Rekan2 yb,
Spt juga rekan2 sy yakin kita terusik lagi dengan berita ttg Malaysia yg mengklaim kembali tari pendet kita menjadi kesenian mereka. Sepertinya belum berakhir juga atau memang never ending ya persoalan kita dng Malaysia.... Kita tahu bahwa persoalan dng Malaysia dimulai dengan persoalan wilayah yang menjadi sensitif memberikan dampak pada kegiatan kenegaraan secara menyeluruh. Batas Malaysia dan Indonesia yang tidak tegas secara kualitatif (dlm hal maintenance, beberapa pulau kita diklaim oleh Malaysia krn secara defacto dihidupi oleh mereka tetapi secara deyure msk wilayah Indo). Ini sangat berbeda dengan yang terjadi di Eropa, yang sudah jauh lebih tenang meski perbatasan tiap negara juga berada di daratan bukan lautan. Persoalannya mgkn karena batas Indo dan Malaysia di sebuah pulau dan bukan benua ya jauh lbh luas dan tdk ada yg bisa klaim kepemilikan benua. Kalau kita lihat sejarahnya, memang perseteruan antara Indo-Malay ini diawali thn 1961, ketika pembagian wilayah Kalimantan menjadi 4 administrasi, Indonesia di selatan pulau Kalimantan, sementara di utara adalah Kerajaan Brunei dan dua koloni Inggris yaitu Sarawak dan Britania Borneo Utara, kemudian dinamakan Sabah. Sebagai bagian dari penarikannya dari koloninya di Asia Tenggara, Inggris mencoba menggabungkan koloninya di Kalimantan dengan Semenanjung Malaya untuk membentuk Malaysia. Rencana ini ditentang oleh Presiden Soekarno, krn dianggap bahwa Malaysia hanya sebuah boneka Inggris, dan konsolidasi Malaysia hanya akan menambah kontrol Inggris di kawasan ini, sehingga mengancam kemerdekaan Indonesia kembali. Sejak itulah kemudian berlanjut thn 1963 dengan pidato Bung Karno yang isinya ttg 'Ganyang Malaysia' dengan beberapa statement politiknya, dan Menteri Luar Negeri Indonesia Soebandrio jg mengumumkan bahwa Indonesia mengambil sikap bermusuhan terhadap Malaysia. Kini, 48 thn sudah masih saja kita berurusan dg Malaysia dan justru bukan hanya pada lingkup soal wilayah lagi tetapi sudah masuk ke wilayah HAM, teritorial negara, serta persoalan dunia, lihat saja masalah TKI, klaim kesenian, perebutan pulau, persoalan celebriti 'M' kita (klo benar lho...) sampai pada jaringan teroris dunia yang sebagian warga negara Malaysia. Bagaimana nih? Mhn pencerahan....tky Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang melakukan. Salam, I G. Oka Sindhu Pribadi

