Rekan Ibnu dan milisters ysh,

Posindo punya "divisi properti", harusnya begitu ya, mengingat jaringannya 
dipakai penyaluran dana BLT, dulu ada Bank Tabungan Pos ada, juga Tabanas n 
Taska, sekarang Shar'i kalo gak salah juga pakai. Tapi BUMN kadang bisnisnya 
dibatasi peraturan atau statutanya bukan?

ITB juga mengelola Sabuga yang disewakan untuk gedung pertemuan, dari 
pengantin, pertunjukan musik sampai deklarasi Capres. IPB juga sebagian 
lahannya dikerja samakan dengan pengusaha (Botanical Square?).

Dulu tanah dan bangunan dari instansi atau perusahaan dianggap sebagai sarana 
kerja saja. Tapi sekarang, ada kesadaran nilai properti tsb, yang kalau 
lokasinya bagus incomenya bisa lebih besar dari bisnis utamanya. Atau kalau 
instansi pemerintah, menyewakan properti bisa nutup ongkos dari fungsi utamanya.

Bagi instansi atau perusahaan bisa pilih, mengelola sendiri (divisi properti), 
atau kerjasama dengan pengelola properti profesional. Saya pikir asal tidak 
lupa fungsi utamanya, itu baik. Dan, pemahaman instansi/ perusahaan umum akan 
nilai/harga tanah penting agar tidak tertipu (tak tahu harga wajar) dalam 
menyewakan, BOT dsb.

Bank BUMN, Perum KAI, dan yang setingkat tentu punya pengalaman lebih baik 
dalam mengembangkan properti miliknya.

