Ya sih...Akuntan itu kerjaannya cuma menambah (+) setiap penerimaan-penerimaan dan mengurangi (-) setiap cost-cost yang nggak penting menurut dia, tapi nggak pernah membagi (:). Makanya gaji Akuntan itu tinggi. Sementara Planner bisanya cuma membagi ruang, menambah dan mengurangi ruang tidak bisa. Thanks. CU. BTS.
--- On Wed, 12/30/09, Harya Setyaka <[email protected]> wrote: From: Harya Setyaka <[email protected]> Subject: Re: Bls: Re: [referensi] Fwd: <<OpEd>> Kunci Keberhasilan Otonomi Daerah [KOMPAS] To: [email protected] Date: Wednesday, December 30, 2009, 5:55 AM klarifikasi singkat: saya tidak mengalogikan demikian. Dan saya sangat setuju bahwa kalau urusan 'tata uang' akuntan memang lebih terlatih. Salam, -K- 2009/12/29 Risfan M <risf...@yahoo. com> Pak Djarot, Koko dan rekans ysh, Boleh saja menganalogkan Planner sbg arsitek, akuntan sbg drafter. Tapi dengan UU 17/2003 ttg Keuangan Nasional, kayaknya Planner harus menelan realita bahwa pertimbangan, proseddur penganggaran Tahunan lebih menentukan daripada ide besar, pemikiran jangka panjang. Pemikiran jangka panjang bisa kandas di prosedur dan kode anggaran. Ini yang perlu jadi perhatian kita juga, agar pengawalan rencana sampai tingkat penganggarannya. Salam, Risfan Munir Pada Sel, 29 Des 2009 22:20 CST Djarot Purbadi menulis: >Obyeknya sama: manusia dengan segala kelengkapan fisik dan lain-lain. > >Salam, > > > >Djarot Purbadi > > >

