Koes,
sebenarnya paling nikmat adalah makan siang di bulan puasa......
----- Original Message -----
From: muhammad koeswadi
To: alumni planologi
Sent: Friday, August 21, 2009 10:27 PM
Subject: [referensi] mencari nikmatnya berpuasa
Pro rekans
Asw. Saya sudah berpengalaman puluhan kali berpuasa. Supaya lebih
bersemangat, saya sedang mencari-cari nikmatnya berpuasa. Namun pada bagian
mana kenikmatan ini terletak. Apakah lapar dan hausnya, atau merasakan
bludagnya tarawih bersama di awal masa? Atau karena mendengar khutbahnya para
ustad/ustadzah yang menerangkan bahwa sekarang masa ampunan masal, pemutihan
dosa, dan pahala melimpah? Dan katanya lagi buat orang-orang tua seperti saya
harus agak beda dengan cara puasanya anak-anak saya..Kalau beda, apakah
kenikmatannya juga beda? Inilah yang sedang saya cari dari siang hari
tadi..sebelum memasuki ramadhan sebagai bulan penuh berkah. Untuk siapa
berkahnya, dapatkah saya juga akan kebagian. Dalam bentuk/keadaan apa? Kalau
tidak kebagian, sebabnya apa ya? Apa keseringan nonton TV, buka facebook, baca
koran gossip, tetapi kurang ngaji, kurang perhatian kepada golongan masyarakat
miskin, atau mungkin ngedumel waktu jalanan macet?
Pengalaman berpuasa di Jakarta, pada 3-5 hari pertama, jalanan agak
kurang macet, klakson kendaraan berkurang, dan sepertinya pengemudi (mobil,
bus, motor) agak sopan…kenapa ya..apakah takut sebagai dosa? Kenapa di
bulan-bulan lain agak tidak sopan..bahkan liar. Mohon pencerahan rekans milis.
Salam, Koes JKT.