Rekan Wicak, EkoBK dan milisters ysh, Msh kpd rekan Wicak.. kalau mendiskusikan ttg ‘pembiayaan’?..... saya kira secara sederhana saja…. Salah satunya bisa dilakukan dgn cara ‘tukar guling’ atas bbrp properti departemen dan lembaga negara (tak usah semuanya sampai ke istana2 merdekanya segala)……tukar dgn lahan, desain kota dn bangunan disana… Kalau soal politikel wil….. ya tentu saja presiden yg berinisiatip kencenglah yg akan mengkomandaninya dan lainnya pastilah akan ngikut2 bebek saja dibelakangnya………. Nah kalau soal apa benefit utk negara selain benefit utk jabodetabek…. Tgp ini saya tujukan sekalian ke berdua rekan EkoBK……… Pertama …. Scr obyektip… dampak utama yg muncul dari setiap upaya membuat a large scale new urban dvlpmnt ditempat lain (entah pindah ibukota/ apa lainnya) adlh bukan utk tujuan mengurangi angka nominal jumlah jiwa penduduk jabodetabek… tetapi adlh utk mengurangi persentase (%) dari indeks primacy kota primatnya (NY jumlah penduduknya tak pernah menyusut…… tapi perkembangan megapolitan serta banyak kota metropolitan lain dampaknya adlh menurunkan angka indeks primacy NY sampai dibawah 10%... juga Paris dgn metropoles d’equilibrium angka indeks primacynya turun menjadi dibawah 10% (bandingkan dgn Bangkok yg 58.8%, atau Jkt 50% dsb.)…. Tentu saja mindahin ibukota/ pusat pmrthn bukanlah satu2nya cara yg manjur…. Atau malah ia tak akan menghasilkan penurunan angka indeks primacy jabodetabek yg signifikan (dibanding bila dipakai cara spt memainkan faktor industri memimpin sbg pemain utama )….. tapi bbrp hasil dampak positip yg akan muncul dan dpt patut dicatat dari upaya pemindahan ibukota dari jkt ketempat baru yg jauhnya 750km menyeberang lautan itu… dan yg berlokasi hanya sekedar disebuah desa Kuala Pembuang ditepi sungai Kumai di Kalimantan… suatu lokasi yg amat jauh dari hiruk pikuk kegiatan kota kecuali hanya ada plantations disekitarnya dan taman nasional Tj. Puting serta sktr 45km dari kota PangkalanBun atau sekitar 30an km dari bandara Iskandar…. Pastilah banyak sekali dampak positip yg akan muncul drpadanya….. Pertama…. pastilah itu suatu tindakan konkrit pecah telor dari berbagai keraguan ttg upaya memulai tindakan nyata mengurangi angka indeks primacy kota primat Jakarta yg 50% itu (Plgkraya nggak, Jonggolpun nggak)……. Kedua, itu adlh tindak nyata pioneering ttg upaya utk tak takut berpaling dari pemikiran2 jawasentrisme dan jabodetabek sentrisme……. Ketiga…. Sudahlah pasti akan muncul kegiatan konstruksi dan perburuhan skala raksasa di Kuala Pembuang dansekitarnya…… Keempat pastilah Bandara Iskandar (d/h Sabah Uyah) yg dithn 2008 dirncang akan diperpanjang landasannya dari semula 1850m menjadi 2200m bisa dirubah lagi menjadi bandara internasional dgn berbagai standar kebutuhannya……… Kelima… kalau kabinet dan kantornya pindah kekota Merdeka di Kuala Pembuang..… masak iya para diplomat juga tak akan memindahkan kedubes2nya kesana….. masak iya para industrialis perhotelan tak akan membangun hotel2 barunya disana….. masak iya berbagai jasa rumah sakit internasional, mal, jasa2 servis stasion, sekolah2, pasar, stadion olah raga dsb. tak akan pada dibangun disana?.......salam, aby >From Eko B K <[email protected]> Subject: Re: [referensi] Fwd: Ibukota INdoneSia PIndaH ??? Date: Thursday, December 17, 2009, 9:25 PM Pak Wicak, masalah ini juga sudah berulang kali dibahas di milis ini dgn sebagian pro dan kontra... saya setuju dgn pertanyaan Pak Wicak, benefit buat negara apa? saya bahkan yg termasuk ragu juga dgn benefit utk jabotabek, jabotabek akan tetap besar dan semakin membesar seiring dgn agglomerasi ekonomi... new york toh tdk berhenti membesar dg dipindahkannya ibu kota ke washington... birokrat yg anak2nya sudah terlanjur sekolah di al azhar, sman 8, tarki, ui, trisakti, dan istri2nya sudah biasa belanja di pi mall, plaza senayan, dst. apakah mau memboyong keluarganya ke pedalaman kalimantan? paling2 kost di sana... lha wong yg pindah ke medan, pekan baru, dst aja milih kost kok...:) salam.. From: Wicak Soegijoko <[email protected]> Subject: Re: [referensi] Fwd: Ibukota INdoneSia PIndaH ??? Date: Friday, December 18, 2009, 2:48 AM kayaknya ini adalah wacana yg kerap di sembul2kan. selain palangkaraya dan jonggol. realisasi? pembiayaan? political will? benefit buat negara apa? (selain benefit utk jabodetabek) kota merdeka sudah ada atau masih tanah saja? salam, wicak. 2009/12/17 Harya Setyaka <harya.setyaka@ gmail.com> FYI, benarkah?

