Memangnya Capresnya siapa? Akan lbh pas berargumen bl contoh kongkrit kecuali 
memang tdk ada datanya atau tdk bs ambil reffrnc dr mana ... Soal substansinya 
sy setuju sj ...
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "Mohammad Andri Budiman" <[email protected]>

Date: Sat, 6 Jun 2009 02:32:24 
Subject: [referensi] Stop Keluarga Pejabat Ikut Proyek Berdana APBN/APBD!


Rekan-rekan Ysh,

Adalah sebuah kenyataan yang pahit bahwa masih ada keluarga pejabat yang 
terlibat proyek yang didanai APBN/APBD. Secara hukum, tidak masalah, memang 
tidak ada UU yang (mau) melarang. Secara etika? Itu yang kita tidak punya 
sedikit pun perinciannya, dan goodwill ke arah itu juga belum sepenuhnya jelas.

Saya kira saya harus meneruskan sebuah pengamatan yang baik dari seorang Rekan 
di bawah ini (name undisclosed, *I take* the responsibility).

--begins--
Saya sedang tidak bicara hukum Mas, saya sedang bicara etika saja. Secara hukum 
memang tidak bersalah karena memang tidak/belum ada UU yang membatasi pengusaha 
keluarga pejabat tinggi mengambil proyek2 pemerintahan.

Tapi kalau memang pengusaha tersebut "mulia" dan handal, pasti akan punya blue 
ocean lain dari(pada) hanya ikutan proyek pemerintahan. Untuk menjadikan 
Indonesia indah, bersih, damai, tidak perlu menunggu semua harus ada aturannya 
kan?

Gampangnya gini aja deh. Dengan proses tender yang benar-benar "bersih", 
setujukah Anda jika ada anak bupati yang mendapatkan proyek pembangunan kantor 
bupati? Sekali lagi, proses tendernya "bersih".

Atau ekstrimnya begini: ada seorang Menkes merokok di depan umum. Ketika 
ditanya, dia jawab "apa salahnya? Siapa yang melarang? Mana aturannya?".
--ends--

Saya tidak bermaksud menyudutkan salah satu capres, lho: siapapun Presiden 
terpilih sebaiknya *mundur* bila terbukti ada keluarganya ikut proyek APBD/APBN.

Mari kita berkontemplasi, betapa sering sekali sulit untuk membedakan mana 
urusan keluarga dan mana urusan pekerjaan, seprofesional apapun manusia nya -- 
apalagi, terus-terang saja, manusia Indonesia yang belum sepenuhnya 
tereformasi. 

Marilah, tidak usah beralibi seperti anak salah satu penguasa di Orde Baru yang 
Lama, "Memangnya keluarga pejabat tidak butuh makan?" Jawab saja, "Anda boleh 
makan apa saja, kecuali aspal, pasir, semen, elektronik dan semacamnya dari 
proyek berdana APBN/APBD. Selain tidak baik bagi perut Anda di dunia, ingatlah 
betapa besar pertanggungjawaban Anda di akhirat nanti. Itu pun, ehm, kalau Anda 
percaya akhirat..."

Salam kejujuran,
Andri 
Sent from my BlackBerry® Bold  smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
Teruuusss...!

------------------------------------

Komunitas Referensi
http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links





------------------------------------

Komunitas Referensi
http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/referensi/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/referensi/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke