Pak Aby, Pak Risfan, Mbak Franciska, dan rekan2 ysh., Dalam hal ini saya sepakat dengan Pak Aby... Tentu kita senang belajar dr contoh yg baik, tetapi membandingkan antara 2 kota atau wilayah perlulah sedikit lebih bijak sehingga solusi thd masalah bisa tepat dan otokritik juga bisa lebih proporsional...
Dlm konteks Curitiba, saya kira kita perlu juga melihat dr sisi perekonomian negara tsb., budaya, dst... Brazil memang bukan negara kaya, tetapi GDP per kapita (PPP) nya jauh di atas kita Pak Risfan ($12,105 dibandingkan Indonesia yg $3,980)... Tapi saya juga melihat ini bukan faktor utama... Mari kita lihat komposisi penduduk Curitiba yg sebagian besar dihuni oleh keturunan Eropa (White)... Konteks Amerika Latin memang sulit dibandingkan dgn konteks negara berkembang lainnya karena sebagian penduduk Amerika Latin adalah keturunan Eropa (seperti juga Afrika Selatan)... ini bukan berarti mereka secara genetik superior, tetapi bahwa keturunan Eropa membawa kultur asalnya, network dgn negara2 leluhurnya, dsb.. ini yg membedakan... di bidang ilmu pengetahuan, misalkan tradisi berpikir rasional mereka tidak jauh berbeda dgn saudara2nya di Eropa dan Amerika Utara... Kita tahu bahwa perekonomian modern di Amerika Latin didominasi oleh kulit putih... terjadi kesenjangan yg umumnya sangat tinggi antara kelompok white yg mendominasi ekonomi dan politik dgn ras lain, khususnya native Indian dan keturunan Afrika..tentu sebuah kota dgn dominasi kulit putih dapat dikatakan cukup makmur dibandingkan bagian lain dari negara tsb... ini saja sudah cukup menjawab mengapa Curitiba dapat cukup tertata dgn baik... Tetapi tentu saja kita tetap perlu untuk belajar sesuatu yg baik dr negara lain, terutama yg perekonomiannya tidak terlalu jauh dibanding negara kita... Salam, Eko. --- On Mon, 11/30/09, Risfan Munir <[email protected]> wrote: From: Risfan Munir <[email protected]> Subject: RE: [referensi] Re: Kota2 Ideal Mereka Disana dan Kondisi Sebal Kita Disini To: [email protected] Date: Monday, November 30, 2009, 1:16 AM Pak Aby, Pak Eko BK, Francisca dan rekans ysh, Seperti dua pada Tabel yang saya posting dalam judul "Strategi Pengembangan Wilayah". Kita tak perlu menunggu satu "grand strategi for all". Di era otonomi ini semua jalur, model bisa dilakukan, baik: pembangunan kota, desa, sistem wilayah, dst. Kalau ada yang dikerjakan swasta, ya pemerintah ngurusi yang publik. Curitiba juga bukan di negara kaya, Brazil kan cuma sepakbolanya yang maju. Selebihnya ya satelit nya kapitalis dunia lah sama seperti.... Saya bayangkan itu seperti BSD, Kota Wisata, KL Baru dst. Tapi tak mustahil komponen-komponennya jadi inspirasi bagi kota menengah di baberapa daerah

