Milisters ysh,

Konon esensi klaster industri terletak bukan hanya
pada keberhasilan mencapai ”hasil akhir” tetapi juga pada proses penciptaan
nilai (value creation) dan kekuatan rantai nilai (value chain)
dari ”keseluruhan” rantai nilai relevannya (value system). …  atau menurut 
Bergman dan Feser (1999) konon
setidaknya ada 5 (lima) konsep teoritis utama yang mendukung literatur tentang
klaster industri daerah, yaitu: external
economies, lingkungan
inovasi, persaingan atau kompetisi kooperatif (cooperative competition),
persaingan antar industri (interfirm rivalry), dan path dependence. …… namun yg
jelas  klaster industri secara sederhana
setidaknya dimungkinnya terbentuknya krn adanya sejumlah SDM keahlian tertentu
pada suatu komunitas dan lokalitas  tertentu… lalu terdapat  usaha sejenis… 
lalu terdapat kemudahan serta
kesinambungan  pasokan  bahan baku dan penolongnya… terdapat pasarnya
yg bagus…  lalu terdapat lembaga keuangan
pendukungnya maupun juga terdapat 
jaringan pemasaran maupun juga institusi2 pendukungnya…… termasuk
institusi pendidikan teknik didalamnya……. 

Pada akhir 2006 dikabarkan sejumlah industri industri perkapalan di Jatim 
membentuk Klaster Industri Perkapalan Surabaya
(Kikas),  beranggotakan sejumlah industri
perkapalan di Jatim. Terdiri dari industri inti (galangan kapal) di Jatim
seperti PT DPS, PAL, Dumas, Adiluhung dan Ben Sentosa.  Kemudian, industri 
pendukung beranggotakan lembaga pembiayaan (bank dan non bank) serta
subkontraktor. Industri pemasok adalah industri baja, material dan peralatan 
pengelasan, mesin diesel, cat kapal,
dan peralatan navigasi.

Ada juga industri pengguna seperti
perusahaan pelayaran, perusahaan pemilik kapal, TNI dan Polri, Departemen  
Kelautan dan Perikanan
(DKP), kapal ikan dan kapal perintis. Kemudian, institusi pendukung meliputi
Disperindag Jatim, IPERINDO, INSA, Dephuib, Badan
Klasifikasi Indonesia (BKI), perguruan tinggi di Jatim, BPPH-BPPT, dan PDRKN.
Sekjen Kikas  dijabat oleh  Dirut PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS).

Mereka membangun sinergi, sehingga
ketika menerima order kapal yang cukup besar bisa dikerjakan bersama-sama.
Artinya, biaya overhead cost proyek bisa disebar ke beberapa industri, tidak
ditanggung sendiri oleh sebuah perusahaan. Sehingga, dampak buruk kenaikan
harga minyak dunia dan BBM bisa ditanggung bersama.

Salah satu wujud sinergi itu adalah diadakannya
pelatihan operator las dan supervisi yang diikuti 50 orang tenaga kerja dari 15
perusahaan perkapalan di Jatim.

Salam,



 




      

Kirim email ke