan kebutuhan energi nasional USA (atau bahkan dunia). 
 
Oleh karena itu, pengembangan kebijakan dari pilihan tsb, harus diikuti oleh 
kebijakan pelestarian potensi sumber daya (atau sumber daya pendukung) -nya. 
Misalnya, ketika Obama ingin melakukan pilihan terhadap sumber daya angin untuk 
non-oil energy alternative, dan bukan dengan bio-fuel karena tidak ingin 
mempengaruhi food security-nya, maka beberapa kawasan di wilayah Mid-West 
(mohon Kang Deden koreksi, kalau contoh wilayah ini tidak terlalu tepat) perlu 
di-proteksi agar ketersediaan sumber daya angin bagi pengembangan energi bisa 
dipastikan. Karena ini menyangkut suatu wilayah yang sangat luas (untuk 
pembangunan ratusan bahkan ribuan kincir angin, jaringan infrastruktur 
pengumpul maupun distribusi, dll), maka strategi pengembangan wilayah di 
kawasan-kawasan tersebut perlu dilakukan. Tanpa strategi yang tepat, maka 
investasi jutaan/miliaran dolar AS yang ditanamkan, bisa jadi, akan tidak 
optimal karena pada beberapa waktu berikutnya sumber daya angin
 yang ada (yang hanya tersedia di beberapa kawasan tertentu) tidak lagi 
tersedia karena rusaknya bentang alam dan morfologi wilayah yang berubah. 
Kondisi ini mirip seperti kebijakan pengembangan daerah penyangga yang 
menetapkan Bekasi, Tangerang dan Bogor sebagai penyangga Jakarta di tahun 
1980an (mohon koreksi kalau tidak terlalu tepat), yang "menghasilkan kebutuhan" 
penyangga berikutnya bagi Bekasi, tangerang dan Bogor di era 2000an. 
 
Dalam pengembangan mass transit, saya yakin hal tsb tidak bisa dilakukan di 
seluruh kota USA karena menyangkut skala ekonomi yang dibutuhkan. Misalnya 
kebijakan tsb hanya akan dilakukan pada kota-kota USA yang berpenduduk 500ribu 
jiwa lebih. Berapa banyak kota-kota spt itu yang belum punya mass-transit di 
USA? Ini juga menjadi pertanyaan. Selanjutnya, apakah seluruh kota tersebut 
akan "serempak" dibangun mass-transit? Saya agak menyangsikan. Hal yang lebih 
mungkin adalah memberikan prioritas kepada beberapa kota tertentu, dengan 
memberikan "bantuan" kepada pemerintah kota (lokal) dan atau negara bagian yang 
mendapat prioritas pengembangannya. Apabila hal itu yang dilakukan nanti, 
kota-kota USA mana sajakah yang diprioritaskan? Dan kenapa kota-kota tersebut 
diprioritaskan lebih dulu? Hal ini juga merupakan suatu kebijakan pengembangan 
wilayah dalam upaya mengantisipasi krisis yang terjadi. 
 
Beberapa pabrik mobil di Detroit aja akan Obama bantu milyaran dollar. Masak 
pemerintah lokal atau pemerintah negara bagiannya nggak dibantu, demikian 
premis saya dalam hal ini. 
 
Tentang mobil hybrid atau yg berbahan bakar listrik dengan menggunakan baterai, 
saya kurang bisa berandai-andai kecuali (mungkin) akan muncul kebutuhan 
fasilitas parkir yang dilengkapi oleh "charger" sehingga ketika mobil tsb 
diparkir maka sekalian untuk diisi baterainya.
 
Mohon tanggapan dari Om Deden dan rekan-rekan milister semua. Your opinion is 
very welcome so then we can develop our perspectives for the best of Indonesia, 
untuk menuju INDONESIA MULIA.... MULIA BANGSANYA... . MULIA RAKYATNYA... .
 
Salam,
 
Fadjar Undip


--- On Sat, 11/22/08, Deden Rukmana <dedenrukmana@ yahoo.com> wrote:

From: Deden Rukmana <dedenrukmana@ yahoo.com>
Subject: [referensi] Re: Apa yg akan Obama lakukan? (was: G20 Declaration - on 
global financial crisis)
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Date: Saturday, November 22, 2008, 10:24 AM





