Milisters ysh, Walmart menghdpi banyak mslh di AS tapi utamanya bukan masalahnya vs toko2/ warung kecil dan tradisional… tapi lbh krn masalah2 lain spt a.l. impor lsg secara besaran2 dari China spt pd 2004 sampai senilai US$ 18 milyar…. Dimana selain brg dari China kelewat murah... sering tak memenuhi standar kesehatan hgg merugikan konsumen…… Masalah lain adlh lbh berupa konflik internal antara manajemen dan pekerja… masalah hukum spt diskriminasi menyangkut upah dan sistem jenjang karier bg pekerj a wanita yg tak adil….atau komplen dari pelanggan krn kekecewaan mutu layanan2 personal dr pegawai Walmart…… Kembali ke mslh Alfamart di Indonesia…….. rasanya pertama perlu diklarifikasi bhw jumlah Rp. 8 triliun itu bukanlah labanya… tetapi jumlah total omset/ turn-over penjualan dlm setahun….. kalau labanya taksiran brkali sekitar 5%-nya atau mungkin kurang ….. atau sekitar +/-Rp. 400 milyar brkali……. Carrefour sendiri omsetnya 7.2 trilyun rp……. Tapi sy sendiri asal lwt dimana2 waralaba spt Alfamart/ Indomart dikompleks2 perumahan kok sering sepi ya?..... Benar jmlh pasar dan toko tradisional kian menyusut akibat ofensi hipermarkets…. Dan tentu baik kalau ada upaya membatasi jumlah hipermarkets agar tak kelewaan…. Tapi kalaupun tak ada pembatasan sekalipun….. mereka jg pasti otomatis akan melakukannya sendiri scr alamiah…..yg lemah/ kalah/ bermasalah akan tutup….. Dari ribuan gerai waralaba Alfamart/ Indomart dsb…… janganlah hanya dilihat sisi negatipnya saja terus….. sisi positipnya adlh bila setiap gerai membelanjakan 100 atau 200 juta saja utk urusan mempercanik interior toko….. maka ratusan macam industri bahan bangunan dan spt kaca, aluminium, cat, rak2 dan berbagai industri elektrika spt lampu2, mesin cash register, refrigerator dsb. jadi hidup krnnya…. Menyangkut sistem distribusi nasional…… puluhan ribuan gerai waralaba itu menjadi outlet barang2 industri yg baik.. dimana dibelakangnya hidup juga jutaan tenaga kerja serat keluarganya….. Belum lagi pada sisi tata ruang…. Pasti semua gerai2 waralaba itu memenuhi azas tata ruang kota dan tak kurang juga meningkatkan kwalitas lingkungan…. Krn standar estetika bangunan yg hrs ditaatinya dan buth ditampilkan …… Boleh saja membela dan bersimpati pada warung /toko/ pasar tradisional… tapi saya kira yg belakangan ini terutama bila disertai dgn subsidi jg perlu meningkatkan mutu perniagaan maupun mutu fisik lingkungannya demi daya saing maupun keunikannya yg memang beda…… Bgmnpun sebenarnya tetap ada saja keistimewaan pasar/ toko tradisional yg tak kan mampu diambil alih pasar modern spt misalnya utk peran pasar ikan/ psr basah (wet market), sayur2 lokal dan kelapa parut misalnya….. hanya saja abang2 penjual tape singkong dipasar misalnya setidaknya hrs mampu mengupayakan dagangannya agar bebas dari lalat…. Janganlah ketika orang beli lalu geli…. Lihat pemandangan lalat dibiarkan saja beterbangan didalam gerobaknya…..padahal silalat mungkin baru saja take off dari got kotor dibawahnya…….. Salam,
--- On Wed, 7/1/09, risfano <risf...@........> wrote: From: risfano <risf...@........> Subject: [referensi] Re: Miliki 3.000 Gerai, Alfamart Raup Rp 8 Triliun To: [email protected] Date: Wednesday, July 1, 2009, 12:41 AM Pak Iman, BTS, Rekans ysh., Ini masalah "rasa keadilan" dan hukum yang berlaku ya. Dan masalah ini juga dipersoalkan juga di negara seperti USA. Kita lihat di web gerakan say "No to Wal-Mart" yang terjadi merata hampir di semua negara bagian. Salam, Risfan Munir --- In refere...