apparently: stages nya beda .. ketika masih janin; urusannya bukan hanya janin, tapi juga ibu. janin problem dalam kandungan, ibu ikut kena resiko and vice versa. kalau sudah lahir.. sangat lain
Salam, -K- 2009/12/29 Djarot Purbadi <[email protected]> > > > Obyeknya sama: manusia dengan segala kelengkapan fisik dan lain-lain. > > > Salam, > > Djarot Purbadi > > http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK] > http://forumriset.wordpress.com [Blog Resmi APRF] > http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com > > --- On *Wed, 12/30/09, Harya Setyaka <[email protected]>* wrote: > > > From: Harya Setyaka <[email protected]> > > Subject: Re: [referensi] Fwd: <<OpEd>> Kunci Keberhasilan Otonomi Daerah > [KOMPAS] > To: [email protected] > Date: Wednesday, December 30, 2009, 11:06 AM > > > > > Apologies in advance: Akuntansi itu science atau training? apa ada semacam > teori-2 atau hanya mempelajari standar-2 pencatatan transaksi keuangan? > Analoginya; jelas beda tho arsitek dengan drafter? drafter bisa melalui > training.. > (CMIIW). > > Keunggulan akuntan adalah; ya itu tadi, memahami seluk-beluk arus uang dan > pencatatan nya, juga aspek hukumnya. > > Kepala daerah kan jabatan politik.. bukan jabatan profesi atau jabatan > ilmiah.. jadi, ketika maju yg paling menentukan bukan latar-belakang > pendidikan.. tapi suara yg bisa dia tarik.. bagaimana cara narik suara? ya > mbukan hanya dari latar pendidikan. Pendidikan tinggi kan cuma 4-10 tahun > dari seluruh masa hidup yg menentukan kualitas seseorang. > > > Dokter kandungan dan Dokter anak memang berbeda; karena domain-nya memang > beda.. satu dalam rahim, satu di luar rahim.. > tipologi problematika yg dialami juga berbeda.. so memang wajar kalao > menjadi dua spesialisasi yg berbeda.. meskipun sama-2 dokter.. > ya gini deh.. Pengacara specialis perdata ya beda tho sama specialis > pidana.. > > tks byk, > -K- > > > > 2009/12/28 Djarot Purbadi <dpurb...@yahoo. > com<http://mc/[email protected]> > > > > > > > > > > Benar pak, sisi baiknya juga banyak saya dengar, tetapi sekarang yang > bising baru sisi negatifnya, yang belum kita ketahui kebenarannya yang mana. > Saya punya gagasan nakal, kemampuan berpikir akuntan barangkali menarik > untuk menjadi bagian dari wacana berpikir planner, sebagai sebuah upaya > menemukan solusi permasalahan implementasi planning barangkali salah satunya > ada di cara berpikir ini. Jika kita menggunakan cara pikir dan cara kerja > Mangunwijaya (dia berpikir sekaligus melakukan aksi), kebetulan saja konsep > dan karyanya dikagumi orang sampai tingkat dunia. Ini bagus juga, tetapi > mungkin kita juga bisa melihat pola kerjasama profesi antara "dokter > kandungan" dengan :dokter anak"....ada batas-batas profesi yang lebih-kurang > jelas ! Dokter kandungan bertanggung- jawab ketika janin ada hingga bayi > keluar dari ibunya, dan serah terima tugas berikutnya kedaap dokter anak, > pada momen dokter kandungan menyerahkan bayi yang masih berlumuran darah > kepada dokter anak ! Apakah begitu ya ? > > > > Salam, > > > > Djarot Purbadi > > > > http://realmwk. wordpress. com <http://realmwk.wordpress.com> [Blog > Resmi MWK] > > http://forumriset. wordpress. com <http://forumriset.wordpress.com>[Blog > > Resmi APRF] > > http://fenomenologi arsitektur. wordpress. > > com<http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com> > > > > > --- On Tue, 12/29/09, Bambang Tata Samiadji <btsamia...@yahoo. > > com<http://mc/[email protected]>> > wrote: > > > > From: Bambang Tata Samiadji <btsamia...@yahoo. > > com<http://mc/[email protected]> > > > > Subject: Re: [referensi] Fwd: <<OpEd>> Kunci Keberhasilan Otonomi Daerah > [KOMPAS] > > To: refere...@yahoogrou > > ps.com<http://mc/[email protected]> > > > Date: Tuesday, December 29, 2009, 8:10 AM > > > > > > > > > >

