Maap ngeforward .........

--- On Thu, 12/10/09, malikusworo hutomo <malikusworo.hut...@.......> wrote:


From: malikusworo hutomo <malikusworo.hut...@........>
Subject: Re: Bls: Bls: [plbpm] jalur sepeda?
To: [email protected]
Cc: "Supiyono Bin Hardjo Suwadi" <bimoyud...@.....>
Date: Thursday, December 10, 2009, 5:24 PM


  



Dear all,

Menarik sekali mengikuti diskusi tentang speda dan jalan kaki. Saya dan 
teman-teman sedang menyusun laporan studi ttg Rencana Wisata Berkelanjutan dan 
penataan ruang di pesisir timur P, Bintan. Salah satu yang kami sarankan adanya 
jalur khusus untuk bersepeda. Beberapa waktu yang lalu, kami melihat rombongan 
turis anak2 muda (mungkin dari Sinagpura) yan melakukan kegiatan bersepeda 
berombongan sepanjang jalan raya di pesisir timur P. Bintan tsb. Dari situ 
teman2 mengusuklan agar di jalan raya tersebut dipasang rmabu2 khusus bagi 
wisatawan yang bersepeda untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan mereka. 
Terima kasih kepada rekan2 yang menginisiasi topik ini.

salam

Hutomo


Pada 10 Desember 2009 15:29, huda miftahul <hudamiftahul@ ....> menulis:


  





sebuah ulasan yang menarik, jadi bersepeda  memang pilihan yang masuk akan dan 
mensehatkan he he

yang protes keberadaan jalur sepeda kebanyakan memang terkait dengan kebijakan 
industri kok, namun sebenarnya pemecahannya dapat dilihat dari salah kota di 
jepang, Tempo minggu lalu membahas tentang berubahnya sebuah kota dari sangat 
polusinya begitu besar karena industri, dengan gerakan komunitas dimulai dari 
ibu-ibu itu ternyata juga bisa berubah kota industri lebih baik.

yang kita butuhkan gerakan bersama bagaimana menyelematkan lingkungan kita, dan 
gerakan  itu terkait gaya hidup (maaf kalau salah)

semoga kita bisa menjadi bagian kecil dari gerakan yang berguna bagi lingkungan 
hidup ini.

wass
mhuda





Dari: abimanyu takdir alamsyah <takdi...@......>
Kepada: pl...@yahoogroups. com
Terkirim: Kam, 10 Desember, 2009 10:20:05
Judul: Re: Bls: [plbpm] jalur sepeda?

  

Asslm. rekans,
Ada studi yang menyatakan bahwa kecepatan berjalan kaki 4 km/jam, sedangkan 
bersepeda 16 km/jam. Kalau waktu perjalanan yang masih nyaman adalah sekitar 
seperempatnya, maka perencana ruang kota dan permukiman dapat mengatur 
jalur-jalur pejalan kaki dan sepeda antara rumah dengan fasilitas kehidupan 
lainnya dengan alur jarak tersebut. 

Walaupun udara Indonesia tidak sesejuk Cambridge di UK misalnya, yang tengah 
kotanya hanya ada jalur pejalan kaki, namun dengan fasiiltas yang memadai di 
Singapura yang hampir seiklim dengan kita, kita tidak merasa aneh untuk 
melakukannya dalam jarak yang cukup jauh...  

Dengan fasilitas pejalan kaki dan jalur sepeda yang mulai lumayan di UI, 
sekarang saya lebih banyak datang ke rapat-rapat antar fakultas, gedung, dll 
dengan berjalan kaki. Lumayan...untuk memenuhi 10.000 langkah setiap hari dan 
memperbanyak menghirup O2 dari pepohonan sekitar, serta mengurangi keracunan 
polutan di ruang AC...

Bila demikian kabarnya kota seluas Kebayoran Baru dapat hanya dilayani dengan 
pencapaian dengan sepeda saja. Sayangnya perencana fisik kita masih banyak yang 
memulai rencananya dengan skala mobil, bukan jalur jalan kaki dan sepeda.....  
Bayangkan, kalau perilaku dan gaya hidup manusia Indonesia menganut konsep ini 
berapa besar polusi karbon dapat dikurangi, berapa banyak orang lebih sehat, 
berapa banyak ruang publik hijau,  taman dan hutan kota dapat dibangun.... .dan 
berapa banyak pengusaha dan pejabat yang kebagian dari import mobil yang protes 
dan berusaha mati-matian untuk menggagalkannya karena penghasilannya 
berkurang... ..

