“……. Pak Eka, mau nambahin. Dalam diskusi, kalau berbeda pendapat, langsung 
saja didebat secara substansial, jangan men-stigmasi : tidak nasional,
tidak berwawasan, planner yang memalukan, ....dsb……….”
 
Please sambil silahkan membuka2 lagi file debat terkait….. Kalau pendapat yg 
beda itu justru diawali oleh pihak lain dgn materi yg gak substansial… tapi  
lalu loncat ke  lagu dangdut … sudah begitu pake dirubah2 pula syairnya sambil 
bernada melecehkan  (“.. kau yg memulai .. kau yg mengakhiri… kau yang 
menghamili… kau yang mengaborsi….”)….. apakah tidak pantaskah  kalau pendapat 
balik yg dikeluarkan itu  justru utk  menanggapi kembali ‘pendapat yg gak 
substansial  dan bernada melecehkan itu? ….. 
Yg tidak fair disini adalah saya sdh sekian kali disinggung oleh lbh dari 1 
milister sbg terlalu mudah mengeluarkan stigma…. Tapi asal muasal atau sebab 
musabab dari itu samasekali tidak dibahas atau disinggung lagi oleh para 
pengecam saya……kalau mau bersikap fair..... mari buka kembali file lama dan 
baca ulang dgn saksama... tolong ketemukan dan tunjuk... dimana dan oleh siapa 
bermulanya pendapat yg tak substansial itu?....bila perlu debat lama itu bisa 
dilanjut..... 
 lagipula HAM ya HAM…. Tapi khan  juga ada rambu2nya…. Contoh : mereka yg 
menyalurkan HAMnya dibidang mencuri atau memperkosa misalnya pasti akan 
digebukin massa kalau tertangkap…...
Negara ini dibangun dgn susah payah dan dgn kurban ribuan nyawa... ada jg  
masih hidup tapi hilang kakinya , tangannya, matanya, hilang anaknya, hilang 
suaminya  utk itu….. sampai saat inipun negara ini masih blangsak... wajar bhw 
ada yg tersentuh ketika ada yg anggap enteng dan main2  dgn nasionalisme... yg 
itu jg bagian dari pendapat.... 
Ttg 'planner yg memalukan' .... kalau memang itu ada.... apa  salahnya jg utk 
disebutkan sbg kritik membangun....  sama saja spt intelektual dari disiplin 
ilmiah lain  kalau tercela jg patut dikecam.... planner dimata rakyat bahkan 
dimata intelektual lain masih dipandang gak jelas sumbangannya bg pembangunan 
nasional.... bukankah justru  memalukan kalau dikritik sedikit saja sudah 
merajuk lalu minta disayang2 dan diistimewakan spt anak balita ….memangnya  
harus diteristimewakan macem bagaimana?.... negara ini sdh cukup lama porak 
poranda dirusak oleh orba.... saat ini adalah bagian dari upaya restorasi atau 
upaya membangun kembali negeri dan bangsa ini….. bagi yg telah dibesarkan 
dibumi indonesia ini apalagi dgn berbagai fasilitas terbaik negeri ini... dan 
merasakan 'mukti' sbg hasil dari kemerdekaan ini.... bahkan termasuk juga bapak 
ibunya... tapi lalu gak mau ambil bagian dan sekedar mau menikmati saja hidup 
diatas situasi porak poranda
 negeri ini  tentu saja  gak apa-apa..… HAM dan HAM..... tapi janganlah malah 
melecehkan makna nasionalisme yg mendasari upaya perjuangan kemerdekan negeri 
ini....yg notabene jg sudah dibayar dgn ribuan nyawa dan ribuan cacat tubuh 
permanen…….

--- On Sun, 12/27/09, ffekadj <[email protected]> wrote:


From: ffekadj <[email protected]>
Subject: [referensi] Re: Harapan untuk Komunitas Referensi (2009)
To: [email protected]
Date: Sunday, December 27, 2009, 5:19 PM


  




Baik Pak BTS, saran bapak akan saya perhatikan. Salam.

