Mudah-mudahan dari Pusat ada yang care. Jangan karena Sumut jauh dari
Jakarta (dan juga dengan alasan "klasik" otonomi daerah: setiap daerah
harus mengurus dirinya sendiri), Pemda/Bakorstanasda di Sumut setempat
harus menyelesaikan ini sendirian.

Macet di Jakarta saja nyaris selalu menjadi problem nasional, dibahas
di berbagai media, seolah-olah seluruh RI akan lenyap gara-gara
Jakarta macet.  Betul-betul regional inequalities ini sudah menjadikan
ada daerah Kasta Brahma yang selalu mendapat prioritas dan daerah lain
sebagai Kasta Sudra.

Mohon perhatiannya deh, Bapak dan Ibu di Pusat yang terhormat.
Perhatian, bukan sekedar komentar "Turut prihatin" seolah-olah sudah
dan akan tetap peduli.

Salam,
Andri


Sumber: 
http://www.detiknews.com/read/2009/02/03/141431/1078792/10/ketua-dprd-sumut-tewas-dipukuli-demonstran-polisi-bantah-lalai

---article begins---

Selasa, 03/02/2009 14:14 WIB
Ketua DPRD Sumut Tewas Dipukuli Demonstran, Polisi Bantah Lalai
Khairul Ikhwan - detikNews

Medan - Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut) Aziz Angkat tewas beberapa
saat setelah dipukuli demonstran di gedung DPRD Sumut. Terkait hal
ini, polisi membantah lalai dalam melakukan pengamanan.

"Pengamanan yang kami lakukan sudah maksimal. Kami melibatkan sejumlah
personel dari Polda Sumut, tapi demonstran memaksa masuk," kata
Kapoltabes Medan, Kombes Pol Aton Suhartono, di gedung DPRD Sumut, Jl
Iman Bonjol, Medan, Sumut, Selasa (3/2/2009).

Aton menambahkan, pihaknya masih menyelidiki sebab-sebab kematian
politisi Partai Golkar itu. Jika memang akibat pemukulan, pihaknya
berjanji akan segera menangkap pelaku.

"Tapi hingga saat ini belum satu orang pun yang kami amankan terkait
kejadian ini," ujar Aton.

Seperti diberitakan sebelumnya, Aziz dipukuli demonstran yang menuntut
pembentukan Provinsi Tapanuli di DPRD Sumut. Belum diketahui pasti
mengapa para demonstran bersikap anarkis. Namun ada dugaan, mereka
menilai selaku ketua DPRD Aziz tidak aspiratif.

---article ends---

Kirim email ke