He-he-he..lucu juga. Revisi atau tidak revisi PP RTRWN itu, Lhokseumawe, 
Meulaboh, Ktueng Geukeuh, Aceh barat Daya, Calang, dsb itu khan nggak ngaruh. 
Kecuali kalau status PKN, PKWN, PKL, dan sebagainya itu merupakan variabel yang 
menentukan jumlah DAK dan DAK.
 
Thanks. CU. BTS.

--- On Wed, 1/14/09, Benedictus Dwiagus Stepantoro <[email protected]> wrote:

From: Benedictus Dwiagus Stepantoro <[email protected]>
Subject: [referensi] [KOMPAS]Pemerintah Diminta Revisi PP RTRW -- PKN di NAD
To: [email protected]
Date: Wednesday, January 14, 2009, 10:56 AM








Pembangunan di daerah sangat tergantung oleh status PKN ini ya rupanya,….
 

 
TATA RUANG
Pemerintah Diminta Revisi PP RTRW
Rabu, 14 Januari 2009 | 00:02 WIB
Banda Aceh, Kompas - Pemerintah pusat diminta melakukan revisi Peraturan 
Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Tata Ruang Nasional. Beberapa hal di 
dalam peraturan pemerintah tersebut dinilai tidak sesuai lagi dengan kondisi 
kekinian Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Badan Perencanaan Pembangunan Provinsi 
NAD Hamdani, ditemui di Banda Aceh awal pekan ini, menyatakan, ketidaksesuaian 
dengan kondisi kekinian Aceh akan menghambat perencanaan pembangunan di 
beberapa kawasan provinsi ini.
Dia menjelaskan, berdasarkan peraturan pemerintah tersebut, pemerintah pusat 
menetapkan pusat kegiatan nasional ada di wilayah administrasi Kota 
Lhokseumawe. Padahal, menurut dia, aktivitas pelabuhan untuk kepentingan 
distribusi barang berada di Pelabuhan Krueng Geukeuh, yang selama ini sudah 
masuk ke dalam wilayah administrasi Kabupaten Aceh Utara.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota 
Lhokseumawe, wilayah Pelabuhan Krueng Geukeuh dimasukkan dalam wilayah 
administrasi Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.
”PKN- nya sudah masuk ke wilayah administrasi pemerintahan lain. Ini harus 
diperhatikan,” katanya.
Selain itu, berdasarkan PP terbaru, pusat kegiatan nasional wilayah aceh adalah 
Lhokseumawe, Banda Aceh, dan Meulaboh. Namun, menurut Hamdani, berdasarkan 
perhitungan tim ekonomi pemerintah Aceh, mereka mengusulkan wilayah pusat 
kegiatan ekonomi nasional di kawasan pantai barat di Kabupaten Aceh Barat Daya. 
Sementara Meulaboh (Kabupaten Aceh Barat) diusulkan menjadi pusat kegiatan 
wilayah saja.

Menurut Hamdani, pengusulan Kabupaten Abdya (Aceh Barat Daya) sebagai pusat 
kegiatan nasional kawasan pantai barat selatan Aceh dinilai tepat karena 
wilayah-wilayah lain di pantai barat tidak cukup strategis. Menurut Hamdani, 
kota-kota kabupaten, seperti Meulaboh, Calang (Aceh Jaya), Tapaktuan, 
Subulussalam hingga Singkil sudah cukup berkembang setelah pembangunan 
pascatsunami. (MHD)
 
 
Best Regards,
 
Benedictus Dwiagus S.
http://bdwiagus. blogspot. com
http://bdwiagus. multiply. com 
 
"The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to 
watch somebody else doing it wrong, without comment."  - T. H. White
 
:::... Indo-MONEV ...:::
Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People anywhere 
in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to the work on 
monitoring and evaluation and other related development issues including 
development aid works, particularly in Indonesia.
Join in by sending an email to:  indo-monev-subscrib e...@yahoogroups. com 
Find also Indo-MONEV in facebook: http://www.facebook .com/group. 
php?gid=34091848 127&ref=ts 
  














      

Kirim email ke