+++: “……BTW, saya sudah baca laporan bank dunia....... .menarik, jadi untuk
membangun KTI memang tidak perlu mengurangi proses aglomerasi kota-kota
besar.....”.
>>>: (1). Utk klarifikasi atau kesamaan pokok bahasan….bolehkah saya mohon
>>>kutipan paragraf laporan World Bank itu yg menjadi acuan?........ (2).
>>>Kalimat ”membangun KTI tanpa mengurangi proses aglomerasi kota-kota besar”
>>>ini bisa menjadi kalimat bersayap atau punya 2 makna ganda yg sangat berbeda
>>> lho pak….. pertama (2a). membangun KTI tanpa mengurangi proses aglomerasi
>>>kota2 besar… tapi di KTI itu sendiri tetap dilakukan upaya aglomerasi (yg
>>>selalu saya kemukakan sekitar ‘begitu’ juga)….. atau (2b). membangun KTI
>>>tanpa mengurangi proses aglomerasi kota2 besar… tapi di KTI itu sendiri
>>>samasekali tidak dilakukan suatu upaya apapun utk mengembangkan
>>>aglomerasi……. Nah, adakah dari 2 pilihan saling berbeda ini yg kira2 agak
>>>sesuai dgn selera bapak?..........
+++: “….Kalau baca kompas tentang pidatonya SBY di Unbraw.....kelihata nnya
presidenpun tidak bisa berbuat apa-apa untuk memeratakan pembangunan. ..”.
>>>: Manusia memang bukan Tuhan…. Jadi tentu tak akan mampu menguasai semua
>>>masalah kehidupan dan aspek pembangunan didunia ini sendirian…..… maka itu
>>>manusia ditakdirkan harus saling bekerjasama/ tolong menolong…… atau apakah
>>>ini sedikit cara utk mencari suatu ‘pembenaran’ kah?…..
Salam,
aby
On 29/1/09, 4:56 PM "Aunur rofiq" <aunurrofiqh...@.........> wrote:
Bung Nuzul, memang kalau dilihat kegagalan pasar seperti yang anda sebutkan,
ternyata neoliberal juga mengakui peran pemerintah seperti membangun akses,
mengurangi entry barrier bagi warung baru....jadi tetap saja perlu peran
pemerintah.
BTW, saya sudah baca laporan bank dunia....... .menarik, jadi untuk membangun
KTI memang tidak perlu mengurangi proses aglomerasi kota-kota besar.....
Kalau baca kompas tentang pidatonya SBY di Unbraw.....kelihata nnya presidenpun
tidak bisa berbuat apa-apa untuk memeratakan pembangunan. ..
Salam
Aunur Rofiq