Pak BSP ysm,

Memang maksud saya underpass untuk jalan rel, termasuk stasiunnya.

Dalam rangka kenduri nasional beberapa waktu mendatang, apa 'jalur
pemotong' itu dapat dibuka dulu untuk previlege jalur yang bapak maksud?
Saya lihat Mangkubumi sudah kering kerontang.

Terima kasih dan mohon maaf sebelumnya pak. Salam.

-ekadj


--- In [email protected], "bspr...@..." <bspr...@...> wrote:
>
>
> Uda Eka ysm, rekan milister.
>
> Uda benar memang sudah dibuat perencanaan untuk penutupan Malioboro
secara permanen. Jalan itu hanya akan dipergunakan untuk kendaraan non
motor (kecuali busway), dan kendaraan pelayan khusus seperti pemadam
kebakaran, sampah.
>
> Ternyata konsep yang sudah sangat matang itu tidak berani dilaksanakan
oleh Walikota. Alasannya ada desakan dari pihak pemilik kegiatan di
sepanjang Malioboro. Jadi ini masih proses tarik ulur.
>
> Untuk setasiun Tugu, yang pasti jalan tidak mungkin membuat Malioboro
sebagai underpass. Hal ini terkait dengan sumbu spiritual kota yang
memanjang dari Parang Kusuma di Parang Tritis-Panggung
Krapyak-Kraton-Tugu Pal Putih-Gunung Merapi. Ini merupakan suatu sumbu
imajiner yang dipercayai oleh masyarakat jogjas sebagai sumbu kekuatan
kota (baca: masyarakat termasuk keraton).
>
> Karena itulah dengan cerdik Belanda membuat jalur kereta api memotong
jalur itu. Dan mereka secara pandai memotongnya di antara Kraton dan
Tugu Pal Putih yang dianggap sebagai simbol perjalanan hidup manusia.
Ini misalnya akan beda kalau diambil di selatan kraton yang dalam
kepercayaannya adalah simbol alam sebelum kelahiran (ada bagian dari
kraton yang namanya Kemandungan dari kata kandungan).
>
> Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah menurunkan jalan kereta api.
Hal inipun sudah dibuat perencanaannya. Namun sampai sekarang belum ada
implementasinya.
>
> Begitu Uda sekedar informasi kecil dari jogja
>
> bambang sp
>



Kirim email ke