@yahoogrou ps.com, isoedradjat@ ... wrote: > > He he he, maksudnya tentu tdk sesederhana spt itu Pak. Mulai kebijakan > pengaturan tata niaga retailing, sampaikan sikap kita supaya sering sering > makan di warung Tegal. > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -----Original Message----- > From: Bambang Tata Samiadji <btsamiadji@ ...> > > Date: Tue, 30 Jun 2009 19:22:56 > To: <refere...@yahoogrou ps.com> > Subject: Re: [referensi] Miliki 3.000 Gerai, Alfamart Raup Rp 8 Triliun > > > He.he.. Pak Iman, jelasnya Alfamart tidak mungkin membagikan Rp 8 triliun itu > ke usaha kecil-kecil itu karena itu hasil kecerdasan dan risiko investasi > yang mereka lakukan. Mereka pun juga telah membuka lapangan kerja yang cukup > luas dari hasil usahanya. Yang bisa membagikan itu yang kita-kita ini selaku > pembeli retail...mbok yao...tidak terlalu sering belanja ke swalayan... > > Thanks. CU. BTS. > > > > > > --- On Wed, 7/1/09, isoedradjat@ ... <isoedradjat@ ...> wrote: > > > From: isoedradjat@ ... <isoedradjat@ ...> > Subject: Re: [referensi] Miliki 3.000 Gerai, Alfamart Raup Rp 8 Triliun > To: refere...@yahoogrou ps.com > Date: Wednesday, July 1, 2009, 2:01 AM > > > > > > > > > Coba keuntungan 8 triliun ini bisa di sharing dengan warungnya Mpok Midun, > Uni Ulis, Tan Chi Ling, Mbok Iyem, Bang Sarpi, Nyi Iteung, Sarbiah dan > sbgnya. > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > > From: I Putu Dhika Dhananjaya > Date: Tue, 30 Jun 2009 02:04:50 -0700 (PDT) > To: <refere...@yahoogro u ps.com> > Subject: [referensi] Miliki 3.000 Gerai, Alfamart Raup Rp 8 Triliun > > > > > > Just share info.. > http://www.jawapos. co.id/halaman/ ind...tail&nid= 77624 > > salam > iputudhika- > > Senin, 29 Juni 2009 > Miliki 3.000 Gerai, Alfamart Raup Rp 8 Triliun > > Resesi ekonomi tidak berdampak signifikan terhadap bisnis ritel. Masih > tingginya permintaan konsumen, memicu pertumbuhan bisnis penjualan barang > kebutuhan sehari-hari tersebut. Tren positif ini membuka peluang peluang bagi > PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, pengelola jaringan minimarket Alfamart. > > Didit Setiadi corporate communications manager Alfamart mengatakan, Alfamart > sudah mengeluarkan dana Rp 110,5 miliar untuk ekspansi 221 gerai baru dari > total 500 gerai yang ditargetkan pada tahun ini. Dana tersebut diambilkan > dari belanja modal atau capex 2009 sebesar Rp 350 miliar. ''Nilai investasi > yang kami tanam di tiap gerai mencapai Rp 500 juta,'' ujarnya saat dihubungi > di sela acara pemutaran film "Garuda Di Dadaku" yang disponsori Alfamart di > Surabaya kemarin (28/6). > > Selain ekspansi gerai, Didit menyebutkan, Alfamart juga meningkatkan > kemampuan penyaluran barang dengan menambah dua pusat distribusi atau > distribution center. "Dua distribution center baru itu berlokasi di Bandung > dan Malang. Masing-masing bisa memasok barang untuk kebutuhan 300-400 gerai," > ujar Didit. Saat ini, jaringan Alfamart sudah berkembang di Jawa dan Sumatra > dengan jumlah gerai per Mei lalu mencapai 3.000 gerai. Dari total tersebut, > porsi kepemilikan masyarakat dengan konsep waralaba sekitar 23 persen atau > 711 gerai. Perusahaan yang memiliki kode emiten AMRT itu menargetkan > pertumbuhan pendapatan tahun ini mencapai 20 persen dari tahun lalu. Pada > 2008, perolehan pendapatan Alfamart mencapai Rp 8 triliun. > > Secara terpisah, ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jatim > Abaraham Ibnu mengatakan pertumbuhan bisnis ritel semester I sangat > signifikan. Daya beli masyarakat yang diprediksi terkoreksi karena krisis > ekonomi justru meleset. > > ''Naiknya daya beli masyarakat justru makin memperkuat bisnis ritel, sehingga > banyak bermunculan gerai ritel,'' katanya. Dia menyebut, penambahan > minimarket di Jatim pada semester ini mencapai 1850 gerai. >