-ekadj

--- In refere...@yahoogrou ps.com, "Btatas" <bta...@...> wrote:
>
> Pak Eka, mau nambahin. Dalam diskusi, kalau berbeda pendapat, langsung
saja didebat secara substansial, jangan men-stigmasi : tidak nasional,
tidak berwawasan, planner yang memalukan, ....dsb.
>
> Thanks. CU. BTS.
>
> ----- Original Message -----
> From: ffekadj
> To: refere...@yahoogrou ps.com
> Sent: Sunday, December 27, 2009 11:18 PM
> Subject: [referensi] Harapan untuk Komunitas Referensi (2009)
>
>
>
>
> Referensiers ysh,
>
> Berikut saya sampaikan harapan dari anggota untuk Komunitas Referensi
sbb :
>
> Heri Satono, Martapura, Konsultan Lepas bidang GIS dan Lingkungan,
Jangan bosan berdiskusi, mungkin untuk para senior apa yang didiskusikan
hanya sekedar pengisi waktu luang, tapi buat saya sangat berharga dalam
menambah wawasan tentang ruang dan pola pengaturanya.
>
> Togu Santoso Pardede, PNS di BAPPENAS, Sila ke-3 Pancasila
>
> Ahmad Shalahuddin Zulfa, IT & Government Consultant, Berhubung saya
belum terlalu mengenal komunitas, saya kira harapan ini dapat diisi
setelah mulai terlibat dalam komunitas secara lebih jauh.
>
> Dana Siregar, Jkt, Mbok ya lebih membumi gitu loh diskusi. Daripada
ngecat langit melulu.
>
> Caesar Adi, Staf konsultan, Inisiator bagi terwujudnya masyarakat
bangsa Indonesia yang partisipatif dalam proses perencanaan dan
implementasinya
>
> Wawan Gunawan, MMSI, karyawan, Diteruskan dan di selamatkan forum
milis ini sebagai wahana dan wacana yang sehat oleh para perencana tata
ruang
>
> Indra Budiman Syamwil, Dosen Arsitektur ITB/Studi Pembangunan ITB,
Komunitas ini sangat aktif luar biasa
>
> Dapat melakukan cross fertilizing pengetahuan planning
>
> Mohammad Andri Budiman, Wirausaha, Regional equalities for all parts
of Indonesia.
>
> Desra Nindita, Asisten Tenaga Ahli, Semoga bisa saling bertukar
informasi, berdiskusi secara sehat, dan konsisten memberikan masukan
yang konstruktif untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan keadaan yang
lebih baik.
>
> Leonardo St. Ibrahim, Konsultan Sistem Informasi, Semoga anggota
komunitas dapat berjuang di manapun posisi masing2 berada
>
> Khrisna Adiwibawa, Konsultan, Bisa menjadi tempat sharing wawasan dan
ilmu pengetahuan
>
> Barry S.Koloway, mahasiswa, Dapat saling berbagi dan tukar informasi
seputar dunia perencanaan
>
> Asrul Sidiq, Mahasiswa, Semoga anggotanya terus bertambah dan
menjangkau sebanyak mungkin stake holder yang terkait dengan tema milis
ini
>
> Vitria Sushanti, PNS di Dinas Tata Kota Kota Pekanbaru, Dapat menjadi
barometer tingkat kepedulian terhadap perencanaan dan pemanfaatan serta
pengendalian pemanfaatan ruang di Indonesia
>
> Himpunan Mahasiswa Planologi Universitas Pakuan, Bogor, The Rain City
(Bogor) - Buitenzorg, Semoga tambah banyak yang gabung di komunitas ini.
>
> Bimbing kami dalam mengarungi dunia perencanaan indonesia yang semakin
kompleks.
>
> Eka Wira Senjaya, Tenaga ahli tata ruang, Agar media ini menjadi ajang
sharing informasi dan berbagi pengetahuan dan pengalaman
>
> Klaudia Oktarini Sembiring, PNS, Semoga milis ini bisa semakin eksis
dan perbincangan di dalamnya bisa memberikan manfaat ke luar juga.
