Pak Nuzul ysh,

seperti juga di Amerika, di Prancis ini terdapat berbagai kelompok penganut 
mahzab yg berbeda... Salah satu penyusun WDR2009 tsb, Souleymane Coulibaly, 
kelihatannya dr kelompok neoklasik...demikian juga mantan chief economist WB 
Francois Bourguignon dan managing director IMF Dominique Strauss-Kahn...

Tapi memang selain neoklasik, di sini juga ada beberapa kelompok lain seperti 
Marxist seperti Myrdal (namun dgn alasan berbeda) menolak 
konvergensi...mengikuti tradisi Marxian, mereka percaya bahwa kapital cenderung 
terus terakumulasi menciptakan kesenjangan antar kelas sosial...dan ini juga 
berlaku utk ruang, ruang yg kaya akan semakin kaya meninggalkan ruang yg 
miskin, sehingga yg timbul adalah divergensi...

Selain itu juga ada kelompok yg menamakan diri New Socio-Economic Geography... 
mereka menolak NEG Krugman dgn menekankan bahwa faktor sosial dan institusi 
juga merupakan variabel penting dlm economic geography... kelompok ini banyak 
juga dipengaruhi kelompok French Regulation School nya Michel Aglietta yg 
labonya ada di kampus saya...

salam,

Eko.



--- On Sat, 1/31/09, Nuzul Achjar <[email protected]> wrote:
From: Nuzul Achjar <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Re: Laporan Bank Dunia
To: [email protected]
Date: Saturday, January 31, 2009, 9:53 PM










    
            Pak Aunur, Pak BTS, dan teman-teman Referenciers,
 
Jelas sekali pak Aunur, pendekatan Bank Dunia adalah tipikal pendekatan 
neoklasik. Selalu asumsinya adalah bahwa jika mobilitas modal dan tenaga kerja 
antar daerah (khususnya daerah miskin dan kaya atau daerah urban yang lebih 
makmur dan rural yang miskin) tidak terhambat maka dalam jangka panjang akan 
terjadi konvergensi pendapatan per kapita. Secara akademik inilah yang disebut 
sebagai fenomena "absolut convergence" (konvergensi absolut). Apalagi jika 
misalnya pendidikan, infrastruktur di daerah yang tertinggal bisa dipacu, 
konvergensi menjadi lebih cepat. Yang terakhir ini disebut sebagai konvergensi 
bersyarat (conditional convergence) .

 
Logika penganut neoklasik sebenarnya sederhana. Jika mobilitas faktor produksi 
bisa bergerak bebas, maka tenaga kerja di (dalam konteks ini adalah rural) akan 
bergerak ke daerah urban untuk mencari upah yang lebih tinggi, sementara modal 
akan bergerak dari urban ke rural (asumsinya rural masih kekurangan modal). 

 
Lama kelamaan, tenaga kerja di urban kelebihan dan upah akan cenderung menurun, 
sementara modal dirasakan kurang karena mengalir ke daerah pedesaan.  
Sebaliknya, rural akan kekurangan tenaga kerja dan upah akan semakin naik dan 
pendapatan dari modal (marginal productivity of capital) akan turun. Dalam 
jangka panjang akan terjadi konvergensi pendapatan per kapita antara daerah 
rural dan urban.

 
Tidak usah heran pak Aurnur, salah satu advisor laporan Bank Dunia itu 
adalah pentolan neoclassical  economist dari London School of Economics and 
Political Science yang memperkenal konsep Beta dan Sigma Convergence. Rekan Eko 
van Parijs saya rasa mungkin senyum-senyum saja dengar cerita ini... 
rekan-rekan Prancis tampaknya punya cara pandag lain...mungkin lo... 

 
Pandangan neoklasik di atas bertentangan dengan pandangan Myrdal bahwa ketika 
daerah urban sedang tumbuh, ia akan menjaga momentum untuk tumbuh, sementara 
daerah rural yang tertinggal akan tetap tertinggal. Yang terjadi adalah 
divergensi.

 
Wassalam,
 
Nuzul Achjar
 
 
 
 
 

 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke