Terima kasih Pak Bambang SP, kalau berkesempatan tentu saya akan mencoba mencari dan membacanya. Apalagi terkait dengan alasan <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/8518> penempatan ruang. Dulu Pak Zafir pernah memperkenalkan buku "Geography as Social Science" yang mempertanyakan beberapa fenomena seperti : kenapa 3,5M manusia menempati 5% lahan di bumi, 2/3 populasi dunia hidup sampai jarak 300 miles dari pantai, metropolitan tumbuh di sub-tropis, dst.
Beberapa traits mungkin diproduksi dalam budaya yang mengakar, namun beberapa perjalanan sejarah <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/4318> telah membuktikan perubahan traits tersebut. Dengan kata lain kita harus mengakui sunnatullah tentang 'perubahan-perubahan', khususnya perubahan pada traits masyarakat. Permasalahannya adalah apakah perubahan itu dilakukan secara sistemik atau alamiah. Jadi ada konten social engineering <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/2610> yang seharusnya dapat diukur dalam setiap aspek pembangunan. Kalau sudah sampai ini, tentunya kita sudah masuk dalam kajian "wenang" dari trilogi wening-waham-wenang dari pelajaran bapak tahun lalu. Sementara demikian dulu pak, untuk mohon pendalaman. Salam. -ekadj --- In [email protected], "bspr...@..." <bspr...@...> wrote: > > > Uda Eka ysh, > > Kalau kita ingin mencoba sudut pandang lain yang mungkin juga subyektif, mungkin kita perlu membaca bukunya Prof. Tibaud dr perancis. Disana dia mengklasifikasikan berdasarkan keruangan yaitu masyarakat sub-tropical dan masyarakat tropical. Mungkin ada manfaatnya. > > Salam > > bambang sp >

