Prof Deden ysh, Mohon kesediaannya memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kedua sekolah (mazhab) ini dan pengaruhnya bagi dunia :
Terdapat dua teori perkotaan yang dikenal saat ini: Sekolah Chicago Sosiologi Perkotaan (The Chicago School of Urban Sociology) dan Sekolah Los Angeles Geografi Perkotaan (The Los Angeles School of Urban Geography) yang telah mendominasi wacana dalam perkotaan dan urbanisasi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Sekolah Chicago Sosiologi Perkotaan yang dikembangkan pada awal tahun 1920 menjelaskan, perkembangan perkotaan dikendalikan oleh migrasi yang menghasilkan pola-pola ekologis, seperti invasi, survival, asimilasi, adaptasi, dan kerja sama. Sekolah Los Angeles Geografi Perkotaan digagaskan pada akhir tahun 1990 untuk menjelaskan perkembangan metropolitan Los Angeles di era postmodern yang menekankan pentingnya peran ekonomi kapitalis dan globalisasi ekonomi politis. Serta bentuk implementasi yang tepat untuk hak-hak PKL ini : Perencanaan kota di Indonesia tidak mesti mengikuti Sekolah Chicago ataupun Los Angeles, tetapi mesti memodifikasinya dan mempertimbangkan keunikan fenomena perkotaan, termasuk pedagang kaki lima. Pedagang kaki lima memiliki hak terhadap ruang kota untuk mewadahi kegiatan mereka yang merupakan bagian penting dalam sistem ekonomi kota. Undang-Undang Penataan Ruang No 26 Tahun 2007 telah memasukkan pentingnya sektor informal di perkotaan, tetapi implementasi produk hukum ini masih lemah. Penegakan yang lebih tegas dari undang-undang ini dan pemahaman yang lebih baik dari konsep informalitas perkotaan sangat diperlukan untuk menjamin ketersediaan ruang kota bagi PKL. Sebelumnya terima kasih Prof. Salam. -ekadj source: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/26/04483073/ruang.kota.untuk.pk\ l <http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/26/04483073/ruang.kota.untuk.p\ kl>