Salam,
Risfan Munir



--- In [email protected], "Ibnu Taufan" <itau...@...> wrote:
>
> BTS dan referensi-ers,
> Apakah Pos Indonesia juga punya "divisi real estate" ...karena dr sekitar 
> (skrg!) 4800an kecamatan pasti ditemukan kantor pos...bahkan banyak juga 
> desa/kelurahan yg ada kantor pos ...
> 
> Apa Pos Indonesia tidak secerdas McD yang bersaing memenangkan perebutan 
> (lokasi) pasar .. ?  Ada yg punya informasi ?
> 
> Salam,
> IBNU TAUFAN,
> Jakarta Selatan, Indonesia
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> 
> -----Original Message-----
> From: Bambang Tata Samiadji <btsamia...@...>
> 
> Date: Thu, 2 Jul 2009 17:35:39 
> To: <[email protected]>
> Subject: Re: [referensi] Re: Miliki 3.000 Gerai, Alfamart Raup Rp 8 Triliun
> 
> 
> Ysh Eka dan lainnya. 
>  
> Perusahaan Hamburger dan ayamgoreng McDonald itu punya divisi namanya Divisi 
> Real Estate. Tapi jangan salah. Divisi ini bukan pengembang yang membangun 
> kawasan perumahan dan properti, tapi tugasnya mencari lokasi outlet yang 
> tepat, atau mencari feng sui yang tepat. Tentu mereka akan menggunakan 
> teori-teori lokasi dan juga preferensi lokasi dari market behavior.
>  
> Beberapa keputusan divisi ini untuk Jakarta, antara lain mereka tidak mau 
> satu gedung dengan Bakmi Gajah Mada. Bisa saja berhadapan dengan Bakmi Gajah 
> Mada (misalnya di Melawai), tetapi tidak mau satu gedung. Entah apa 
> alasannya, tapi itu hasil penelitian mereka. Entahlah sekarang, apakah 
> keputusan ini masih dipertahankan? Mereka akan terus meneliti dan 
> mengevaluasi dan terus mencari lokasi-lokasi yang feng sui-nya tepat.
>  
> Beberapa keputusan mereka dalam mencari lokasi juga ada yang gagal. Ketika 
> awal-awalnya membuka outlet di Indonesia, mereka pernah membuka di Blok-M 
> Mall di lokasi underground-nya, ternyata tidak laku dan tutup. Mereka hanya 
> mengikuti pola lokasi di negara-negara lain untuk lokasi underground yang 
> bisa sukses, tapi di Indonesia ternyata berbeda. Rupanya orang Indonesia 
> masih kurang nyaman berbelanja di underground (bayangannya seperti kuburan). 
> Ini pelajaran juga bagi Divisi real Estate.
>  
> Jadi kalau soal pilih memilihi lokasi begini, sebenarnya lulusan Planologi 
> juga bisa melamar menjadi karyawan Hamburger Mc Donald.
>  
> Demikian, sekedar FYI.
>  
> Thanks. CU. BTS.
> 
> --- On Thu, 7/2/09, ffekadj <4ek...@...> wrote:
> 
> 
> From: ffekadj <4ek...@...>
> Subject: [referensi] Re: Miliki 3.000 Gerai, Alfamart Raup Rp 8 Triliun
> To: [email protected]
> Date: Thursday, July 2, 2009, 12:10 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Referensiers,
> 
> Sekedar share saja, McD (McDonald) telah memantapkan diri menjadi
> "perusahaan real estate" terbesar di dunia. Bila tidak salah saat ini
> sudah 2000an outlet McD tersebar di seluruh dunia, menempati posisi
> paling strategis dan paling mahal, sehingga secara 'value' nilainya
> sudah sangat tinggi dibanding 'pengembang kawasan' mana pun. Pada tahun
> 2009 ini saja McD akan membuka 300 outlet di China, sampai 2014 sebanyak
> 160an outlet di India, dst. 'Visi' McD adalah menjadi perusahaan real
> estate terbesar, namun 'misi'-nya adalah jualan ayam goreng. Salam.
> 
> -ekadj
> 
> --- In refere...@yahoogrou ps.com, I Putu Dhika Dhananjaya
> <iputudhika@ ...> wrote:
> >
> > Just share info..
> > http://www.jawapos. co.id/halaman/ ind...tail& nid=77624
> >
> > salam
> > iputudhika-
> >
> > Senin, 29 Juni 2009
> > Miliki 3.000 Gerai, Alfamart Raup Rp 8 Triliun
> >
> > Resesi ekonomi tidak berdampak signifikan terhadap bisnis ritel. Masih
> > tingginya permintaan konsumen, memicu pertumbuhan bisnis penjualan
> > barang kebutuhan sehari-hari tersebut. Tren positif ini membuka
> peluang
> > peluang bagi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, pengelola jaringan
> > minimarket Alfamart.
> >
> > Didit Setiadi corporate communications manager Alfamart mengatakan,
> > Alfamart sudah mengeluarkan dana Rp 110,5 miliar untuk ekspansi 221
> > gerai baru dari total 500 gerai yang ditargetkan pada tahun ini. Dana
> > tersebut diambilkan dari belanja modal atau capex 2009 sebesar Rp 350
> > miliar. ''Nilai investasi yang kami tanam di tiap gerai mencapai Rp
> 500
> > juta,'' ujarnya saat dihubungi di sela acara pemutaran film "Garuda Di
> > Dadaku" yang disponsori Alfamart di Surabaya kemarin (28/6).
> >
> > Selain ekspansi gerai, Didit menyebutkan, Alfamart juga meningkatkan
> > kemampuan penyaluran barang dengan menambah dua pusat distribusi atau
> > distribution center. "Dua distribution center baru itu berlokasi di
> > Bandung dan Malang. Masing-masing bisa memasok barang untuk kebutuhan
> > 300-400 gerai," ujar Didit. Saat ini, jaringan Alfamart sudah
> > berkembang di Jawa dan Sumatra dengan jumlah gerai per Mei lalu
> > mencapai 3.000 gerai. Dari total tersebut, porsi kepemilikan
> masyarakat
> > dengan konsep waralaba sekitar 23 persen atau 711 gerai. Perusahaan
> > yang memiliki kode emiten AMRT itu menargetkan pertumbuhan pendapatan
> > tahun ini mencapai 20 persen dari tahun lalu. Pada 2008, perolehan
> > pendapatan Alfamart mencapai Rp 8 triliun.
> >
> > Secara terpisah, ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo)
> > Jatim Abaraham Ibnu mengatakan pertumbuhan bisnis ritel semester I
> > sangat signifikan. Daya beli masyarakat yang diprediksi terkoreksi
> > karena krisis ekonomi justru meleset.
> >
> > ''Naiknya daya beli masyarakat justru makin memperkuat bisnis ritel,
> > sehingga banyak bermunculan gerai ritel,'' katanya. Dia menyebut,
> > penambahan minimarket di Jatim pada semester ini mencapai 1850 gerai.
> >
>


Kirim email ke