Saya baru saja dapat protes dari rekan swasta agar jangan keterusan hidup 
seperti sekarang, gara-gara saya bilang: "...saya tinggal di perumahan yang 
masih hijau dekat kampus...terbuka, tanpa AC, cukup dengan pepohonan dan 
ventilasi alami. Alhamdullillah kalau teman-teman datang, reaksinya... rumahnya 
sejuk. Ke tempat kerja kalau jalan kaki sekitar 23 menit, kalau naik sepeda 15 
menit, kalau naik ojeg 10 menit ke tempat kerja sekalian bersosialisasi dan 
memberi penghasilan tambahan bagi tetangga-tetangga yang menjadi pengojeg, 
dapat berita gratis mengenai keadaan sekitar lingkungan perumahan kita dan 
isu-isu yang berkembang di masyarakat, sekaligus membina sistem keamanan 
lingkungan berbasis masyarakat.. . Lewat hutan UI....sehat, sejuk dan sehat, 
tidak merasakan bahwa di Depok ada jalan Margonda yang panas dan gersang. 

Sedangkan kalau naik mobil ke UI saya harus berputar, perlu waktu sekitar 
setengah hingga 45 menit, apalagi kalau jalan Margonda sedang macet (plus 
berkeringat karena saya anti AC), plus biaya pemeliharaan mobil yang dijemur 
panas matahari seharian di lapangan parkir, yang perlu  dibangun khusus 
untuknya. 

Kalau ke DKP dengan KA AC langsung sampai depan kantor di Gambir.....".  angkot 
lewat depan rumah sampai stasiun Depok Baru 10 menit, plus KA 45 menit, jalan 5 
menit sampai kantor. Kalau jam kosong dapat naik KA ekonomi, kalau jam padat KA 
AC, dan kalau mau sambil bersosialisasi juga, lumayan survai keadaan masyarakat 
tanpa bayar, mau jeprat-jepret juga bisa.... Sedangkan kalau naik mobil, 
...aduh mak, perjalanan so pasti lebih dari 1,5 jam - ....?. Kapan Jakarta 
tidak macet...? Bisa-bisa isi kepala isinya cuma protes melulu....

Komentar rekan pengusaha tersebut "...wah pak, teman saya bisa bangkrut kalau 
begitu, ga ada yang beli mobilnya...".

Jadi...mampukah perencana mengubah perilaku masyarakat kota yang cenderung 
"mahal" yang sudah mulai mendarah daging, karena bukan kehidupan nyaman yang 
dicari tetapi "pakaian" untuk menjadi bagian dari kelas tertentu, atau tanpa 
sadar mengikuti arus yang tidak pernah dipertimbangkan sebelumnya.. ..? 

Wassalam,

ATA


2009/12/9 huda miftahul <hudamiftahul@ ....>


  





bos Yudi,
pertanyaannya apakah perpakiran itu kewajiban konstitusional negara  bagi 
warganya??

pertanyaan ini sekedar untuk mengingatkan, bahwa pengelolaan transportasi yang 
semrawut kan bukan hanya karean penataan ruang  tidak baik, tetapi juga 
industri. Perpakiran adalah salah satu konsekuensi dengan berjibunnya mobil di 
jakarta. jadi pertanyaannya kalo mobil memakan lahan untuk parkir begitu luas, 
secara ekonomi juga orang akan menyediakan lahan parkir daripada menjadikannya 
buat public space atau taman-taman kota.

jadi sekali lagi kalo perpakiran itu bukan kewajiban konstitusional negara 
seperti penyediaan prasarana dasar,e.i. jalan dan listrik, dll, maka alangkah 
indahnya bila alternatif moda transportasi seperti sepeda itu diadakan.


wass
mhuda





Dari: permana yudiarso <pyud...@......>
Kepada: pl...@yahoogroups. com
Terkirim: Rab, 9 Desember, 2009 12:13:27
Judul: [plbpm] jalur sepeda?

