Pak Aby, Cak Andri, Pak Dwiagus dan rekans ysh, Oke, kalau nulisnya dengan huruf kecil. Yang saya komentari kan sudut pandang, untuk ide yang bisa saja sama. Ambil contoh kalimat yang netral. "Aku benci pantai, karena itu aku tidak melihat pasir putih, tak ada debur ombak, tak ada nyiur melambai. Aku tidak suka bau ikan." Apa yang masuk di pikiran kita? Tentu pantai, pasir putih, ombak, nyiur melambai. Walau tertulis kata "benci, tidak, tak." Dan adakah ide tentang "gunung, air terjun" di situ. Karena itu kalau cinta gunung sebaiknya fokus mikir gunung. Jangan terus-terusan membenci pantai, nyari refrensi pantai. Pikirkan saja gunung, diskusi dan kumpul referensi tentang gunung. Dalam analisis wacana (discourse) ataupun analisis content pemikiran yang berkembang dievaluasi berdasarkan dominasi kata yang disebut. Salam, Risfan Munir

