Parade dijawab parodi.. :-)

> -       WaliKota Tarakan, pak Jusuf Serang Kasim, dengan mimpi menjadikan
kotanya seperti Little Singapore, meng

BBM = Baru Bisa Mimpi


> -       WaliKota Jogjakarta, Pak Herry Zudianto, yang menata mulai dari
yang sederhana, menciptakan banyak ruang hijau, menata pedagang kaki lima

Jogjakarta dan Jakarta, beda namanya dikit, tapi yang satu masih mengurusi
kaki lima, yang lain bisa ngurusin "kaki tangan aglomerasi"


> -       Bupati Gorontalo, David B.Akib, yang menggelindingkan mobile
government-nya,dan mendorong produk hasil pertanian

Ehm, apa bisa mobile dengan baik kalau nggak ada jalan tol dalam kota
seperti Jakarta?


> -       WaliKota Solo, Pak Joko Widodo, wali kaki lima, yang merelokasikan
pedagang kaki lima dengan memanusiakan mereka.

Sama aja kayak saudara dekatnya, Jogjakarta.


> -       Bupati Luwu Timur, Andi Hatta Marakarma, yang menjadikan Luwu
Timur lumbung padi

Sementara Jakarta sudah era informasi, ada juga yang masih era pertanian,
bahkan era industri pun belum (Toffler will have a good long laugh at this
one)


> -       WaliKota Makassar, Ilham Arif Sirajudin, yang membawa perubahan
pada pembangunan waterfront di kota Makassar dan public space-nya

Ya nanti pakai dayung aja, bensin masih susah di sekitar IBT..


> -       Bupati Jombang, Suyanto, yang menjadikan Puskesmas dan Rumahsakit
jadi idaman masy.dan menata kaklilima dengan bijak

Baru Puskesmas, sedang Jakarta udah punya Dharmais untuk kanker, Siloam
untuk eksekutif dan penjabat penting Indonesia yang memang selalu ingin
terus di Ibukota, dan bahkan bidan (apalagi dokter) sudah bisa
menangani Waterbirth
(kelahiran di dalam air) -- satu-satunya di Indonesia?
Dan ... kaki lima lagi? No comment..


> -       Bupati Badung, A.A.Gde Agung, yangmenyeimbangkan Badung Utara
dengan pertaniannya dan Selatan dengan pariwisatanya. Menjalin
kerjasamadengan kab/kotadisekitarnya

Sementara Jakarta konon akan bekerjasama dengan New York, Washington DC, dan
Hollywood, CA tentang bagaimana daerah kemaruk ini bisa tetap menjadi pusat
bisnis, sekaligus Ibukota, sekaligus kota industri sinetron..


> -       Walikota Sragen, Pak Untung Sarono, seorang dalang yang gila
digital. Mensetup jaringan online sehingga ia bisa memantau perkembangan di
tingkat desa/kecamatan.

Semoga bukan warnet..


> -       Walkota Blitar, Pak Djarot Syaiful Hidayat, yang melindungi dan
focus pada industry kecil. Melarang mall, tapi memfasilitasi tumbuhnya UKM
dan kaki lima.

UKM dan kaki lima bisa mimpi. Tapi tetap konglomerat Jakarta yang mimpin.


Salam,
Andri

Kirim email ke