  





dear all,

tentu baik bersepada,tetapi permasalaahan transportasi kota tidak 
terselesaikan. jangan sampai upaya utk memperbaiki tranportasi kota hilang 
dengan adanya gerakan ini, seperti menghilangkan polusi dengan pajak linkungan 
(polluters pay prinsiple), dimana pencemaran masih terjadi..... ...dan 
"melegalkan" pencemaran.. ..sama seperti carbon trading mechanism to combat 
climate change.....he. ...

saya dukung gerakan ini,tapi harus ada "gerakan" lain utk membenahi 
transportasi kota,
Jika bersepeda pada "jarak tertentu" yang masih dianggap manusiawi (spt di 
beberapa kota eropa) karena memang kota didesain utk merubah kebiasaan 
penduduk, maka saya dukung itu -sepeda digunakan utk melakukan aktivitas jarak 
tersebut (feeder mungkin jika di Indonesia, krn ukuran kota, populasi penduduk, 
iklim lokal dan kebijakan pemda lokal mendukung)-. contoh rumah ke stasiun pake 
speda, lalu sepeda dititipkan utk kemudian melanjutkan perjalanan pakai kereta 
api. dari sisi itu ada pelajaran yang dapat diambil bahwa betapa 
terintegrasinya sistem transportasi mereka. 

belum lagi pusat perpindahan antar modanya teratur (stasiun kereta, stasiun 
bus, trem, dan tentu saja parkiran sepeda). begitu juga dengan kebijakan harga 
bbm yang sudah sejak lama tidak disubsidi serta pendukung lain. untuk punya 
kendaraan saja mahalnya minta ampun.

transportasi kota yang nyaman tentu harapan semua orang,tapi jika pembangunan 
lahan tidak terintegrasi dengan segala hal termasuk transportasi maka jadinya 
ya seperti jakarta.
waduh ruwet banget masalahnya.. ......... ya itulah negeri kita......

kenapa tidak dibuatkan saja parkiran sepeda didekat stasiun kereta atau 
busway....he. ..he...atau siapkan gerbong kereta api yang dapat membawa sepeda 
dengan tarif rendah (faktanya sudah banyak pekerja di jkt naik sepeda di kereta 
api).

kalo bikin jalur sepeda,maka keijakan pemda tidak hanya buat jalur sepeda,tapi 
memastikan pengendaranya nyaman dan tidak kekelahan melewatinya.
1. bikin saja pos pemberhentian yang nyama, ada parkiran bebas biaya atau malah 
berbiaya dengan fasilitas tertentu dan terjamin aman,ada ruang ganti baju dan 
mandi,ada tempat pijet kalo kaki pegel....kan lumayan bisa dibangun dengan 
konsepnya public private partnership kalo pemerintah tidak punya uang, mungkn 
saja pabrikan mau sponsorin. lalu tempat tersebut bisa menjadi peluang usaha 
baru (penerapan konsep value capturing pada bisnis perkeretaapian/ transportasi 
pada usaha parkiran sepeda/pemberhentia n)..... 
2. kebijakan perlindungan pengendara; jualan asuransi khusus, 
ambulance/pertolong an kecelakaan.. ...terlalu rumit ya?krn kalo diluar negeri, 
setiap warga negara wajib ikut asuransi, sehingga jka terjadi aksiden, tinggal 
pihak asuransi yang ngurusuin termasuk kehilangan sepeda...., termasuk bikin 
jalur khusus sepeda ....(spt dikampus UI depok, walau aakan ada renc.alternatif 
bikin trem sbg solusi transportasi kampus)
3. kebijakan khusus sepeda utk menjamin pengendara aman, spt lampu depan dan 
belakang, (fine) denda bila tidak mematuhi peraturan, ........dll

tentunya banyak kebijakan yang bersifat stimulus baik internal persepedaan 
maupun pendukungnya, yangintinya adalah pembenahan transportasi kota.

kalo kasus kebijakan bersepeda (spt di kampus UI depok) di up-scaling (spt 
up-scaling program community ke wilayah yg lebih luas) memang harus dipikirkan 
dengan baik, jangan sampai malah kebijakan ini tidak didukung kebijakan 
pembenahan trans[prtasi kota yang manusiawi.

kalo jakarta masih membiarkan program b2w dgn melepas urusan ini kepada 
masyara,tanpa ada upaya riil pembenahan kebijakan transportasi maka pemda 
membiarkan rakytanya sengsara.... .bukannkan mereka dipilih oleh kita, yang 
sudah pasti kita menginginkan agar pemerintah harus mengupayakan hal itu......

