Andri, ini eyang Hengky memang engga tidur-tidur, rupanya dia cuma tidur kalau dibuai perahu yang kena ombak pasifik di morotai, tapi kalau jadi tukang las di dok surabaya wah barangkali kapal supertanker juga dia bisa bikin, jadi kita terima saja kuliah-kuliah eyang kita kan, sebetulnya banyak sekali yang saya ingin belajar dari klaster-klaster ini, tapi kadang-kadang tetap perlu tidur juga, eyang hannie
________________________________ From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]> To: Referensi <[email protected]> Sent: Monday, July 27, 2009 3:24:55 PM Subject: Re: [referensi] Re: (2) Sinar Cerah di Batam Bintan Karimun OOT, pagi-pagi Eyang Aby sudah memberikan wejangan dan ilmu, padahal biasanya tengah malam pun Eyang belum tidur. :) Apa rahasianya bisa se-fit ini, Eyang? Salam, Andri Sent from my BlackBerry® Bold smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... ! ________________________________ From: hengky abiyoso Date: Mon, 27 Jul 2009 15:16:48 -0700 (PDT) To: <refere...@yahoogrou ps.com> Subject: [referensi] Re: (2) Sinar Cerah di Batam Bintan Karimun Milisters ysh, Konon esensi klaster industri terletak bukan hanya pada keberhasilan mencapai ”hasil akhir” tetapi juga pada proses penciptaan nilai (value creation) dan kekuatan rantai nilai (value chain) dari ”keseluruhan” rantai nilai relevannya (value system). … atau menurut Bergman dan Feser (1999) konon setidaknya ada 5 (lima) konsep teoritis utama yang mendukung literatur tentang klaster industri daerah, yaitu: external economies,lingkungan inovasi, persaingan atau kompetisi kooperatif (cooperative competition) , persaingan antar industri (interfirm rivalry), dan path dependence. …… namun yg jelas klaster industri secara sederhana setidaknya dimungkinnya terbentuknya krn adanya sejumlah SDM keahlian tertentu pada suatu komunitas dan lokalitas tertentu… lalu terdapat usaha sejenis… lalu terdapat kemudahan serta kesinambungan pasokan bahan baku dan penolongnya… terdapat pasarnya yg bagus… lalu terdapat lembaga keuangan pendukungnya maupun juga terdapat jaringan pemasaran maupun juga institusi2 pendukungnya…… termasuk institusi pendidikan teknik didalamnya……. Pada akhir 2006 dikabarkan sejumlah industri industri perkapalan di Jatim membentuk Klaster Industri Perkapalan Surabaya (Kikas), beranggotakan sejumlah industri perkapalan di Jatim. Terdiri dari industri inti (galangan kapal) di Jatim seperti PT DPS, PAL, Dumas, Adiluhung dan Ben Sentosa. Kemudian, industripendukung beranggotakan lembaga pembiayaan (bank dan non bank) serta subkontraktor. Industri pemasok adalahindustri baja, material dan peralatan pengelasan, mesin diesel, cat kapal, dan peralatan navigasi. Ada juga industri pengguna seperti perusahaan pelayaran, perusahaan pemilik kapal, TNI dan Polri, Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), kapal ikan dan kapal perintis. Kemudian, institusi pendukung meliputi Disperindag Jatim,IPERINDO, INSA, Dephuib, Badan Klasifikasi Indonesia (BKI), perguruan tinggi di Jatim, BPPH-BPPT, dan PDRKN. Sekjen Kikas dijabat oleh Dirut PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS). Mereka membangun sinergi, sehingga ketika menerima order kapal yang cukup besar bisa dikerjakan bersama-sama. Artinya, biaya overhead cost proyek bisa disebar ke beberapa industri, tidak ditanggung sendiri oleh sebuah perusahaan. Sehingga, dampak buruk kenaikan harga minyak dunia dan BBM bisa ditanggung bersama. Salah satu wujud sinergi itu adalah diadakannya pelatihan operator las dan supervisi yang diikuti 50 orang tenaga kerja dari 15 perusahaan perkapalan di Jatim. Salam,

