Mas Koes ysh,

Saya coba cara ngawuran yag tentang puasa tersebut.

Saya mencoba untuk mengartikan bahwa puasa bukan pada inti lapar, haus, juga 
bukan khiamul lail, atau ibadat yang lain, juga bukan pula masalah pahala dan 
dosa. Saya mencoba mengartikan puasa sebagai media kita melatih mendekati Rab. 
Atau lebih jauh lagi media latihan untuk bersatunya kita dengan Rab (inalillahi 
wa inailaihi roji'un).

Simpul yang coba saya buka dalam kaitannya dalam hal ini adalah usaha pelepasan 
penyatuan rahsa dengan roh indafi kita sebagai baju dalam jiwa. Bila kita bisa 
melepaskan baju yang bernama rahsa/nafs, dan menurut kepercayaan saya memang 
baju ini akan ditinggalkan kita nanti, maka kita akan mencapai sebuah titik 
yang sangat indah namun tidak bisa dijabarkan. Sebuah keheningan yang benar2 
indah. Mungkin itulah yang bisa saya katakan sebuah keindahan dari puasa. 
Keheningan ini akan menciptakan sebuah kedamaian dalam diri kita. Sehingga kita 
tidak perlu berpura-pura harus menjadi miskin, tidak lagi harus merasakan jadi 
orang miskin. Kita adalah diri kita. Diri kita bukan sebagai kita sekarang 
tetapi kita sebagai bagian dari Nya. Hal ini misalnya tidak akan terlalu 
terlihat pada ibadah rukun Islam yang lain. 

Saya mencoba menggambarkannya antara roh indafi dengan nafs tersebut adalah 
sebuah garis linier dengan simpangan sinusoidal yang mencerminkan vektor nafs 
tersebut baik yang bersifat baik maupun yang buruk. Nah pada saat simpangan 
tersebut semakin mengecil, maka kita akan sampai pada sebuah titik keheningan 
titik dimana kita bisa merasakan dengan jelas keberadaanNya ... insyaallah.

Menurut pengamatan saya, pada saat kita sampai pada garis lurus tersebut, kita 
sudah sampai pada titik kematian ...(he he he nglantur saya ya). Tapi benar kok 
mas pada titik itulah orang yang sudah mencapai akan tidak ada bedanya antara 
orang hidup dan mati. Maka ada sebuah ajaran yang mengatakan "mati sakjroning 
urip lan urip sakjroning mati". Mungkin itu ya mas bayangan saya ... 
wallahualam.

Salam

bambang sp

Mohon maaf bila uraian saya ini dianggap ngawur ... karena memang ini 
keterbatasan saya yang masih mencari. Untuk para linuwih yang sudah jauh 
mendalami hal ini mohon pencerhannya.

Kirim email ke