Terima kasih isyu ini diangkat. Tapi pagi-pagi perl saya lempar opini bahwa ini tanggung-jawab Pemerintah, c.q. Dep ESDM, Men LH, dan Pemda.
Tolong (awas!!) kepada pembaca Referensi jangan terus-terusan merasa tiap ada masalah, yang disalahkan Planner. Itu GR negatif namanya. He he he Salam, Risfan Munir -----Original Message----- From: danu primanto <[email protected]> Sent: Friday, April 03, 2009 10:39 AM To: alun alun <[email protected]>; kerabat antro <[email protected]>; Budaya Tionghoa <[email protected]>; cultural sociology <[email protected]>; diskusi perkotaan <[email protected]>; forum budaya <[email protected]>; greenmap <[email protected]>; indonesia kita <[email protected]>; indonesian studies <[email protected]>; IPO <[email protected]>; JKAI <[email protected]>; kerabat antropologi <[email protected]>; komunitas budaya <[email protected]>; komunitas dokumenter <[email protected]>; komunitas merapi <[email protected]>; komunitas referensi <[email protected]>; kunci cultural studies <[email protected]>; lingkungan <[email protected]>; narasi jakarta <[email protected]>; narasi yogya <[email protected]>; pantau komunitas <[email protected]>; perdamaian <[email protected]>; pers indonesia <[email protected]>; PersIndonesia <[email protected]>; ppi india <[email protected]>; pro poor <[email protected]>; urban poor <[email protected]>; warga kota <[email protected]> Subject: [referensi] (Semen Gresik vs Masyarakat Pati) : Mengapa Kami Menolak Pembangunan Pabrik Semen? http://www.facebook.com/note.php?note_id=49283528722&id=1337330705&index=25 Mengapa Kami Menolak Pembangunan Pabrik Semen? Wednesday, February 4, 2009 at 8:45pm Pegunungan kapur yang membentang dari desa Taban (Kudus) sampai kabupaten Tuban, atau yang biasa disebut sebagai pegunungan Kendeng, menjadi isu yang cukup hangat dibicarakan seiring dengan adanya rencana pendirian Pabrik Semen Gresik. PT. Semen Gresik (Persero) Tbk di pegunungan yang memiliki banyak mata air ini. Menurut rencana, pembangunan pabrik semen dengan kapasitas 2,5 juta ton/tahun ini akan memerlukan lahan sekitar 2000 ha. Lahan seluas ini nantinya akan digunakan untuk keperluan penambangan batu kapur seluas 900 ha yang terletak di Desa Tompegunung, Desa Sumbersoko, Desa Kedumulyo dan Desa Gadudero. Lokasi penambangan tanah liat seluas 500 ha terletak di Desa Gaduddero, Desa Kedumulyo, Desa Baturejo, Desa Kasiyan, dan Desa Sukolilo. Sedangkan lokasi pabrik semen seluas 75 ha terletak di desa Kedumulyo. Menurut penjelasan pihak PT Semen Gresik dalam sosialisasi di Kecamatan Kayen pada tanggal 16 Nopember 2008, PT. Semen Gresik membutuhkan beberapa bahan baku dan kebutuhan energi yang cukup besar untuk menjalankan operasinya