kota menjadi tdiak efisien krn pekerja spent uang transportasi dan waktu yang 
cukup banyak utk bekerja. mereka yang mampu menempati lahan didekat pusat kota 
dan mereka yang tidak mampu harus menempati lahan menjauh dari pusat kota 
(persis spt prinsip ice cream conenya..... .),thus ongkos trans[prt tinggi dan 
biaya pembangunan infrastruktur menjadi semakin tidak efisien. 

spt kasus di america latin; brasil dan beberapa negara berkembang. wah isunya 
jadi dibawa ke "land development" ......so, memang sangat komplex ngurusinnya

wasalam
permana yudiarso  


--- On Wed, 9/12/09, Benedictus Dwiagus S. <bdwia...@.....> wrote:


From: Benedictus Dwiagus S. <bdwia...@....>
Subject: Re: [referensi] Re: [plbpm] jalur sepeda?
To: refere...@yahoogrou ps.com, pl...@yahoogroups. com
Date: Wednesday, 9 December, 2009, 10:05


  

Pak Eko B.K. 

Ada aroma xenophobia pada Pak Eko trhdp sepeda nih huahahaha. Banyak mitosnya 
huahahaha

1. Banyak kok trik-triknya supaya tidak terbakar dan tetap fresh kalau 
bersepeda ke tempat kerja di jakarta. Ada teknologi "tisu basah" atau "kanebo" 
buat lap badan. Bisa ajah mulai genjot pagi hari. Atau komuting mix moda, naik 
KRL disambung sepeda. Capek dan lemas di kantor abis bersepeda? Ini jelas 
mitos. Yg ada segar tak terkira. Beberapa kantor malah mendorong pekerjanya 
bersepeda, tanpa khawtir itu semua. Takut terpanggang panas jakarta? Apa tak 
pernah dengar teknologi sunblok, atau teknologi "penutup kepala atau penutup 
lengan"? 

2.. Butuh dokter tambahan, apa krn kecelakaan? Ah ini mitos juga, masih banyak 
pengendara kendaraan bermotor yang mau menghormati pesepeda, ....
tapi yg jelas angka penyakit diabetes, kolesterol, dan asam urat, darah tinggi 
dan jantung, mungkin berkurang. 

3. Pesanan sepeda dari china bertambah? Gak juga. Yang ada sepeda produk lokal 
juga bergairah, ... Polygon, United, Wimcycle... Beberapa waktu lalu malah ada 
foto di kompas produksi sepeda lokal siap diekspor ke australia dan belahan 
asia eropa lainnya. 
Masyarakat kita udah tau kok, kalow produk sndiri lebih bagus, rapih dan lebih 
safety produknya drpada produk china, jd mengapa harus pesan-pesan dari china. 
Saya malah bermimpi industri manufaktur sepeda jadi salah satu leading sector. 
Hehehhehehe

Rasakan sendiri nikmatnya bersepeda ke tempat kerja,...

Kunjungi www.b2w-indonesia. or.id/ atau gabung mailing listnya, tanya-tanya 
seluk-beluk bersepeda di jakarta dan bagaimana tips and triksnya, biar gak 
kesannya xenophobia, huehehehhee

Salam gowes kring-kring gemerincing

Dwiagus
»»» digowes dari Rempoa dengan BikeBerry® ~ Genjot Teruuusss... !!!


From: Eko B K <ekobu...@....> 
Date: Tue, 8 Dec 2009 18:22:50 -0800 (PST)
To: <refere...@yahoogrou ps.com>
Subject: Re: [referensi] Re: [plbpm] jalur sepeda?

  





Pak Aby, ada beberapa kemungkinan yg saya bayangkan:

- jumlah kecelakaan dan kematian akibat kecelakaan di Jakarta meningkat drastis 
karena banyaknya pengendara sepeda motor yg masuk ke jalur sepeda, dan ngebut 
kalau tdk macet.. ah jalur busway saja diserobot terus apalagi sepeda?
- otomatis jumlah RS dan dokter yg ada saat ini tidak cukup, dan...
- Jakarta akan masuk guiness book of record sebagai kota dgn jumlah kecelakaan 
tertinggi di dunia dan the most idiot governor ever...
- penduduk Jakarta tampak lebih eksotik, akibat terpangggang sinar matahari 
terus menerus...
- ojek sepeda tidak laku (poor them)...:(
- kebutuhan bahan makanan jakarta meningkat drastis karena nafsu makan 
pekerjanya juga meningkat drastis, akibatnya marxist akan protes karena dgn 
sendirinya hal tsb menandakan peningkatan eksploitasi desa oleh kota...dan 
Jakarta akan lebih terkenal di jurnal2 ilmiah sebagai contoh eksploitasi desa 
oleh kota yg berlebihan.. .
- RRC untung besar karena mendadak ada pesanan sepeda sebanyak 8,5 juta, plus 
sepuluh juta lagi yg masih bimbang...
- PDRB Jakarta akan menurun seiring dgn penurunan produktivitas, mereka yg 
biasa kuat kerja 7 jam atau lebih jadi hanya 2-4 jam saja...

