Pak Koes dan rekan2 ysh,

Ex ovo omnia (Lt.), mumpung kita sedang bicara, mohon pencerahan
mengenai tempat/lahan keramat sebagaimana telah bapak ungkapkan di
bawah. Kurang lebih apa-apa saja yang dapat disebut sebagai tempat
keramat, aspek pemanfaatan ruangnya bagaimana, dan aspek pengendalian
pemanfaatan ruangnya juga bagaimana? Berhubung banyak 'guru' dan
praktisi di milis ini untuk berkenan berbagi pengetahuan dan pengalaman.
Terima kasih sebelumnya. Salam.

-ekadj


--- In [email protected], muhammad koeswadi <m_koesw...@...>
wrote:
>
> Ini yang terlihat (kasad mata). Yang tersimpan/tidak
terlihat/supranatural masih banyak yg belum dipublikasi. Bila mau
mendalami, menseriusi, bisa ke para informal leaders.. Termasuk
pemahaman soal 'anasir alam'. Sebagai info, di beberapa tempat, diyakini
banyak lahan keramat, makam keramat, juga 'pesantren tua' seperti di
Batu Ampar. Nah, soal 'keramat' ini, saya agak khawatir dengan rencana
expansi pembangunan2 lantaran adanya jembatan baru. Semoga tidak ada
konflik sosial-ekonomi. Semoga semua beroleh berkahNya. Wassalam Koes,
JKT


Kirim email ke