Pak Aby ysh.,

menyusul 2 pertanyaan sebelumnya, pertanyaan ke 3:

3. apakah saya boleh tahu bagaimana Pak Aby menghitung angka index primacy 
Paris kok ketemu hanya 10%?

salam.

--- On Mon, 12/21/09, Eko B K <[email protected]> wrote:

From: Eko B K <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Tgp (2) Fwd: Ibukota INdoneSia PIndaH ???
To: [email protected]
Date: Monday, December 21, 2009, 1:25 PM







 



  


    
      
      
      Pak Aby ysh.,

1. Apakah primacy menimbulkan masalah?

2. Lalu kenapa kalau diplomat pindah ke Kuala Pembuang? munculnya hotel2 di 
sana? Apa yg hendak dicapai?

salam.


--- On Mon, 12/21/09, hengky abiyoso <watashi...@yahoo. com> wrote:

From: hengky abiyoso <watashi...@yahoo. com>
Subject: [referensi] Tgp (2) Fwd: Ibukota INdoneSia PIndaH ???
To: "referensi" <refere...@yahoogrou ps.com>
Date: Monday, December 21, 2009, 4:12 AM







 



    
      
      
      Rekan Wicak, EkoBK dan milisters ysh, 
Msh kpd rekan Wicak.. kalau mendiskusikan  ttg ‘pembiayaan’?..... saya kira 
secara sederhana saja…. Salah satunya bisa dilakukan dgn cara ‘tukar guling’  
atas bbrp properti departemen  dan lembaga negara (tak usah semuanya sampai ke 
istana2 merdekanya segala)……tukar dgn lahan, desain kota dn bangunan disana… 
Kalau soal politikel wil….. ya tentu saja presiden yg berinisiatip kencenglah 
yg akan mengkomandaninya dan lainnya pastilah akan ngikut2  bebek saja 
dibelakangnya………. 
Nah kalau soal apa benefit utk negara selain benefit utk jabodetabek…. Tgp ini 
saya tujukan sekalian  ke berdua rekan EkoBK……… 
Pertama …. Scr obyektip… dampak utama yg muncul dari setiap upaya  membuat  a 
large scale new urban dvlpmnt ditempat lain (entah pindah ibukota/ apa lainnya) 
adlh bukan utk tujuan mengurangi angka nominal jumlah jiwa penduduk 
jabodetabek… tetapi adlh utk mengurangi persentase (%) dari  indeks primacy 
kota primatnya (NY jumlah penduduknya tak pernah menyusut…… tapi perkembangan 
megapolitan serta banyak kota metropolitan lain dampaknya adlh menurunkan angka 
indeks primacy NY sampai dibawah 10%... juga Paris dgn metropoles d’equilibrium 
angka indeks
 primacynya turun menjadi  dibawah 10% (bandingkan dgn Bangkok yg 58.8%, atau 
Jkt 50% dsb.)…. 
Tentu saja mindahin ibukota/ pusat pmrthn bukanlah satu2nya cara yg manjur…. 
Atau malah ia tak akan menghasilkan penurunan angka indeks primacy jabodetabek 
yg signifikan  (dibanding bila dipakai cara  spt memainkan  faktor industri 
memimpin sbg  pemain utama )….. tapi  bbrp hasil dampak positip yg akan muncul 
dan dpt patut dicatat dari upaya pemindahan ibukota dari jkt ketempat baru yg 
jauhnya 750km menyeberang lautan itu… dan yg berlokasi hanya sekedar disebuah 
desa Kuala
 Pembuang ditepi sungai Kumai di Kalimantan… suatu lokasi yg amat jauh dari 
hiruk pikuk kegiatan kota kecuali hanya ada plantations disekitarnya dan taman 
nasional Tj. Puting serta sktr 45km dari kota PangkalanBun atau sekitar 30an km 
dari bandara Iskandar…. Pastilah banyak sekali dampak positip yg akan muncul 
drpadanya….. 
Pertama…. pastilah itu suatu tindakan konkrit pecah telor dari berbagai 
keraguan ttg upaya memulai tindakan nyata mengurangi angka indeks primacy kota 
primat Jakarta yg 50% itu (Plgkraya nggak, Jonggolpun nggak)……. Kedua, itu adlh 
tindak nyata pioneering ttg upaya utk tak takut berpaling dari pemikiran2 
jawasentrisme dan jabodetabek sentrisme……. Ketiga…. Sudahlah pasti akan muncul 
kegiatan konstruksi dan perburuhan skala raksasa di Kuala Pembuang 
dansekitarnya…… Keempat pastilah Bandara Iskandar (d/h Sabah Uyah) yg dithn 
2008 dirncang akan diperpanjang landasannya dari semula 1850m menjadi 2200m 
bisa dirubah lagi menjadi bandara internasional dgn berbagai standar
 kebutuhannya……… Kelima… kalau kabinet dan kantornya pindah kekota Merdeka di 
Kuala Pembuang..… masak iya para diplomat juga tak akan  memindahkan 
kedubes2nya kesana….. masak iya para industrialis perhotelan tak akan membangun 
hotel2 barunya disana….. masak iya berbagai jasa rumah sakit internasional, 
mal, jasa2 servis stasion, sekolah2, pasar, stadion olah raga dsb.  tak akan 
pada dibangun disana?..... ..salam, 
aby
 
>From Eko B K <ekobu...@yahoo. com>
Subject: Re: [referensi] Fwd: Ibukota INdoneSia PIndaH ???
Date: Thursday, December 17, 2009, 9:25 PM 
   
Pak Wicak,
masalah ini juga sudah berulang kali dibahas di milis ini dgn sebagian pro dan 
kontra...
saya setuju dgn pertanyaan Pak Wicak, benefit buat negara apa?
saya bahkan yg termasuk ragu juga dgn benefit utk jabotabek,  
jabotabek akan tetap besar dan semakin membesar seiring dgn agglomerasi 
ekonomi...  
new york toh tdk berhenti membesar dg dipindahkannya ibu kota ke washington.. . 
 
birokrat yg anak2nya sudah terlanjur sekolah di al azhar, sman 8, tarki, ui, 
trisakti, dan istri2nya sudah biasa belanja di pi mall, plaza senayan, dst. 
apakah mau memboyong keluarganya ke pedalaman kalimantan? paling2 kost di 
sana... lha wong yg pindah ke medan, pekan baru, dst aja milih kost kok...:)
salam.. 
   
From: Wicak Soegijoko <iwic...@gmail. com>
Subject: Re: [referensi] Fwd: Ibukota INdoneSia PIndaH ???
Date: Friday, December 18, 2009, 2:48 AM 
   
kayaknya ini adalah wacana yg kerap di sembul2kan.  
selain palangkaraya dan jonggol. 
realisasi? pembiayaan?  political will?  
benefit buat negara apa? (selain benefit utk jabodetabek) 
kota merdeka sudah ada atau masih tanah saja?  
salam, wicak. 
   
2009/12/17 Harya Setyaka <harya.setyaka@ gmail.com> 
FYI,
benarkah? 
  




      

    
     



 





      

    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke