He... he... he... Bos Eka ysh, Kalo pi-eic-di itu baru 3 sertifikat... Kalo 4 sertifikat itu udah lebih dari pi-eic-di... Konon katanya ada post-pi-eic-di... Itu kali kalo udah 4 sertifikat... Siancai... siancai.... teecu tak melihat gunung taisan di depan mata... Mohon maafkan teecu yang bodoh dan tak awas mendengar nasihat para siansu semua, he... he... he...he... Salam, Fadjar Undip
--- On Sat, 5/16/09, ffekadj <[email protected]> wrote: From: ffekadj <[email protected]> Subject: [referensi] Re: [OOT] Pimpinan Nasional Berbasis Kinerja To: [email protected] Date: Saturday, May 16, 2009, 12:08 AM Pak Risman ysh dan rekan-rekan geng kapak, terima kasih atas pontennya. Alhamdulillah ini berkat latihan kuda-kuda dan hawa murni yang bapak perintahkan sejak 2 tahun yang lalu, walaupun setahun sebelumnya saya sudah menolak dengan keras. Ini gara-gara setahun sebelumnya lagi saya ditolak untuk langsung mempelajari jurus ginkang, supaya bisa terbang kemana-mana seperti dalam 'crouching tiger hidden dragon'. Sekarang sedikit lebih mengerti wejangan bapak sebelum kembali naik gunung waktu itu. Mengenai ponten itu, alamak, sekali ikut kursus sertifikasi, langsung dapat 4 sertifikat : lwee-kang, hwa-kang, gin-kang, dan sin-kang; kalau di kemiliteran berarti sudah bintang 4, cuman belum pi-eic-di. Namun kata toako kita, Sang Pendekar Pedang Sakti, apa sih pi-eic-di itu? Kamsia-kamsia. Salam. -ekadj --- In refere...@yahoogrou ps.com, "risman" <par...@...> wrote: > > Yth Pak Mod Ekadj, > > Terima kasih gayung bersambut saya terjengkang oleh angin > kecepatan Pak Eka. Benar observasi khalayak, Pak Eka punya lwee-kang > hwa-kang gin-kang sin-kang sudah di tingkat Pandeka Minang yang jika > berjalan " ... semut terinjak tak mati, alu tertarung patah tigo!". > > SBY itu akan dicatat sejarah karena pelindung pemberantas > korupsi. Jangan sampai masuk perangkap jawa kuna lagi ... kita berdoa > terbentuknya paradigma baru di seputar cerita "hana caraka data sawala ..." > Adji Saka itu. > > > > Wassalam, > > RMaris > > > > _____ > > From: refere...@yahoogrou ps.com [mailto:referensi@ yahoogroups. com] On > Behalf > Of ffekadj > Sent: 15 Mei 2009 0:02 > To: refere...@yahoogrou ps.com > Subject: [referensi] Re: [OOT] Pimpinan Nasional Berbasis Kinerja > > > > Pak Risman ysh. > > Saya tanggapi dulu sambil menunggu yang lain. Perspektif > anthropo-spatial saat ini memang sepertinya sedang mengemuka, > menunjukkan kita tidak bisa lepas, sebagai masing-masing anak bangsa, > untuk mencari pijakan berdiri. Saya kurang tahu kalau harus sampai > seperti skenario yang bapak duga, karena hal itu mensyaratkan kecerdasan > yang sangat tinggi dari pemimpin bangsa. Saya ragu dalam hal ini, juga > terhadap layer 1, 2, dst. Belum kelihatan politisi yang cerdas. Namun > upaya untuk obrak-abrik sistem koalisi, harus diakui sangat berhasil. > Manajemen konflik ini bisa fatal kalau ada yang tidak bisa jaga diri. > > Setelah mendapatkan beberapa pelajaran jurus dari Pak BSP, saya coba > susun analisis sendiri. Kelihatannya memang ada niat me-reshuffle > dominasi lama, yang terlalu mahal ongkos politiknya bila diteruskan. Ini > masanya ular-ular lagi ganti kulit, namun nggak tahu mau jadi apa. Jadi > mungkin benar jurus harimau ngamuk belum tentu bisa menandingi jurus > ular tanah. Harimau perlu stamina tinggi untuk bermain long-time > session, supaya konsisten. Dan ini saya masih ragu, berkaca dari > pengalaman terdahulu. Jadi rakyat seharusnya tidak perlu meneropong > terlalu tinggi, agak diturunkan saja sedikit, supaya kelihatan > dinamikanya. > > Itu saja kurang lebih lembar jawaban saya, minta diponten pak. Salam. > > -ekadj > > --- In refere...@yahoogrou <mailto:referensi% 40yahoogroups. com> ps.com, > "risman" paramu@ wrote: > > > > Yth Pak Mod, Pak Efha, Pak Andri, rekan-rekan, > > > > Sambil menanti jadi tidaknya shotgun wedding Megawati-Prabowo, simbol > > kebingungan aspiran pemimpin yang memang tak terbiasa membaca --- > apalagi > > mengikuti --- kehendak rakyat itu, saya buat catatan ringan berikut. > > > > 1. Ide besarnya ingin melihat adakah tunas-tunas > > perubahan antropologik- kultural dan sosial di masyarakat bangsa > Indonesia > > ............ ......... ...

