Wah kalau gitu, gerainya lebih dr 3000 dong? Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: "Benedictus Dwiagus Stepantoro" <[email protected]> Date: Fri, 3 Jul 2009 14:35:27 To: <[email protected]> Subject: RE: [referensi] Re: Miliki 3.000 Gerai, Alfamart Raup Rp 8 Triliun Mengenai Gerai Alfa mart,.. Kalau gak salah, tidak semua gerai itu mejadi propertynya alfamart,. Kadang hanya menyewa,... Jadi kalau dibilang asepk < realestate development >nya ya mungkin cuman 50% kali ya,.. Jadi Alfamart itu mengelola gerai sebagai outlet distribusi barangdagangannya,.. bukan mengelola sebuah property secara keseluruhan seperti layaknya seorang real estate developer/manager,.. Itu sepertinya yang saya pahami,..tp mungkin saya juga salah,.. hehehehee Mengenai PT Pos, Saya jadi inget sebuah perjalanan di Kereta Gumarang ke Semarang suatu hari, dengan diselingi sebuah obrolan panjang dengan seorang pejabat di PT.Pos,.. Waktu itu saya penasaran dengan bisnis PT.Pos pasca era telekomunikasi internet dan komunikasi yang semakin canggih,. Beliaupun cerita bahwa, sekarang memang dunia komunikasi memang sudah berubah,.. Di mana surat menyurat lewat pos jelas menurun kuantitasnya,..tapi ini hanya khusus untuk jenis korespondensi private,.. di mana ketika Pak Boediono ketika masa kuliah dulu menyurati Ibu Herawati untuk mempertahankan cinta mereka,... Tapi dengan demikian berkembangnya dunia, ada tumbuh jenis korespondensi baru,. korespondensi yang saya sendiri gak begitu nangkap apa namanya,.. yaitu ketika seorang sudah kenal namanya kartu kredit ,kartu atm, .. mulai ada korespondensi tagihan, dan info-info perbankan,... kemudian ada korespondensi komersial, korespondensi formal (panggilan pengadilan, panggilan KPK, dll. ) JAdi begitu lah,.. ada semacam pergeseran jenis target market PT.Pos. Mereka mengejar corporate-corporate yang memang berpotensial dalam melakukan korespondensi,.. amcam corporate perbankan, dll. Dan mungkin ini berpengaruh terhadap "divisi real estate" mereka,. Kalaupun ada penempatan kantor-kantor pos,.. . sekarang keliatannya fokusnya pada korespondensi jenis2 tersebut... apalagi saingan PT.Pos lumayanbanyak juga untuk soal kurir-mengkurir,.. bahkan TIKI ajah udah lebih canggih. (kalau gak salah, anda bisa buka kantor layanan Tiki dengan modal tempat saja) ... Jangan-jangan malah TIKI atau jasa kurir lainya macam RPX yang lebih canggih divisi real estatenya,... Regards, B.Dwiagus S. http://bdwiagus.blogspot.com http://bdwiagus.multiply.com "The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to watch somebody else doing it wrong, without comment." - T. H. White From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Ibnu Taufan Sent: 03 July 2009 13:56 To: [email protected] Subject: Re: [referensi] Re: Miliki 3.000 Gerai, Alfamart Raup Rp 8 Triliun BTS dan referensi-ers, Apakah Pos Indonesia juga punya "divisi real estate" ...karena dr sekitar (skrg!) 4800an kecamatan pasti ditemukan kantor pos...bahkan banyak juga desa/kelurahan yg ada kantor pos ... Apa Pos Indonesia tidak secerdas McD yang bersaing memenangkan perebutan (lokasi) pasar .. ? Ada yg punya informasi ? Salam, IBNU TAUFAN, Jakarta Selatan, Indonesia Sent from my BlackBerryR powered by Sinyal Kuat INDOSAT _____ From: Bambang Tata Samiadji Date: Thu, 2 Jul 2009 17:35:39 -0700 (PDT) To: <[email protected]> Subject: Re: [referensi] Re: Miliki 3.000 Gerai, Alfamart Raup Rp 8 Triliun Ysh Eka dan lainnya. Perusahaan Hamburger dan ayamgoreng McDonald itu punya divisi namanya Divisi Real Estate. Tapi jangan salah. Divisi ini bukan pengembang yang membangun kawasan perumahan dan properti, tapi tugasnya mencari lokasi outlet yang tepat, atau mencari feng sui yang tepat. Tentu mereka akan menggunakan teori-teori lokasi dan juga preferensi lokasi dari market behavior. Beberapa keputusan divisi ini untuk Jakarta, antara lain mereka tidak mau satu gedung dengan Bakmi Gajah Mada. Bisa saja berhadapan dengan Bakmi Gajah Mada (misalnya di Melawai), tetapi tidak mau satu gedung. Entah apa alasannya, tapi itu hasil penelitian