sebetulnya listnya masih panjang, tapi sebelum saya dimarahi penggemar berat 
sepeda seperti bung Dwi B Agus lebih baik saya hentikan... that's all, the joke 
of the day! :)  (tapi mungkinkah ada secercah kebenaran di dalamnya?) hehe..

salam.





--- On Wed, 12/9/09, hengky abiyoso <watashi...@yahoo. com> wrote:


From: hengky abiyoso <watashi...@yahoo. com>
Subject: [referensi] Re: [plbpm] jalur sepeda?
To: pl...@yahoogroups. com
Cc: "referensi" <refere...@yahoogrou ps.com>
Date: Wednesday, December 9, 2009, 12:03 AM


  






Sekedar referensi perbandingan …. Suhu di Copenhagen sepanjang tahun adlh 
terendah 2°C pada Januari dan tertinggi adalah 20°C pd Agustus…. penduduknyapun 
hanya   1.167.000 jiwa atau kwsn metropolitannya  1.892.000 jiwa…..atau total 
penduduk negerinya hanya 5.532.000 jiwa, dgn GNP nominal per kapita $62.000…….. 
jadi buat bpk2 dan ibu2 disana kalau toh memakai jas dan bersepeda … smp 
dikantor rasanya msh bisa cukup rapih dan wangi, tidak keringetan, tidak bau 
matahari dan tidak lecek krn jalanan longgar dan suhunya sejuk…… 
smntr di Jkt kita tahu sendiri suhu dipagi hari  mungkin saja ‘hanya’ 30°C tapi 
disiang hari dijalan raya bisa saja 37°C……penduduk Jkt 10.000.000 jiwa atau 
plus kwsn megapolitannya 16.000.000 jiwa…. Selain GNP kita baru sekitar 
$4.000……paling kurang sesampai dikantor acara pertama adalah mandi dan ganti 
baju........ 
Spd utk memperbaiki lingkungan hidup di Jkt dari polusi mungkin iya… namun utk 
maksud memperbaiki kemacetan …. mobilitas sepeda itu lamban khususnya dari 
keadaan berhenti ke-bergerak…. .jadi saya kira hasilnya  malah bisa 
sebaliknya…. 
Meredakan primacy kota Jkt dgn mengembangkan kota besar lain jauh dari Jkt sbg 
tandingannya … ibarat ‘keseimbangan’ kota megapolitan Los Angeles dgn 10jt 
penduduk  dipantai barat 5000km jauhnya dari New York dipantai timur yg 
berpenduduk 18jt jiwa... selain tentu penggalakan program KB dsb...... brkali 
akan lbh menjadi solusi awal kita secara nasional yg fundamental utk 
berbagai langkah  aspek strategis pembangunan kita baik dibidang lingkungan 
dsb…. salam, 
aby

--- On Tue, 12/8/09, huda miftahul <hudamiftahul@ ......> wrote:


From: huda miftahul <hudamiftahul@ ......>
Subject: [plbpm] jalur sepeda?
To: "pmb dkp" <Program_Kemitraan_ bah...@yahoogrou ps.com>
Cc: pl...@yahoogroups. com, "s3 lingkungan" <lingkungan_ui@ yahoogroups. com>
Date: Tuesday, December 8, 2009, 4:09 AM


  



mungkin sebagai contoh untuk memperbaiki lingkungan hidup di jakarta dari 
polusi dan kemacetan, memang event-event fun bike sudah banyak dilakukan, namun 
pembuatan jalur sepeda banyak dianggap menjadi alternatif terbaik di jakarta, 
apakah memang begitu??
 
tulisan ini bisa menjadi inspirasi
http://travel. kompas.com/ read/xml/ 2009/12/05/ 08275988/ kopenhagen. 
surga.pegowes. sepeda
 
semoga berguna
wass
mhuda


Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! 





Akses email lebih cepat. 
Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang 
dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis) 




Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang! 
Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah 









      

Kirim email ke