Mas Fadjar dan milister semua,
Sy ikut nimbrung dikit. TVA adalah salah satu program yg dikembangkan oleh 
pemerintahan FDR utk mengatasi Great Depression, masih banyak yg lainnya, yg 
pada prinsipnya adalah intervensi pemerintah pada free market. Utk profesi 
planning, program2 yg dikembangkan oleh FDR adalah menjadi titik awal planning 
tradition in US. Dg mengimplementasikan nasihatnya Keynes yg interventionist 
government policy, apa yg dilakukan oleh FDR utk mengatasi Great Depression 
terbukti hasilnya. 
Bila dibandingkan dg Great Depression, crisis saat ini di US belumlah seberapa, 
minimal dilihat dari sisi unemloyment. Jaman Great Depression, a third of US 
workers got laid off. Saat ini unemployment masih dibawah 10%, meskipun angka 
masih bisa bertambah misalnya bilamana krisis di three automakers tidak 
diatasi. Krisis saat ini memang bikin ekonom dan politisi berpikir keras utk 
menghindari edisi kedua of Great Depression. 
Obama, spt halnya FDR yg berasal dari partai Democrat yg platformnya adalah 
liberal dlm konteks intervensi pemerintah dalam free market, akan membuat 
kebijakan utk menyediakan lapangan pekerjaan. Tapi saat ini adalah berbeda 
dg era Great Depression. Setahu saya, program pengembangan wilayah spt TVA 
tidak atau belum digagaskan. Yg sekarang digagaskan adalah green 
atau environmental friendly program, diantaranya:

proyek energi utk mengurangi dependence on oil
investasi in mass transit
inovasi utk memproduksi kendaraan hybrids atau battery teknology
Terus apa yg bisa kita pelajari buat Indonesia, yg juga menerima imbasnya dari 
krisis di US ini? Menerapkan nasihatnya Keynes dan belajar dari Great 
Depression, sy bisa sampaikan diantara serap dana APBN utk pembangunan sektor 
riil, khususnya di daerah. Bangun proyek infrastruktur yg padat karya, yg juga 
mengembangkan permanent employment di daerah2. Distribusikan anggaran yg besar 
dari APBN ini jauh dari Jakarta, utk menggembosi peran Jakarta yg terlalu 
dominan dalam ekonomi Indonesia. Kalau mau mencontoh yg digagaskan Obama, yg 
kita juga mesti bangun green projects. 
Sekian dulu.

Salam dari Savannah,
Deden Rukmana
 

--- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, efha_mardiansjah@ ... wrote:
>
> Mbak Nita dan rekans referensiers ysh,
>  
> Saya ngajak diskusi ttg apa yg Obama akan lakukan dalam mengantisipasi 
> "krisis ekonomi dunia 2008" karena setidaknya krisis ini adalah krisis 
> ekonomi besar kedua yang dialami oleh USA. Yang pertama, yaitu di tahun 1930, 
> merupakan krisis ekonomi yang melahirkan pendekatan pengembangan wilayah 
> secara mendunia. Itu diawali oleh Franklin D. Roosevelt dengan membangun 
> Tennessee Valley Authority (TVA). TVA dibangun sebagai suatu otoritas 
> pembangunan ekonomi wilayah di Tenessee, sebagai salah satu respon beliau 
> terhadap Great Depression di tahun 1930 (GD30), selain pembangunan 
> infrastruktur interstate highways. 
>  
> Menariknya, bahkan sebelum sebelum GD30 pun Tennessee merupakan salah satu 
> state yang "tertinggal" di USA. Penduduknya miskin, banyak yang terserang 
> malaria, pertaniannya rapuh dan banyak hal buruk yang terjadi di Tennessee.. 
> Tapi, setelah TVA dibangun di tahun 1933, dengan salah satu proyek besarnya 
> adalah pembangunan bendungan raksasa (hydropower) , banyak kemajuan yang 
> terjadi. Bahkan karena dibangunnya bendungan dan pengaturan navigasi serta 
> pembangunan pabrik- pabrik pupuk di TVA, kemajuan ekonomi Tenneessee menjadi 
> sangat tinggi di tahun 60an. 
>  
> Hal yang menarik lain adalah, TVA merupakan wilayah studinya Friedmann, yang 
> kita tahu beliau adalah "bapak"-nya regional development, dalam menyelesaikan 
> tesis PhD-nya. Walaupun kemudian buku-bukunya Friedmann banyak bercerita 
> tentang regional development dan urbanisasi di negara berkembang, sebagai 
> hasil dari pengalaman beliau di Chile dan beberapa negara Amerika Latin 
> lainnya , saya yakin pengalamannya di TVA (Friedman juga sempat bekerja 
> beberapa lama di TVA ) banyak menyumbangkan dasar pemikiran-pemikiran nya 
> dalam regional development. 
>  
> Dari pemikiran ini, saya yakin Obama (USA) akan sangat memperhatikan 
> pengalamannya mengatasi GD30 dalam mengantisipasi krisis ekonomi dunia yg 
> sekarang sedang berada di ambang pintunya. Bisa jadi, pendekatan regional 
> development juga akan banyak dilakukan selain pendekatan-pendekat an moneter 
> dan fiskal. 
>  
> Kalau kita bisa diskusikan hal itu, saya yakin akan banyak manfaat yang bisa 
> kita ambil untuk Indonesia. 
>  
> Terima kasih.
>  
> Salam,
>  
> Fadjar Undip
>  








 














      

Kirim email ke