Terukur dan Tak Terukur Someone wrote: “…….Ada dua sifat planner yg sering saya hadapi. 1. Yg suka dgn pemikiran2 tapi tdk ada ukurannya. 2. Ada yg suka semuanya pengen terukur. Nah, tinggal pilih yg mana……..” Bbrp terlihat berkomentar dan memilih (2) “suka yg terukur”……. Yg itu artinya mengisyaratkan bhw (1) “yg suka dgn pemikiran2 tapi tdk ada ukurannya” dianggap salah atau 'kurang tepat'……. Boleh jadi begitu….. tapi bisa juga pembuatan perumusan kategorisasi diatas juga bisa tidak tepat2 amat….. lalu mereka yg disuruh memilih sama juga harus memilih 1 dari 2 perumusan kategori yg (tanpa sadar) bia juga tidak tepat2 benar…… Mereka yg diperumuskan sbg …(1) “suka dgn pemikiran2 tapi ‘tdk ada’ ukurannya” ….. belum tentu juga kalau dalam ‘pemikiran’ mereka disitu samasekali ‘nol’ tak ada sedikitpun terkandung parameter2 yg namanya “ukuran” itu….. krn dari yg namanya “pemikiran” itu sendiri sudah jelas2 terkandung perkembangan proses nilai2 “ukuran”… seperti dari “semula ia tidak ada”….. lalu ia kemudian “menjadi ada”… tapi “masih bersifat pemikiran awal”….. dimana “pemikiran” itu kemudian dapat berkembang menjadi “mulai memerlukan ukuran2/ nilai2”….. lalu setelah lahir “ukuran2”…. Maka lalu muncullah kebutuhan ttg “target konkretisasi” dan muncul keingin tahuan ttg “result”…… R&D saya kira adalah bagian maha penting dari kegiatan manusia….. yg urusan utamanya banyak menyangkut masalah2 yg serba “semula tidak ada”….. lalu “menjadi ada” bahkan meningkat menjadi “kebutuhan”…… dan tentu saja menjadi “ukuran2”…. Atau sebaliknya….. R&D bisa juga merupakan sebuah kerja panjang yg akhirnya menghasilkan kesimpulan bahwa apa2 yang semula dianggap “perlu” lalu bisa juga menjadi “tidak perlu”……. Sebaliknya dari mereka yg amat sangat… (2) “suka semuanya pengen terukur”……. Ini malah bisa jadi menimbulkan pertanyaan balik juga..… mereka ini sebenarnya sekaligus termasuk yg suka dgn “Pemikiran” (“baru”) “yg belum ada ukurannya” atau tidak…… sebab jangan2 mereka ini hanya mau menoleh saja pada “apa2 yg sudah jelas menjadi ‘produk jadi’ dan sudah serba jelas saja ukurannya” (padahal itu awalnya khan hasil dari “yg suka pemikiran” dimana awalnya “tidak ada” dan jelas mereka belum bicara ukuran2”nya dulu)…… Apa yg menurut saya malah “gawat” dari yg (2) “suka semuanya pengen terukur” …adalah mereka sepertinya selalu “lebih senang selalu berada digaris belakang” melulu …. Ialah berada diarea2 dimana segalanya sudah serba ‘terukur’ dan sudah serba ‘terpetakan’….. hasil dari kerja panjang R&D digaris depan yg serba penuh “pemikiran yg belum ada ukurannya”…. Serba penuh resiko, penuh tanda tanya dan sekaligus penuh trial and error…… Nah sekarang silahkan kembali memilih 1 dari 2 diatas……. Kalau bagi saya sih….. apapun pilihannya yg penting minumnya masih teh botol sosro………. Salam, aby

