Kedermawanan merupakan perintah Allah SWT kepada setiap manusia. Dengan bederma, setidaknya manusia bisa memahami kesulitan yang dirasakan orang lain........ Cara ini menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk sosial, antara satu dan lainnya saling membutuhkan. Dermawan adalah sifat yang sangat terpuji lagi mulia............ Allah SWT pun memiliki sifat al-Karim, yakni Yang Mahadermawan. Jika bukan karena kedermawanan Allah SWT, kita pasti tak punya apa-apa, tidak ada kesejahteraan, tidak pula makmur dan tenteram. Dermawan juga sifat para Nabi, para sahabat, serta orang-orang saleh. Seorang yang dermawan akan ditutupi oleh Allah SWT aib dan keburukannya. Bahkan, kebaikan demi kebaikan akan diperolehnya............. Secara lebih luas, sikap dermawan dapat dimaknai sebagai perbuatan rela berkorban di jalan Allah SWT dengan harta atau bahkan jiwa raga. Dermawan bisa terwujud dalam bentuk uluran tangan untuk memberi sedekah, infak, zakat, bantuan ke masjid, pesantren, panti asuhan, maupun kaum dhuafa........... Kedermawanan seperti ini pernah dicontohkan para sahabat, yang ditunjukkan kaum Anshar (Madinah) dalam menjamu kaum Muhajirin yang baru datang dari Makkah.......... Ketika itu, kaum Anshar melakukan kedermawanan tingkat tinggi, yaitu itsar (memberi sesuatu kepada yang lebih perlu, padahal ia sendiri masih memerlukannya)......... .....''Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan.''...... (QS al-Hasyr [59]: 9).......... Ayat ini turun pada seorang sahabat yang diminta Rasulullah SAW agar bersedia menerima seorang tamu untuk bermalam dirumahnya. Karena rasa hormat kepada Rasulullah SAW, sahabat itu menerima tamu tersebut............. Padahal, ia menyadari tidak punya apa pun untuk disuguhkan, kecuali makan malam yang pas-pasan untuk keluarganya. Ia pun duduk bersama sang tamu, berpura-pura ikut menyantap makanan, meski ia tidak ikut makan karena khawatir sedikitnya makanan yang disuguhkan............. Pagi harinya, Allah SWT mengabadikan sifat kedermawanan sahabat tersebut dalam ayat di atas agar menjadi suri teladan. Betapa mulianya sifat dermawan ini............. Bulan suci Ramadhan merupakan momentum tepat untuk berbagi, bederma, atau memberi makanan berbuka pada orang yang membutuhkan di sekeliling kita.............

