Pro rekans
Asw. Saya sudah berpengalaman puluhan kali berpuasa. Supaya lebih bersemangat,
saya sedang mencari-cari nikmatnya berpuasa. Namun pada bagian
mana kenikmatan ini terletak. Apakah lapar dan hausnya, atau merasakan
bludagnya tarawih bersama di awal masa? Atau karena mendengar khutbahnya para
ustad/ustadzah yang menerangkan bahwa sekarang masa ampunan masal, pemutihan
dosa, dan pahala melimpah? Dan katanya lagi buat orang-orang tua seperti saya
harus
agak beda dengan cara puasanya anak-anak
saya..Kalau beda, apakah kenikmatannya juga beda? Inilah yang sedang saya cari
dari siang hari tadi..sebelum memasuki ramadhan sebagai bulan penuh berkah.
Untuk siapa
berkahnya, dapatkah saya juga akan kebagian. Dalam bentuk/keadaan apa? Kalau
tidak kebagian, sebabnya apa ya? Apa keseringan nonton TV, buka facebook, baca
koran
gossip, tetapi kurang ngaji, kurang perhatian kepada golongan masyarakat miskin,
atau mungkin ngedumel waktu jalanan macet?
Pengalaman berpuasa di Jakarta, pada 3-5 hari pertama,
jalanan agak kurang macet, klakson kendaraan berkurang, dan sepertinya
pengemudi (mobil, bus, motor) agak sopan…kenapa ya..apakah takut sebagai dosa?
Kenapa
di bulan-bulan lain agak tidak sopan..bahkan liar. Mohon pencerahan rekans
milis. Salam, Koes JKT.