Saya kira cara berpikirnya yang menarik untuk diadopsi sebagian bagi arsitek atau planner, soal gaji dan yang lain menurut saya hanay akibat dari profesionalisme yang diungkapkan melalui kinerja atau manfaat yang diterima oleh orang lain. Seperti halnya saya belajar tari Jawa bukan hendak menjadi penari Jawa melainkan cara pikirnya yang ingin dialami...belajar menggunakan samurai bukan untuk membunuh tetapi samurai untuk sukses dalam karier. Jadi filosofi dan cara pikirnya....dan ini tentu sebuah percobaan atau eksplorasi yang ujungnya tidak tahu seperti apa.
Salam, Djarot Purbadi http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK] http://forumriset.wordpress.com [Blog Resmi APRF] http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com --- On Wed, 12/30/09, Bambang Tata Samiadji <[email protected]> wrote: From: Bambang Tata Samiadji <[email protected]> Subject: Re: Bls: Re: [referensi] Fwd: <<OpEd>> Kunci Keberhasilan Otonomi Daerah [KOMPAS] To: [email protected] Date: Wednesday, December 30, 2009, 1:06 PM Ya sih...Akuntan itu kerjaannya cuma menambah (+) setiap penerimaan-penerima an dan mengurangi (-) setiap cost-cost yang nggak penting menurut dia, tapi nggak pernah membagi (:). Makanya gaji Akuntan itu tinggi. Sementara Planner bisanya cuma membagi ruang, menambah dan mengurangi ruang tidak bisa. Thanks. CU. BTS. --- On Wed, 12/30/09, Harya Setyaka <harya.setyaka@ gmail.com> wrote: From: Harya Setyaka <harya.setyaka@ gmail.com> Subject: Re: Bls: Re: [referensi] Fwd: <<OpEd>> Kunci Keberhasilan Otonomi Daerah [KOMPAS] To: refere...@yahoogrou ps.com Date: Wednesday, December 30, 2009, 5:55 AM klarifikasi singkat: saya tidak mengalogikan demikian. Dan saya sangat setuju bahwa kalau urusan 'tata uang' akuntan memang lebih terlatih. Salam, -K- 2009/12/29 Risfan M <risf...@yahoo. com> Pak Djarot, Koko dan rekans ysh, Boleh saja menganalogkan Planner sbg arsitek, akuntan sbg drafter. Tapi dengan UU 17/2003 ttg Keuangan Nasional, kayaknya Planner harus menelan realita bahwa pertimbangan, proseddur penganggaran Tahunan lebih menentukan daripada ide besar, pemikiran jangka panjang. Pemikiran jangka panjang bisa kandas di prosedur dan kode anggaran. Ini yang perlu jadi perhatian kita juga, agar pengawalan rencana sampai tingkat penganggarannya. Salam, Risfan Munir Pada Sel, 29 Des 2009 22:20 CST Djarot Purbadi menulis: >Obyeknya sama: manusia dengan segala kelengkapan fisik dan lain-lain. > >Salam, > > > >Djarot Purbadi > > >

