Bang Jehan ysh.,

Yupl, Bang, isu Provinsi Tapanuli (Protap) ini  kental sekali nuansa
SARA-nya, telah bertahun-tahun menjurus  pemaksaan kehendak, dan hari
inilah puncak kebrutalannya.
Siapa dalangnya? Seperti si buta berasian: terasa ada terkatakan tidak.

Berikut komentar seorang alumnus ITB (name undisclosed) asal Sumut di
milis sebelah:


---excerpt begins---

Ironis sekali memang, hanya karena kepentingan pihak yang ingin berkuasa di
daerah tapanuli..

Ada satu harian yang terbit dari Medan, isinya tentang proses pembentukan
Protap ini melulu.
Terasa sekali ambisi dari sang pemilik harian..

Besok saya ingin tau apa yang dituliskannya di headline harian tersebut..

---excerpt ends---


Menurut saya, "harian" yang dimaksud tersebut fungsi utamanya adalah
broadcast dan propaganda saja. Namun, tidak ada salahnya polisi
menyidik mulai dari sini, agar bisa diketahui siapa think-thank dan
penyandang dananya, baik di Sumut sendiri maupun pihak-pihak yang
"bermain" di Jakarta.
Tidak terbayangkan apabila Sumut menjadi Ambon kedua.

Salam,
Andri


2009/2/3 Jehan Siregar <[email protected]>:
> Innalillahi wainna ilaihi rajiuun... semoga almarhum diterima di sisi Allah
> SWT dan diterima amal-amal salehnya... amiin...
>
> Ndri, aku baru liat tv kejadian demo itu... wow... sadisnya... geleng2
> kepala aku. kaco kali.
> Yang buat nggak enak itu, yang demo pada pake jaket kuning pulak.. mirip
> Golkar dan jaket UI jadinya.
>
> Gejala apa ini? nggak habis pikir aku... kalo nggak ditangani dengan
> bijaksana kayaknya Sumut bisa rawan nih ke depannya. Ada nuansa saranya
> soalnya.
>
> salam duka,
> Jehan
>
>
>
>
> --- On Tue, 2/3/09, Mohammad Andri Budiman <[email protected]> wrote:
>
> From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]>
> Subject: [referensi] Anarkis: Ketua DPRD Sumut Tewas Dipukuli Demonstran
> To: [email protected]
> Date: Tuesday, February 3, 2009, 6:54 PM
>
> Mudah-mudahan dari Pusat ada yang care. Jangan karena Sumut jauh dari
> Jakarta (dan juga dengan alasan "klasik" otonomi daerah: setiap daerah
> harus mengurus dirinya sendiri), Pemda/Bakorstanasda di Sumut setempat
> harus menyelesaikan ini sendirian.
>
> Macet di Jakarta saja nyaris selalu menjadi problem nasional, dibahas
> di berbagai media, seolah-olah seluruh RI akan lenyap gara-gara
> Jakarta macet. Betul-betul regional inequalities ini sudah menjadikan
> ada daerah Kasta Brahma yang selalu mendapat prioritas dan daerah lain
> sebagai Kasta Sudra.
>
> Mohon perhatiannya deh, Bapak dan Ibu di Pusat yang terhormat.
> Perhatian, bukan sekedar komentar "Turut prihatin" seolah-olah sudah
> dan akan tetap peduli.
>
> Salam,
> Andri
>
> Sumber: http://www.detiknew s.com/read/ 2009/02/03/ 141431/1078792/
> 10/ketua- dprd-sumut- tewas-dipukuli- demonstran- polisi-bantah- lalai
>
> ---article begins---
>
> Selasa, 03/02/2009 14:14 WIB
> Ketua DPRD Sumut Tewas Dipukuli Demonstran, Polisi Bantah Lalai
> Khairul Ikhwan - detikNews
>
> Medan - Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut) Aziz Angkat tewas beberapa
> saat setelah dipukuli demonstran di gedung DPRD Sumut. Terkait hal
> ini, polisi membantah lalai dalam melakukan pengamanan.
>
> "Pengamanan yang kami lakukan sudah maksimal. Kami melibatkan sejumlah
> personel dari Polda Sumut, tapi demonstran memaksa masuk," kata
> Kapoltabes Medan, Kombes Pol Aton Suhartono, di gedung DPRD Sumut, Jl
> Iman Bonjol, Medan, Sumut, Selasa (3/2/2009).
>
> Aton menambahkan, pihaknya masih menyelidiki sebab-sebab kematian
> politisi Partai Golkar itu. Jika memang akibat pemukulan, pihaknya
> berjanji akan segera menangkap pelaku.
>
> "Tapi hingga saat ini belum satu orang pun yang kami amankan terkait
> kejadian ini," ujar Aton.
>
> Seperti diberitakan sebelumnya, Aziz dipukuli demonstran yang menuntut
> pembentukan Provinsi Tapanuli di DPRD Sumut. Belum diketahui pasti
> mengapa para demonstran bersikap anarkis. Namun ada dugaan, mereka
> menilai selaku ketua DPRD Aziz tidak aspiratif.
>
> ---article ends---
>
> 

Kirim email ke