Yah,.. semuanya berangkat dari mimpi,. Tinggal kita menanti, mimpi siapa yang ter-realisasi
Yang jelas, merengek-rengek minta ibukota menepi, bukan solusi . Hihihihi J Best Regards, Benedictus Dwiagus S. http://bdwiagus.blogspot.com http://bdwiagus.multiply.com "The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to watch somebody else doing it wrong, without comment." - T. H. White :::... Indo-MONEV ...::: Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People anywhere in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to the work on monitoring and evaluation and other related development issues including development aid works, particularly in Indonesia. Join in by sending an email to: [email protected] From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Mohammad Andri Budiman Sent: 26 December 2008 16:02 To: [email protected] Subject: [referensi] Parodi 10 Best Practice-TEMPO Parade dijawab parodi.. :-) > - WaliKota Tarakan, pak Jusuf Serang Kasim, dengan mimpi menjadikan kotanya seperti Little Singapore, meng BBM = Baru Bisa Mimpi > - WaliKota Jogjakarta, Pak Herry Zudianto, yang menata mulai dari yang sederhana, menciptakan banyak ruang hijau, menata pedagang kaki lima Jogjakarta dan Jakarta, beda namanya dikit, tapi yang satu masih mengurusi kaki lima, yang lain bisa ngurusin "kaki tangan aglomerasi" > - Bupati Gorontalo, David B.Akib, yang menggelindingkan mobile government-nya,dan mendorong produk hasil pertanian Ehm, apa bisa mobile dengan baik kalau nggak ada jalan tol dalam kota seperti Jakarta? > - WaliKota Solo, Pak Joko Widodo, wali kaki lima, yang merelokasikan pedagang kaki lima dengan memanusiakan mereka. Sama aja kayak saudara dekatnya, Jogjakarta. > - Bupati Luwu Timur, Andi Hatta Marakarma, yang menjadikan Luwu Timur lumbung padi Sementara Jakarta sudah era informasi, ada juga yang masih era pertanian, bahkan era industri pun belum (Toffler will have a good long laugh at this one) > - WaliKota Makassar, Ilham Arif Sirajudin, yang membawa perubahan pada pembangunan waterfront di kota Makassar dan public space-nya Ya nanti pakai dayung aja, bensin masih susah di sekitar IBT.. > - Bupati Jombang, Suyanto, yang menjadikan Puskesmas dan Rumahsakit jadi idaman masy.dan menata kaklilima dengan bijak Baru Puskesmas, sedang Jakarta udah punya Dharmais untuk kanker, Siloam untuk eksekutif dan penjabat penting Indonesia yang memang selalu ingin terus di Ibukota, dan bahkan bidan (apalagi dokter) sudah bisa menangani Waterbirth (kelahiran di dalam air) -- satu-satunya di Indonesia? Dan ... kaki lima lagi? No comment.. > - Bupati Badung, A.A.Gde Agung, yangmenyeimbangkan Badung Utara dengan pertaniannya dan Selatan dengan pariwisatanya. Menjalin kerjasamadengan kab/kotadisekitarnya Sementara Jakarta konon akan bekerjasama dengan New York, Washington DC, dan Hollywood, CA tentang bagaimana daerah kemaruk ini bisa tetap menjadi pusat bisnis, sekaligus Ibukota, sekaligus kota industri sinetron.. > - Walikota Sragen, Pak Untung Sarono, seorang dalang yang gila digital. Mensetup jaringan online sehingga ia bisa memantau perkembangan di tingkat desa/kecamatan. Semoga bukan warnet.. > - Walkota Blitar, Pak Djarot Syaiful Hidayat, yang melindungi dan focus pada industry kecil. Melarang mall, tapi memfasilitasi tumbuhnya UKM dan kaki lima. UKM dan kaki lima bisa mimpi. Tapi tetap konglomerat Jakarta yang mimpin. Salam, Andri