>
> Budi Situmorang, PNS, Menjadi pelaku idea
>
> FIKRI ZUL FAHMI, Mahasiswa, Dapat membahas isu aktual dan informasi
yang menarik
>
> Yohanes Djarot Purbadi, Dosen teknik arsitektur di FT-UAJY di
Yogyakarta, Persahabatan di dunia cyber dilanjutkan di dunia nyata,
khususnya yang semula tidak satu almamater akan sangat membahagiakan !
Almamater bersama kini adalah ya milis kita ini dan tidak pernah akan
menjadi alumni milis ini, kecuali ada hal yang sangat pribadi.
>
> IMAN PURWOTO, Dosen, Membangun jaringan
>
> Bambang Tata Samiadji, Konsultan, Sesekali "temu darat" membahas topik
tertentu.
>
> Suhadi Hadiwinoto, Pensiunan Pemda DKI, Agar saling mengisi, terbuka,
obyektif, dan selalu berupaya untuk membangun kehidupan yang
berkualitas. .
>
> Wawan Gunawan, Jangan sekedar harapan tapi pelaksanaan perlu juga
>
> Jamal. H, Peneliti/Konsultan, Maju terus untuk komunitas
refere...@yahoogrou ps.com
>
> HERBERT ADIPUTRA LUMBANBATU, Membentuk komunitas yang saling mengayomi
satu dengan yang lain
>
> Fitri Indra W., Konsultan, Dapat bekerja sama memberi keuntungan ke
dalam (bagi anggota) dan juga memberi manfaat ke luar (agama, nusa dan
bangsa).
>
> Adiwan Fahlan, Dapat menjadi sarana untuk bertukar pengetahuan dan
jaringan kolega
>
> Inu Kusuma Wardana, PNS, Semoga dapat menjadi tempat saling tukar
informasi yang berguna bagi komunitasnya
>
> Triwahyani Ujianti, Mahasiswa, Memberikan banyak masukan dan informasi
yang bermanfaat bagi studi saya.
>
> Karina Kusumawardani, Mahasiswa, Menjadi komunitas dengan "IZAKOD
BEKAI IZAKOD KAI" satu hati -satu tujuan (bahasa papua)
>
> Komunitas yang mampu menyatukan hati dan tujuan untuk perencanaan di
Indonesia yang lebih baik.
>
> Hajar Ahmad Chusaini, mahasiswa, tetap jalin komunikasi dan jaringan
>
> AL ` ASWAD, S.T., M.T, Staf Pengajar, Menjadi suatu komunitas terkait
pemerhati tata ruang dan lingkungan wilayah dan kota, dan memupuk tali
silahturahmi di seluruh anggotanya baik di Indonesia maupun
international.
>
> Muhamad R. Hanif, Planner, Bisa saling mengenal dan memberikan
informasi lowongan perkerjaan
>
> Tiar Pandapotan Purba, Urban and Regional Information Analysis,
Membentuk sebuah kekuatan social kepada pemerintah Republik Indonesia,
untuk menjadikan kota dan wilayah di Indonesia tidak memiliki
ketimpangan kesejahteraan.
>
> MUHAMMAD KOESWADI (KOES), DOSEN UNIV TRISAKTI DAN KONSULTAN,
>
> -AKTIV MENULIS DI MILIS
>
> -BERPIKIRAN MERDEKA DAN MEMIKIRKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT TERUS MENERUS
>
> -LEGOWO MEMAHAMI PIKIRAN ORANG LAIN
>
> Ruchyat Deni Djakapermana, Sekretaris Direktorat Jenderal Penataan
Ruang DPU, Agar komunitas Referensi tidak hanya dapat berdiskusi tetapi
juga turut berperan serta dalam mengejewantahkan hasil diskusi dalam
praktek pada berbagai bidang di kehidupan sehari-hari.
>
> Rita probowati ST MT, PNS, Makin sensitif (tanggap thd perkembangan)
>
> Franciska Windy Widjaja, Delft Netherlands, lebih obyektif, lebih open
minded, lebih professional (lebih membahas masalah profesi dibanding
personal)
>
> Nur Hidayat, Peneliti, Dapat berbagi informasi dan pengalaman.
>









      

Kirim email ke