Kayanya bukan persoalan Lunchnya, yg penting yg mau dibicarakan mengenai 
informal sektor itu apanya?  Menurut saya udah terlalu banyak teori informal 
sektor ini, setiap orang bisa bicara apapun juga, yg susah itu prakteknya. Saya 
usul gimana kalo cukup mengumpulkan dr Lesson Learn dr berbagai tempat/kota yg 
pernah melakukan penanganan PKL, terus jangan didiskusikan, cukup dikumpukan 
saja.  Misal pengalaman di Citra Niaga Samarinda, pengalaman Kota Balikpapan, 
pengalaman kota Solo, Kota Yogya, Surabaya, Padang, Jakarta, Jombang, Cirebon, 
Bdg, Pknbaru, bAtam dan lain lain, di Perancis, di Belanda, Amerika, tentu yg 
bagus2nya.  Semua  orang yg ada dlm jaringan mailing list ini disuruh nulis, 
kumpulin, dibukukan udah selesai, ngga usah pake lunch lah! Kho yg gini aja 
repot sih.
Tabeek pak Ibnu.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]

Date: Sat, 27 Jun 2009 09:25:02 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Re: Informalitas Perkotaan - editor


Silahkn ketua n sekjen IAP sponsori lunch nya ..
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "Ibnu Taufan" <[email protected]>

Date: Sat, 27 Jun 2009 03:32:34 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Re: Informalitas Perkotaan - editor


bung ekadj dan bung deni
kalau serius menerbitkan kompilasi tulisan PKL bagus sekali ...pasti IAP siap 
jadi "sponsor" dan kita minta juga kesediaan bung mara oloan (skg dirut ps 
jaya/ass gub dki atau deputy gub ?) yg pernah sibuk membantu PKL dgn 
tendanisasi (blok s, blok m, dsb) ketika menjabat ka dinas kop-dag DKI Jak) ... 
bisa jadi Brown Bag Lunch - discussion .. Dgn NS: mod referensi, ketua/sekjen 
iap, mara oloan siregar, ..dan jo santoso (kota tanpa warga!)..

Nah, jika kompilasi plus BBL dics dibukukan .. nama  bs kita nobatkan jadi 
Editornya: BTS ..

Salam, Ibnu Taufan  


IBNU TAUFAN,
Jakarta Selatan, Indonesia
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "ffekadj" <[email protected]>

Date: Sat, 27 Jun 2009 02:17:57 
To: <[email protected]>
Subject: [referensi] Re: Informalitas Perkotaan - editor



Pak Deni ysh,

Untuk PKL sampai sekarang belum ada yang mengkompilasi pak. Saat ini
baru ada sekitar 14-an kompilasi yang belum diedit dengan baik,
sebagiannya dikompilasi Pak Aby. Mudah-mudahan melalui forum ini ada
yang berminat.

Kelihatannya dari bapak sudah ada kesediaan untuk menerbitkan, perlu
kita sambut gembira. Dan ada lowongan untuk editor, siapa yang berminat?
Mohon menghubungi saya via japri. Mudah-mudahan hasilnya bisa memperkaya
acara 50-an kita. Salam.

-ekadj


--- In [email protected], redi...@... wrote:
>
> Uda Eka, bgs skali sinopsis anda ttg perkotaan ini, apalgi kalau prof
Deden bs menambahkn dikaitkan dgn paradigma kota dn PKL nya di
Indonesia. Apakah PKL dg "hawkers" itu sama ngga sih ..? Apkah hawkers
itu hanya khusus di sunday market atau plaza sj?
> Oh ya sy ingat skitar 3-4 thn lalu milis reffrns ini kan pernah jg
mmbhas PKL di halm perkotaan dn pernah dikompilasi dn dibukukan oleh
Modrtr, mngkn bagus kita publish ya... Sy pernah gagal janji membukukan
ini ...
> Ya kt mulai lg trbitkan buku ini.. Mungkn perlu disempurnakan editor..
>
> Wss
> Rdd.
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT




Kirim email ke