Mas Fadjar dan milister semua,
Sy ikut nimbrung dikit. TVA adalah salah satu program yg dikembangkan
oleh pemerintahan FDR utk mengatasi Great Depression, masih banyak yg
lainnya, yg pada prinsipnya adalah intervensi pemerintah pada free
market. Utk profesi planning, program2 yg dikembangkan oleh FDR adalah
menjadi titik awal planning tradition in US. Dg mengimplementasikan
nasihatnya Keynes yg interventionist government policy, apa yg dilakukan
oleh FDR utk mengatasi Great Depression terbukti hasilnya.
Bila dibandingkan dg Great Depression, crisis saat ini di US belumlah
seberapa, minimal dilihat dari sisi unemloyment. Jaman Great Depression,
a third of US workers got laid off. Saat ini unemployment masih dibawah
10%, meskipun angka masih bisa bertambah misalnya bilamana krisis di
three automakers tidak diatasi. Krisis saat ini memang bikin ekonom dan
politisi berpikir keras utk menghindari edisi kedua of Great Depression.
Obama, spt halnya FDR yg berasal dari partai Democrat yg platformnya
adalah liberal dlm konteks intervensi pemerintah dalam free market, akan
membuat kebijakan utk menyediakan lapangan pekerjaan. Tapi saat ini
adalah berbeda dg era Great Depression. Setahu saya, program
pengembangan wilayah spt TVA tidak atau belum digagaskan. Yg sekarang
digagaskan adalah green atau environmental friendly program,
diantaranya:
* proyek energi utk mengurangi dependence on oil
* investasi in mass transit
* inovasi utk memproduksi kendaraan hybrids atau battery teknology
Terus apa yg bisa kita pelajari buat Indonesia, yg juga menerima
imbasnya dari krisis di US ini? Menerapkan nasihatnya Keynes dan belajar
dari Great Depression, sy bisa sampaikan diantara serap dana APBN utk
pembangunan sektor riil, khususnya di daerah. Bangun proyek
infrastruktur yg padat karya, yg juga mengembangkan permanent employment
di daerah2. Distribusikan anggaran yg besar dari APBN ini jauh dari
Jakarta, utk menggembosi peran Jakarta yg terlalu dominan dalam ekonomi
Indonesia. Kalau mau mencontoh yg digagaskan Obama, yg kita juga mesti
bangun green projects.
Sekian dulu.
Salam dari Savannah,
Deden Rukmana
--- In [email protected], [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> Mbak Nita dan rekans referensiers ysh,
>
> Saya ngajak diskusi ttg apa yg Obama akan lakukan dalam mengantisipasi
"krisis ekonomi dunia 2008" karena setidaknya krisis ini adalah krisis
ekonomi besar kedua yang dialami oleh USA. Yang pertama, yaitu di tahun
1930, merupakan krisis ekonomi yang melahirkan pendekatan pengembangan
wilayah secara mendunia. Itu diawali oleh Franklin D. Roosevelt dengan
membangun Tennessee Valley Authority (TVA). TVA dibangun sebagai suatu
otoritas pembangunan ekonomi wilayah di Tenessee, sebagai salah satu
respon beliau terhadap Great Depression di tahun 1930 (GD30), selain
pembangunan infrastruktur interstate highways.
>
> Menariknya, bahkan sebelum sebelum GD30 pun Tennessee merupakan salah
satu state yang "tertinggal" di USA. Penduduknya miskin, banyak yang
terserang malaria, pertaniannya rapuh dan banyak hal buruk yang terjadi
di Tennessee. Tapi, setelah TVA dibangun di tahun 1933, dengan salah
satu proyek besarnya adalah pembangunan bendungan raksasa (hydropower),
banyak kemajuan yang terjadi. Bahkan karena dibangunnya bendungan dan
pengaturan navigasi serta pembangunan pabrik-pabrik pupuk di TVA,
kemajuan ekonomi Tenneessee menjadi sangat tinggi di tahun 60an.
>
> Hal yang menarik lain adalah, TVA merupakan wilayah studinya
Friedmann, yang kita tahu beliau adalah "bapak"-nya regional
development, dalam menyelesaikan tesis PhD-nya. Walaupun kemudian
buku-bukunya Friedmann banyak bercerita tentang regional development dan
urbanisasi di negara berkembang, sebagai hasil dari pengalaman beliau di
Chile dan beberapa negara Amerika Latin lainnya , saya yakin
pengalamannya di TVA (Friedman juga sempat bekerja beberapa lama di TVA
) banyak menyumbangkan dasar pemikiran-pemikirannya dalam regional
development.
>
> Dari pemikiran ini, saya yakin Obama (USA) akan sangat memperhatikan
pengalamannya mengatasi GD30 dalam mengantisipasi krisis ekonomi dunia
yg sekarang sedang berada di ambang pintunya. Bisa jadi, pendekatan
regional development juga akan banyak dilakukan selain
pendekatan-pendekatan moneter dan fiskal.
>
> Kalau kita bisa diskusikan hal itu, saya yakin akan banyak manfaat
yang bisa kita ambil untuk Indonesia.
>
> Terima kasih.
>
> Salam,
>
> Fadjar Undip
>