Kaya foto anjing ya? Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Sugiono Ronodihardjo <[email protected]>
Date: Wed, 11 Mar 2009 04:41:04 To: [email protected]<[email protected]> Subject: RE: [referensi] Sebuah Renungan Renungkan foto terlampir mirip siapa ya ... ? To: [email protected] From: [email protected] Date: Tue, 10 Mar 2009 00:16:44 +0000 Subject: Re: [referensi] Sebuah Renungan Ha ha ha.........., Si anak tambah menjadi jadi nangisnya kalau denger ini. Powered by Telkomsel BlackBerry® From: Bambang Tata Samiadji Date: Mon, 9 Mar 2009 17:06:01 -0700 (PDT) To: <[email protected]> Subject: Re: [referensi] Sebuah Renungan Ha..ha..Bung Iman pagi-pagi sudah buat renungan..bagus! Saya mau tambahin alinea terakhir : "...Para perencanapun hanya berdebat hal hal normatif, teori hierarki kota, RTRWN, kawasan2 strategis Nasional dan lainnya..dan juga..RENUNGAN. Thanks. CU. BTS. --- On Mon, 3/9/09, [email protected] <[email protected]> wrote: > From: [email protected] <[email protected]> > Subject: [referensi] Sebuah Renungan > To: [email protected] > Date: Monday, March 9, 2009, 10:54 PM > Seorang anak menengadah menatap > Monumen Nasional (Monas). Ia bertanya inikah simbol ibukota > negara?, tinggi sekali, apa yang kau bisa berikan > kelak setelah aku besar nanti. Jawabnya: Tidak ada lagi > nak yang diharapkan dariku, saat ini diriku > terdehidrasi berat, lemas badanku, terlalu banyak manusia > rakus mengisap air dari tubuhku. Berkeringat akupun tak > sempat, dari tahun ke tahun aku mengamati dari > atas sini, banjir bukannya berkurang dan mereda, namun terus > semakin meluas, bahkan yg biasa tdk banjir dan tidak mungkin > banjir, sekarang banjir. Bangunan bersaing dengan tempat air > nak. Upaya yang selama ini dilakukan sepertinya hanya > pelipur lara saja. Berbagai ahli telah dikerahkan dan > seperti tahu yang perlu dikerjakan, tapi tdk bisa > dikerjakan. Saat inipun asmaku kumat, tidak ada lagi > oksigen yg bersih bernafas, ruang udara sudah terlalu > jenuh terkontaminasi, tak ada sudutpun yg bersih, usaha > usaha penghijauan itu hanya menyenang nyenangkan saja, > sedikit artinya dibandingkan dengan penyebabnya, 1 pohon 1 > orang itu bohong nak, karena yg terjadi 1 motor 1 orang, itu > yg dibutuhkan nak ketimbang pohon, karena tempat tinggal dgn > tempat kerja jaraknya berpuluh puluh km. Itulah kenapa udara > tidak bisa bersih. Angkutan umum tak sanggup aku > siapkan nak. Pemimpin kitapun yg punya ibukota ini, yang > satu berkantor disisi Utara dan yang satu lagi berkantor di > sisi Selatan, kini sedang berseteru ingin berebut kantor yg > sebelah Utara. Terus apa yang bisa disiapkan? Sejak > dari awal saya katakan, tidak ada lagi bisa saya siapkan > nak, sedih rasanya melihat masa depanmu nak. Sejak Bang Ali > (alm), Bang Samiun, Bang Dul, Bang Yoso dan Bang Fauzi > sepertinya semua membangun, tetapi semuanya tidak menunjukan > perbaikan. Para perencanapun hanya berdebat hal hal > normatif, teori hierarki kota, RTRWN, kawasan2 strategis > Nasional dan lainnya. Si anak berbalik menunduk, berjalan > lunglai, berderai air mata. Ini kah warisan orang > tuaku? Jakarta, 10 Maret 2009. Iman Soedradjat. > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > ------------------------------------ > > Komunitas Referensi > http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups > Links > > > mailto:[email protected] > > > _________________________________________________________________ NEW! Get Windows Live FREE. http://www.get.live.com/wl/all