mereka. Entahlah sekarang, apakah keputusan ini masih dipertahankan? Mereka akan terus meneliti dan mengevaluasi dan terus mencari lokasi-lokasi yang feng sui-nya tepat. Beberapa keputusan mereka dalam mencari lokasi juga ada yang gagal. Ketika awal-awalnya membuka outlet di Indonesia, mereka pernah membuka di Blok-M Mall di lokasi underground-nya, ternyata tidak laku dan tutup. Mereka hanya mengikuti pola lokasi di negara-negara lain untuk lokasi underground yang bisa sukses, tapi di Indonesia ternyata berbeda. Rupanya orang Indonesia masih kurang nyaman berbelanja di underground (bayangannya seperti kuburan). Ini pelajaran juga bagi Divisi real Estate. Jadi kalau soal pilih memilihi lokasi begini, sebenarnya lulusan Planologi juga bisa melamar menjadi karyawan Hamburger Mc Donald. Demikian, sekedar FYI. Thanks. CU. BTS. --- On Thu, 7/2/09, ffekadj <[email protected]> wrote: From: ffekadj <[email protected]> Subject: [referensi] Re: Miliki 3.000 Gerai, Alfamart Raup Rp 8 Triliun To: [email protected] Date: Thursday, July 2, 2009, 12:10 PM Referensiers, Sekedar share saja, McD (McDonald) telah memantapkan diri menjadi "perusahaan real estate" terbesar di dunia. Bila tidak salah saat ini sudah 2000an outlet McD tersebar di seluruh dunia, menempati posisi paling strategis dan paling mahal, sehingga secara 'value' nilainya sudah sangat tinggi dibanding 'pengembang kawasan' mana pun. Pada tahun 2009 ini saja McD akan membuka 300 outlet di China, sampai 2014 sebanyak 160an outlet di India, dst. 'Visi' McD adalah menjadi perusahaan real estate terbesar, namun 'misi'-nya adalah jualan ayam goreng. Salam. -ekadj --- In refere...@yahoogrou ps.com <http://us.mc462.mail.yahoo.com/mc/compose?to=referensi%40yahoogroups.com> , I Putu Dhika Dhananjaya <iputudhika@ ...> wrote: > > Just share info.. > http://www.jawapos. co.id/halaman/ ind...tail <http://www.jawapos.co.id/halaman/ind...tail&nid=77624> & nid=77624 > > salam > iputudhika- > > Senin, 29 Juni 2009 > Miliki 3.000 Gerai, Alfamart Raup Rp 8 Triliun > > Resesi ekonomi tidak berdampak signifikan terhadap bisnis ritel. Masih > tingginya permintaan konsumen, memicu pertumbuhan bisnis penjualan > barang kebutuhan sehari-hari tersebut. Tren positif ini membuka peluang > peluang bagi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, pengelola jaringan > minimarket Alfamart. > > Didit Setiadi corporate communications manager Alfamart mengatakan, > Alfamart sudah mengeluarkan dana Rp 110,5 miliar untuk ekspansi 221 > gerai baru dari total 500 gerai yang ditargetkan pada tahun ini. Dana > tersebut diambilkan dari belanja modal atau capex 2009 sebesar Rp 350 > miliar. ''Nilai investasi yang kami tanam di tiap gerai mencapai Rp 500 > juta,'' ujarnya saat dihubungi di sela acara pemutaran film "Garuda Di > Dadaku" yang disponsori Alfamart di Surabaya kemarin (28/6). > > Selain ekspansi gerai, Didit menyebutkan, Alfamart juga meningkatkan > kemampuan penyaluran barang dengan menambah dua pusat distribusi atau > distribution center. "Dua distribution center baru itu berlokasi di > Bandung dan Malang. Masing-masing bisa memasok barang untuk kebutuhan > 300-400 gerai," ujar Didit. Saat ini, jaringan Alfamart sudah > berkembang di Jawa dan Sumatra dengan jumlah gerai per Mei lalu > mencapai 3.000 gerai. Dari total tersebut, porsi kepemilikan masyarakat > dengan konsep waralaba sekitar 23 persen atau 711 gerai. Perusahaan > yang memiliki kode emiten AMRT itu menargetkan pertumbuhan pendapatan > tahun ini mencapai 20 persen dari tahun lalu. Pada 2008, perolehan > pendapatan Alfamart mencapai Rp 8 triliun. > > Secara terpisah, ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) > Jatim Abaraham Ibnu mengatakan pertumbuhan bisnis ritel semester I > sangat signifikan. Daya beli masyarakat yang diprediksi terkoreksi > karena krisis ekonomi justru meleset. > > ''Naiknya daya beli masyarakat justru makin memperkuat bisnis ritel, > sehingga banyak bermunculan gerai ritel,'' katanya. Dia menyebut, > penambahan minimarket di Jatim pada semester ini mencapai 1850 gerai. >

